Jumat, April 23, 2021

Pengkhianatan Cinta

Rame-Rame Membaca Ulang Energi Terbarukan

Ocasio-Cortez, politisi di Amerika, melontarkan gagasan perlunya penggunaan energi terbarukan 100% pada tahun 2035 di Paman Sam. Bersama sejawatnya Ed Markey, mereka melontarkan proposal...

Prahara Ahok di Mata Masyarakat Demokratis dan Kaum Beriman

Belakangan ini keadaan Indonesia kian memanas. Demo-demo yang dilakukan di beberapa daerah mengisyaratkan adanya gerakan beberapa golongan Islam atas dasar klaim keimanan. Di sisi...

Apakah Kita Masih Memerlukan Survei Politik?

Setelah pilkada serentak ini di beberapa grup WA yang saya ikut, banyak teman-teman membahas hasil survei dan quick count (QC). Bila sekedar membandingkan angka...

Pemecatan Julen Lopetegui dan Rutinitas Real Madrid

Real Madrid memecat Julen Lopetegui. Ah, tak adakah berita yang lebih menarik dari itu? Sepanjang sejarahnya, Real Madrid menunjuk dan memecat pelatihnya segampang mereka...
Syaefudin Simon
Syaefudin Simon
Freelance Columnist

”Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?” seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ”Pernah, bahkan sering,” jawab Abu Dzar.

Lo kok bisa? ”Dirimu sendiri itu adalah orang yang paling kamu cintai. Dan kamu berbuat jahat terhadap dirimu bila durhaka kepada Allah,” jelas Abu Dzar. Itulah pengkhianatan cinta yang sesungguhnya, tambahnya.

Dengan mengacu pada pendapat Abu Dzar tadi, sebenarnya banyak di antara kita yang tega berbuat jahat terhadap ‘orang’ yang amat dicintainya. Tapi anehnya, kita — yang gemar berbuat dosa — lupa bahwa apa yang kita lakukan sesungguhnya merupakan perwujudan kebencian terhadap diri sendiri.

Cinta adalah fitrah yang diberikan Allah untuk semua makhluk guna mempertahankan eksistensinya. Manusia berkembang biak karena cinta. Kelestarian lingkungan menjadi kepedulian manusia karena cinta. Dan yang lebih penting, cinta — ini yang perlu kita sadari — merupakan refleksi keberadaan alam malakut yang abadi.

Itulah sebabnya, bila dua sejoli sedang dimabuk cinta, maka apa yang terbayangkan dan diangankannya, cinta mereka akan abadi. Ya, karena keabadian adalah hakikat cinta.

Tapi sayang, keabadian cinta yang diangankannya hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat duniawi, yang justru menghambat cinta malakuti. Salah satu unsur penting yang menghambat perjalanan cinta malakuti adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Cinta dunia, dilukiskan oleh Sayyidina Ali, sebagai biang dari segala bencana. Bila hati manusia sudah terperosok dalam cinta dunia, maka logika-logika aneh pun muncul dari pikirannya.

Dalam pengajian sorogan “Al Munkiz Minad Dholal” karya Imam Ghazali tadi malam (24/9/020) di Zoom, Mursyid Ulil Abshar Abdallah menyatakan, ilmu atau logika apa pun yang ujugnya tidak mendekatkan manusia kepada Allah, adalah batil atau palsu. Ilmu hakiki atau ilmu yang sebenarnya, pasti berujung pada ‘kecintaan” terhadap Allah.

Salah satu logika batil, kata Abu Dzar, manusia amat berharap mendapat rahmat (cinta sejati) dan ampunan dari Allah. Padahal dalam hidup sehari-hari, ia amat jauh denganNya.

”Rahmat dan ampunan Allah,” tegas Abu Dzar, ”tak dihambur-hamburkan begitu saja hingga setiap orang akan mendapatkannya tanpa usaha.”

Kata Abu Dzar, setan punya senjata pamungkas, berupa godaan pada manusia untuk mengharap rahmat Allah, sementara ia terus berusaha menjauhkannya dari ibadah dan amal saleh. Korban senjata pamungkas setan ini paling suka memaafkan dirinya sendiri. Ia suka berkata: ”Rahmat Allah Mahaluas. Dosaku pasti dimaafkanNya.” Dan ia terus melakukan ma’siyat dan dosa.

Orang yang berbuat dosa, tulis Imam Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din, bukan hanya mencelakakan dirinya, tapi juga menghina Allah, karena ia menyelewengkan amanah yang telah diberikan kepadanya. Lidah dan tangan yang Allah berikan kepada manusia untuk dipakai berzikir serta beramal saleh, misalnya, ia selewengkan untuk mengumpat dan mengambil hak orang lain.

Orang macam ini, jelas mengkhianati amanat yang diberikan Allah kepadanya. Itu pengkhiantan besar kepada Sang Pencipta, kata Abu Dzar.

Tapi, jangan putus asa jika anda sampai detik ini masih mengkhianati Allah. Bertobatlah secara konsisten dan bertanggungjawab. Pasti Allah menerima tobat anda. Ampunan Allah lebih luas dari murkanya, bila manusia benar-benar taubat nasuha.

Tuhan berfirman: wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39] : 53). Subhanallah!

Syaefudin Simon
Syaefudin Simon
Freelance Columnist
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

ARTIKEL TERPOPULER

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.