Jumat, Maret 1, 2024

Kecerdasan Buatan (AI) dalam Industri Musik K-Pop

Aulia Annisa Pratiwi
Aulia Annisa Pratiwi
Nama : Aulia Annisa Pratiwi NIM : 201011401125 Teknik Informatika Universitas Pamulang

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat segala aspek kehidupan manusia menjadi lebih baik dari masa ke masa. Salah satunya pada bidang Ilmu Komputer Kecerdasan Buatan (AI). Kecerdasan Buatan (AI) dapat digunakan dalam berbagai aspek industri, termasuk industri musik seperti Kpop.

AI dapat digunakan dalam proses kreatif untuk membantu musisi dan produser menghasilkan musik dengan lebih cepat dan efisien. Misalnya, AI dapat membantu dalam pembuatan beat, pengolahan suara, atau bahkan menghasilkan lirik dan melodi yang dapat dijadikan dasar untuk lagu.

Industri K-Pop dihebohkan oleh grup wanita bernama Eternity. Grup wanita yang satu ini berbeda dari grup K-Pop lainnya karena seluruh anggotanya merupakan eksperimen AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan yang diluncurkan oleh sebuah perusahaan AI bernama Pulse9 . Grup yang berasal dari Korea Selatan ini terdiri dari 11 anggota yaitu Minji, Seoa, Sujin, Dain, Yeoreum, Yejin, Jaein, Jinwoo, Hyejin, Sarang, dan Chorong.

Visual anggota Eternity terlihat sangat realistis, meskipun begitu wajah mereka tidak didasarkan pada wajah manusia sungguhan. Dengan menggunakan AI pintar yang menghasilkan gambar virtual kehidupan nyata, lalu menyesuaikan dengan gambar langsung dan menghasilkan konten. Pulse9 yang merupakan agensi yang mebentuk Eternity menggunakan teknologi deep real AI, teknologi pencitraan virtual berbasis deepfake yang memiliki keunggulan dalam hal realisme, biaya yang relatif rendah dan waktu yang singkat.

Meskipun visualnya buatan AI, namun suara yang dihasilkan anggota Eternity bukanlah buatan AI. Suara yang dihasilkan merupakan suara penyanyi yang sebenarnya karena bertujuan untuk membuat grup tampak lebih nyata. Kecerdasan buatan terlihat belum memadai untuk meniru penyanyi manusia secara konsisten.

Salah satu keunggulan yang dimiliki adalah banyak idol kpop memiliki keterbatasan fisik atau bahkan adanya tekanan mentak karena mereka adalah manusia yang memiliki emosional yang alami, sedangkan idol virtual terbebas dari emosional.

Namun, penggunaan kecerdasan buatan dalam industri musik secara umum dapat memberikan beberapa kekurangan, seperti:

  1. Dalam produksi musik, kecerdasan buatan dapat meniru suara dan gaya artis lain dengan presisi yang luar biasa, yang dapat mengurangi keunikan dan kreativitas dari musik dan artis itu sendiri.
  2. Penggunaan kecerdasan buatan dalam industri musik dapat menggantikan beberapa pekerjaan manusia, yang dapat mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan.
  3. Kecerdasan buatan membuat label rekaman dan artis menjadi terlalu bergantung pada teknologi, yang dapat mengurangi kreativitas dan fleksibilitas mereka.

Eternity bukan satu-satunya grup K-pop virtual di Korea Selatan. Pada Januari 2023, grup idola K-pop Mave memulai debutnya yang terdiri dari empat anggota.

Aulia Annisa Pratiwi
Aulia Annisa Pratiwi
Nama : Aulia Annisa Pratiwi NIM : 201011401125 Teknik Informatika Universitas Pamulang
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.