Sabtu, April 24, 2021

Vaksin Demi Kesehatan Rakyat

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Menuntut Pertanggungjawaban Presiden

Asap adalah bencana di republik ini. Akibat pemerintah yang tidak mampu menemukan solusi pembakaran hutan, asap telah melumpuhkan puluhan kota, menyebabkan ratusan orang menderita...

Nostalgia Dinasti Politik Pemimpin Negara

Pasca bergulirnya reformasi 1998, khususnya dengan terbitmya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah serta peraturan-peraturan pemerintah yang...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Pemerintah berjuang penuh demi kesehatan rakyat. Keseriusan untuk menemukan vaksin Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat. Karena vaksin merupakan solusi yang menjadi harapan rakyat Indonesia untuk keluar dari berbagai krisis yang diakibatkan oleh pandemi ini

Upaya diplomasi untuk mendapatkan akses global terhadap vaksin gencar dilakukan. Pada Agustus lalu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi China untuk menjalin kerjasama terkait pengadaan vaksin dari Sinovac Biotech.

Indonesia melalui PT Bio Farma meraih komitmen 40-50 juta dosis dari Sinovac hingga Maret tahun depan, dari total keseluruhan mencapai 260 juta dosis. Bio Farma yang merupakan salah satu BUMN farmasi telah menggelar uji klinis fase 3 terhadap vaksin Sinovac melibatkan 1.620 orang relawan.

Selain dengan Sinovac, Retno dan Erick juga bertemu dengan pimpinan Sinopharm dan Cansino Biologics. Sinopharm sedang melakukan uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab (UEA) bekerjasama dengan G42. Indonesia mengirim tim reviewer untuk memantau perkembangan uji klinis tersebut.

Baru-baru ini Retno dan Erick terbang ke Inggris untuk mendapatkan komitmen pengadaan vaksin dari AstraZeneca sebanyak 100 juta dosis. Selain itu Indonesia melalui Bio Farma menjalin kerjasama multiteral pengembangan vaksin dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI).

Berlanjut di Swiss, kerjasama multilateral serupa dilakukan dengan masuknya Indonesia ke dalam COVAX Facility dari Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) yang menjamin akses vaksin Covid-19 bagi negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah dengan cara subsidi.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus secara khusus mencuit di akun Twitter dalam bahasa Indonesia, mengapresiasi langkah solidaritas Indonesia untuk bekerjasama dengan partner multilateral untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

Sementara itu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan kembali menemui 3 produsen vaksin terkemuka China. Ketiga vaksin dari Sinovac, CanSino, dan Sinopharm telah diupayakan di berbagai negara untuk mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization, EUA).

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diketahui berwenang untuk mengeluarkan izin EUA meskipun uji klinis fase 3 belum selesai dilakukan, dengan tetap mengevaluasi risikonya. Pemerintah berencana mempercepat vaksinasi mulai awal November di sejumlah kota seperti Depok dan Bogor.

Presiden Jokowi sendiri menyatakan agar jangan tergesa-gesa melakukan vaksinasi. Jajaran pemerintah diminta untuk memperbaiki komunikasi publik dalam berbagai aspek.

Menurut Presiden, vaksinasi merupakan masalah yang kompleks karena menyangkut persepsi masyarakat. Hal-hal terkait kualitas, distribusi, implementasi di lapangan, harga, hingga soal kehalalan vaksin perlu dijelaskan dengan baik. Keterbukaan informasi menjadi sangat penting.

Aspek kehalalan vaksin termasuk yang menjadi perhatian Presiden, mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Pada 2018 Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah mengeluarkan fatwa haram terhadap vaksin campak measles-rubella (MR) karena mengandung babi. Walaupun pada akhirnya membolehkan karna dasar kedaruratan yang diperbolehkan oleh Syar’i.

Organisasi Islam modernis terbesar Muhammadiyah pernah memfatwakan mubah (boleh) penggunaan vaksin polio yang mengandung enzim babi, sepanjang belum ada vaksin lain. Pertimbangannya, babi maupun polio sama-sama bersifat mafsadah (kerusakan), maka dipilih yang lebih ringat mudaratnya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjamin pelibatan MUI termasuk dalam kunjungan ke China untuk melihat kualitas dan kehalalan vaksin Sinovac dan CanSIno. Sedangkan vaksin Sinopharm sudah dinyatakan tidak bermasalah oleh majelis ulama di Abu Dhabi (UEA), menurut penjelasan direksi Bio Farma.

Di tengah masih kuatnya teori konspirasi dari kelompok-kelompok anti-vaksin, peran MUI dan ormas-ormas Islam menjadi sangat penting untuk membantu pemerintah dalam sosialisasi vaksin. Bahkan masih banyak yang menganggap Covid-19 tidak ada dan hanya konspirasi semata.

Para ulama dan pemuka agama harus berperan kuat dalam memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 merupakan situasi darurat di tengah polemik apakah vaksin tersebut sudah tersertifikasi halal atau belum.

Demikian pula soal rencana vaksinasi darurat, harus ada penjelasan yang transparan kepada publik. Jangan sampai karna ketergesa-gesaan akan mempengaruhi rencana dan tahapan yang telah disiapkan pemerintah. Sosialisasi dan Kepercayaan menjadi kunci keberhasilan program vaksinasi.

Bagaimanapun, vaksin merupakan opsi utama dalam pemulihan ekonomi. Kesulitan hidup dan ekonomi rakyat sudah sangat berat akibat Covid-19. Perlu dukungan dari semua kalangan, termasuk untuk terus menjaga kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan pada semua aktivitas.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.