Sabtu, Mei 8, 2021

Tony Blair Inc

Rumah Pantai

Desa Pulau Tiga di Natuna, Kepulauan Riau, bukan desa yang terlalu istimewa. Namun, saya senang mengunjunginya. Desa itu berada di pinggir pantai sebuah selat. Dari...

Jokowi, Obama dan Sektor Ketiga

Jika khawatir dengan dominasi parlemen, Presiden Joko Widodo sebenarnya bisa mengadopsi cara Presiden Barack Obama ketika bergulat melawan Kongres di Amerika: menghadirkan pihak ketiga. Kampanye...

Nawa Cita: Pak Jokowi Perlu Membaca Buku Usang Ini

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) meluncurkan program "Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat" di Desa Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari Saya tahu...

Terorisme dan Tindakan Main Hakim Sendiri

Mari kita mulai tulisan ini dengan ucapan turut berduka cita atas kematian anggota polisi di Mako Brimob. Mereka bagaimanapun juga adalah pegawai negara yang...
Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.

Menteri Luhut Panjaitan menyebut Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris, akan menjadi dewan pengarah pembangunan infrastruktur ibu kota baru. Blair akan didampingi Pangeran Muhammad bin Zayid al-Nahyan dari Uni Emirat Arab dan Masayoshi Son dari raksasa investasi Jepang Softbank Group.

Pembentukan dewan pengarah itu berkaitan dengan investasi di ibukota baru. Pemerintah Uni Emirat Arab, kata Luhut, telah menyiapkan dana sebesar USD 22,8 miliar (Rp 310 triliun) untuk proyek itu. “Ini kesepakatan investasi dari Timur Tengah terbesar dalam sejarah Indonesia,” kata Luhut.

Menteri Bappenas Soeharso Monoarfa mengatakan, masuknya “tokoh terkenal dunia itu” dalam dewan pengawas akan memikat lebih banyak investor internasional untuk ikut gerbong membangun ibukota baru.

Tapi, bagaimana reputasi Blair dan apa hubungan dengan investasi Emirat Arab?

Bagi mereka yang mengikuti dunia investasi Timur Tengah, nama Tony Blair tidak asing. Inilah mantan politisi top dunia yang belakangan jadi konsultan dan pelobi bisnis kaya raya.

Tony Blair adalah konsultan bisnis Mubadala, pengelola dana abadi (sovereign wealth fund) yang bermarkas di Abu Dhabi, Emirat Arab. Mubadala berinvestasi di berbagai belahan dunia, dari Vietnam, Serbia, Colombia, Asia Tengah hingga Afrika Barat.

Blair mundur dari jabatan Perdana Menteri Inggris pada 2007 setelah membuat pengakuan bahwa perang Irak yang dia dukung didasarkan pada dalih palsu (Saddam Hussein tak punya senjata pemusnah massal seperti dituduhkan Amerika).

Pada 2008, dia membentuk Tony Blair Associate, perusahaan konsultan gado-gado: semi komersial, semi charity/keagamaan dan semi publik. Menyusul sejumlah skandal, perusahaan itu dia bekukan pada 2016, dan di-re-branded dengan nama baru: Tony Blair Institute for Global Change.

Meski menyebut Saddam diktator, Blair tidak sungkan menjadi penasehat rezim militer brutal dan sultan-sultan Arab yang tidak demokratis.

Setelah mundur dari kursi perdana menteri, Blair sempat terpilih menjadi utusan khusus (special envoy) untuk perdamaian Timur Tengah, jabatan yang jelas tak netral mengingat dia adalah anggota Labour Friends of Israel, kelompok pelobi pro-Israel.

Bagaimanapun, jabatan itu dia manfaatkan untuk membangun konsultasi bisnisnya, mengambil keuntungan dari dua sisi, Arab maupun Israel.

Memanfaatkan reputasi sebagai PM Inggris terlama, Blair menjadi konsultan dan penasehat baik negara-negara pemberi investasi (seperti Kuwait, Qatar dan Emirat Arab) maupun penerima investasi (seperti Kazakhtan, Azerbaijan dan Mesir).

Blair tahu benar memanfaatkan reputasinya sebagai PM Inggris terlama untuk menangguk keuntungan dari dua sisi, tanpa mempertimbangkan adanya konflik kepentingan.

Media di Inggris, termasuk the Financial Times, sudah banyak membeberkan sepak terjang Blair. Dan pada 2016, terbit buku yang lebih menyeluruh: “Blair Inc – The Power, The Money, The Scandals” (John Blake Publishing Ltd).

Bagaimana prospek Blair di Indonesia?

Di Mesir seperti di Indonesia, Blair menjadi penasehat Presiden Abdul Fattah al-Sisi dalam menarik investasi Arab Teluk, antara lain untuk membangun ibu kota baru Mesir.

Pada 2015, Emirat Arab berkomitmen menggelontorkan USD 43 miliar untuk proyek ibu kota baru itu. Tapi sampai sekarang, realisasinya belum beranjak jauh akibat tawar-menawar alot antara investor dan pemerintah Mesir.

Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Pembelajaran Jarak Jauh, Efektifkah?

Sejak ditetapkannya pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak sektor yang terdampak, mulai dari ekonomi, pariwisata, sosial dan budaya termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran tatap muka (offline) yang selama...

Memperkuat Proteksi Konstitusi

Akhir-akhir ini, diskursus mengenai perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode semakin menguat. Untuk masa sekarang, Pasal 7 UUD NRI 1945 menegaskan pembatasan masa...

Orientalisme, Prancis, dan Kita

Kita tentu masih ingat beberapa bulan lalu hebohnya sebuah kasus di Prancis mengenai gambar Nabi Muhammad yang dianggap melecehkan Islam, yang menuai reaksi keras. Dalam...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Menjawab Ahmad Daryoko, Parasit 212

Sudah sejak lama orang ini kerap menyebarkan kabar bohong. Motif di balik itu sebenarnya karena sakit hati. Orang ini pernah jadi Ketua Serikat Pekerja...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Kartini-Kartini 4.0

“Habis bikin kopi, sachet nya jangan dibuang sembarangan, pilah ke tempat sampah plastik!” begitu kata istri. Alhasil, saya harus memungut ulang sachet plastik kopi...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.