Jumat, April 23, 2021

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Yahya Waloni, si Ustaz Pansos

Saya awalnya enggak paham apa itu pansos... Lama-lama saya baru tahu kalau pansos itu panjat sosial. Itu istilah milenial untuk artis newbie yang sedang cari...

KPK yang Berubah Jadi Mata-mata

Tahun 2015, Hasto Kristiyanto dalam sebuah wawancara bercerita tentang bahayanya Komisi Pemberantasan Korupsi di bawah Abraham Samad. Cerita Hasto itu berawal saat Joko Widodo sedang...

Meneliti Livi Zheng (Bagian 2,5)

Saya sedang menyiapkan bagian ketiga Meneliti Livi Zheng ketika sebuah pesan masuk ke ponsel saya. Seorang teman memberi tahu ada tanggapan dari Livi, ditulis...

Delusi tentang Kehendak Tuhan pada Pilpres

Teman saya seorang pendukung Prabowo. Ia tampak yakin bahwa Prabowo akan menang dalam Pilpres 2019. Orang yakin boleh-boleh saja, tapi ada beberapa hal yang...
Made Supriatma
Peneliti masalah sosial dan politik.

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca berita tentang pengrusakan di gedung pengadilan Bantul, DIY, setelah Majelis hakim memutus Ketua Pemuda Pancasila bersalah.

Organisasi ini pada awalnya diciptakan di Sumatera Utara oleh partai politik dukungan militer, IPKI. Mereka yang menonton film Jagal (The Act of Killing) mesti tahu bagaimana anggota-anggota organisasi ini bertindak (Pancasilais?) dalam melakukan pembantaian tahun 1965.

Pada tahun 1980an, nama organisasi ini dihidupkan kembali. Pertama sebagai bagian dari persaingan dan pertarungan politik di antara pembantu-pembantu Soeharto. Sesudah penembakan misterius tahun 1982, yaitu pembantaian mereka yang dianggap kriminal, organisasi ini menjadi nasional.

Pemuda Pancasila bertujuan menghimpun preman-preman yang “sadar.” Dia pun menjadi pengawal kepentingan-kepentingan Soeharto dan keluarganya.

Sesudah kekuasaan Soeharto runtuh, organisasi ini tidak ikut runtuh. Dia tetap berjaya. Dia tetap hidup karena ada yang memerlukannya. Dia tetap bernapas dan bahkan tumbuh membesar karena ada yang memberinya makan dan memeliharanya baik-baik.

Di zaman demokrasi ini pun masih banyak yang memerlukannya. Khususnya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor yang tidak bisa dilakukan secara legal-formal. Di negeri di mana kekuasaan dan premanisme berhimpitan tanpa batas yang jelas, organisasi seperti ini tentu akan hidup. Dan, hidup dengan subur!

Penguasa memerlukannya. Oposisi menggunakannya. Kalangan bisnis membutuhkannya. Partai politik dengan gembira mengadopsinya sebagai anak kandung.

Yang lebih penting lagi, dia bisa berbuat apa saja tanpa tersentuh oleh hukum. Kalau tersentuh oleh hukum, dia bisa membalas dengan melakukan pengrusakan.

Apa yang terjadi di Pengadilan Negeri Bantul, DIY, memang hanya pengrusakan benda-benda. Namun, bisakah Anda bayangkan jika Anda yang menjadi hakimnya? Menjadi jaksanya?

Para mafioso ditakuti karena kekejaman dan kebrutalannya dalam membunuh. Karena itulah, mereka jarang membunuh. Mereka hanya perlu memberikan “pernyataan” atau sinyal, itu sudah cukup untuk membuat hati ciut.

Inikah Pancasila? Apa yang menjustifikasi orang-orang ini memakai nama Pemuda Pancasila untuk organisasinya? Bukankah hal-hal yang seperti ini yang lebih merusak Pancasila?

Namun, saya yakin, pertanyaan-pertanyaan ini pun akan mentah. Para elite negeri ini memerlukan mereka. Memang, batas antara penguasa dan preman sangat tipis di negeri ini.

Made Supriatma
Peneliti masalah sosial dan politik.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.