Senin, Mei 17, 2021

New Normal untuk Indonesia Lepas Landas

Kami Harus Terus Bekerja, Justru Karena Pandemi

Dua hari berturut-turut ini saya mendengar kabar meninggalnya tiga orang rekan kerja kami di ATR/BPN, satu di Kalimantan Barat, satu di Nusa Tenggara Barat,...

Mencari Djarum dalam Jerami

Setelah pencarian desa Penari yang tak kunjung terbukti, Indonesia berbicara lagi tentang Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Soal apa? Soal yang dipersoalkan, menjadi soal,...

200 Mubaligh Biasa Saja, Yang Hebat Itu Umat Islam Indonesia

Jauh sebelum ada 200 Mubaligh, saat saya kuliah dulu, saya ingat sekali, Bapak memberi buku 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia. Pesannya satu, jangan bergabung...

Menjawab Ahmad Daryoko, Parasit 212

Sudah sejak lama orang ini kerap menyebarkan kabar bohong. Motif di balik itu sebenarnya karena sakit hati. Orang ini pernah jadi Ketua Serikat Pekerja...
Irma Suryani Chaniago
Irma Suryani Chaniago
Aktivis Maju Perempuan Indonesia

Bagi kritikus kebanyakan rasanya semua yang dilakukan orang lain itu salah! Yang benar hanya yang mereka fikirkan tetapi belum tentu juga mereka kerjakan. Kalangan ini dikenal sebagai hatters (kaum pembenci) yang selalu merasa paling benar.

Entah apa yang ada di dalam benak mereka, kaum pembenci itu, yang suka
bergerombol sahut menyahut satu dengan yang lain untuk menyemburkan kebencian, caci-maki, dan sumpah serapah pada kebajikan, regulasi dan pada aturan.

Sungguh miris melihat sekelompok orang yang bicara pembenaran bukan kebenaran, selalu bicara seolah-olah untuk Indonesia tapi ingin mengganti Pancasila dengan khilafah!

Gerombolan yang dikomandoi oleh para imigran yang cari makan dan hidup di Indonesia ini kerjanya hanya memprovokasi saudara-saudaraku yang mis informasi dan minim informasi, dimulai dengan politisasi SARA sampai jualan tiket ke surga dengan label “bela agama“.

Sebagai anak bangsa yang ingin NKRI utuh dan bangsa ini tidak tercerai-berai, saya ingin mengingatkan kita semua bahwa kita bangsa Indonesia berkewajiban menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan nilai-nilai kebangsaan, kita Indonesia, bukan China meski keturunan China, bukan Arab meski keturunan Arab, bukan India meski keturunan India! Sekali lagi, kita ini Indonesia!

Mari berhenti memprovokasi dan jangan mau diprovokasi! Ingin hidup bersama di negeri ini, ikut aturan pemerintah negeri ini! Jika tidak go to hell! Saudaraku sebangsa dan setanah air, pandemi ini tidak akan berakhir jika kita semua tidak bergotong-royong, saling support dan dukung semua regulasi terkait penanggulangan Covid-19.

Karena mengusir dan melawan Covid ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, partisipasi aktif dan disiplin masyarakat sangat menentukan. Inshaa Allah jika kita bersama sama bekerja saling bahu membahu, disiplin memgikuti protokol covid, maka New Normal bukan sebuah keniscayaan untuk kita bangkit dan lepas landas dari momok resesi ekonomi.

Maka dari itu semua yang berakal sehat dan berpikiran positif tentu akan meyakini bahwa tidak ada satu pun pemerintah yang ingin rakyatnya meninggal dunia sia-sia atau bahkan sengaja ingin membunuh rakyatnya. Tidak ada satu negara pun, sebesar dan sekaya apa pun negara tersebut mampu melawan covid ini tanpa partisipasi aktif dari rakyatnya.

Hidup tetap harus berjalan, ekonomi harus tumbuh, roda pemerintahan harus kembali normal, aktivitas sosial harus kembali dilakukan agar percepatan penanggulangan pandemi dapat dimaksimalkan karena penanggulangan butuh biaya.

Jadi saudaraku, mari kita berikan kepercayaan pada pemerintah untuk mengawal kita dengan regulasi dan sanksi! Ingin badai covid segera berlalu? Abaikan provokasi melalui SARA, Hoax, dan fitnah.

Kritik pemerintah silakan, demo silakan, tapi hendaknya konstruktif dan elegan sebagai rakyat yang memberikan mandat! Bukan sebagai gerombolan oknum-oknum yang ingin berkuasa dengan cara cara yang tidak konstitusional.

Selamat datang New Normal dengan tetap mengikuti protokol covid, insha Allah kita akan lepas landas dengan keselamatan maksimal.

Irma Suryani Chaniago
Irma Suryani Chaniago
Aktivis Maju Perempuan Indonesia
Berita sebelumnyaBuya Syafii Maarif Guru Bangsa
Berita berikutnyaPancasila dan Pandemi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.