Senin, April 19, 2021

Delusi Sejarah Nusantara Versi Pendukung Khilafah

Tragedi Politik Fahri Hamzah

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemecatan dirinya dari keanggotaan PKS di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/4). ANTARA...

58 Tahun Denny JA

Sahabat baik saya Denny JA, sejak 38 tahun lalu, berusia 58 tahun. Satu usia yang boleh dibilang tak lagi muda. Tentu saja saya kaget...

Simalakama Laporan Pelecehan Seksual Sopir Grab

Sejumlah laporan pelecehan seksual yang dilakukan sopir Grab beredar di media sosial. 7 Oktober lalu, akun Instagram @dearcatcallers.id mengunggah beberapa screenshot pembicaraan salah satu...

Ketika Kaum Puritan Memperoleh Panggung

Khaled Abou Fadl melalui karyanya The Great Theft; Wrestling Islam from the Extremist ("Selamatkan Islam dari Muslim Puritan” ) hendak menyampaikan peringatan keras kepada...
Hasanudin Abdurakhman
Penulis dan pekerja profesional.

Para pendukung khilafah itu delusional. Mereka delusional soal masa depan, juga delusional soal masa lalu. Salah satu bentuknya adalah klaim delusional mereka soal kerajaan Islam Nusantara yang mengaku berada di bawah Turki Usmani.

Mereka punya delusi bahwa di zaman khilafah itu umat Islam bersatu dalam satu kekuasaan saja. Keberadaan berbagai kerajaan Islam di Nusantara tentu mengganggu delusi mereka soal persatuan itu. Maka mereka mengarang cerita dusta soal kerajaan Islam Nusantara yang menginduk ke Turki tadi.

Sebenarnya sepanjang sejarahnya sendiri pun khilafah itu tidak utuh tunggal. Sejak Dinasti Umayyah dihancurkan oleh Abbasiyah, keturunan Muawiyah mendirikan kerajaan sendiri. Sepanjang sejarah Abbasiyah ada pecahan-pecahan wilayah yang juga mengaku diri mereka sebagai khilafah, yaitu Umayyad, Fatimid, Ayyubid, dan sebagainya. Dalam imajinasi delusional pendukung khilafah, umat Islam selalu berada dalam satu kekuasaan.

Selama masa kejayaan Turki Usmani pun banyak wilayah muslim yang berdiri sebagai kerajaan sendiri. Kekaisaran Mughal, misalnya, adalah kerajaan mandiri yang tidak berada di bawah kekuasaan Turki.

Bagaimana dengan di Nusantara?

Pertama, Islam sudah masuk ke sini jauh sebelum masa kejayaan Turki Usmani. Kedua, kerajaan-kerajaan Islam Nusantara berdiri sebagai lanjutan sejarah sebelumnya, bebas dari pengaruh pergerakan sejarah di berbagai tempat di dunia. Kerajaan Demak, misalnya, lahir dari sisa konflik dalam Kerajaan Majapahit. Ketiga, kerajaan-kerajaan itu juga tidak memandang Islam sebagai pemersatu. Di antara mereka sendiri saling berperang. Misanya perang antara Kerajaan Gowa dan Bone.

Apa yang konyol dari klaim itu?

Mereka mengatakan bahwa kerajaan-kerajaan Nusantara menginduk ke Turki, tapi pada saat yang sama Belanda menjajahnya. Mereka hendak mengatakan bahwa wilayah yang menginduk pada khilafah islamiyah itu ternyata justru dikuasai orang kafir. Itu justru bertentangan dengan delusi mereka yang mengatakan bahwa Islam di bawah khilafah itu adalah Islam yang jaya.

Mereka kini mengklaim adanya hubungan erat antara Pangeran Diponegoro dengan Turki Usmani. Seolah Pangeran Diponegoro mendapat bantuan dari Turki. Ahli sejarah Pater Carey mengatakan tidak ada bantuan dari Turki. Yang ada hanyalah kekaguman Pangeran Diponegoro terhadap kerajaan itu. Tidak hanya Diponegoro. Ada banyak jejak sejarah yang menunjukkan pengaruh Turki di Nusantara. Tapi pengaruhnya sebatas pada pertukaran delegasi dan cindera mata.

Turki sendiri tidak mengklaim Nusantara pernah menjadi bagian dari wilayahnya. Konyol sekali kalau ada orang Nusantara yang begitu. Mereka bermental budak.

Hasanudin Abdurakhman
Penulis dan pekerja profesional.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

ARTIKEL TERPOPULER

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Definisi Kekuatan: Hard Power dan Soft Power

Konsep Dasar Power Kekuatan atau power dalam ilmu Hubungan Internasional adalah elemen utama, terutama dalam kaca mata realisme, Morgenthau menjelaskan bahwa perilaku negara pada dasarnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Banyak Baca Buku Jadi Pintar, Sedikit Baca Jadi Orba

Minggu lalu, akun twitter Presiden Jokowi @jokowi menggunggah kegiatan membagi-bagi buku. "Membagi buku untuk anak selepas Jumatan bersama masyarakat di Masjid Jami Annur, Johar...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.