Minggu, Mei 9, 2021

Membangun dari Pinggiran

Terorisme dan Tindakan Main Hakim Sendiri

Mari kita mulai tulisan ini dengan ucapan turut berduka cita atas kematian anggota polisi di Mako Brimob. Mereka bagaimanapun juga adalah pegawai negara yang...

Krisis

Dolar sudah di atas Rp 14.000. Harga minyak di atas 80 US$ per barel, diramalkan merangkak menuju 85 US$ per barel. Apakah kita sedang...

Membunuh Obamacare

Sebuah undang-undang baru Amerika, yang lolos di majelis rendah (House of Representatives) bulan ini, mengakhiri undang-undang kesehatan lama di era Presiden Barack Obama. Kematian...

PKS dan Masa Depan Politik Indonesia

Dulu keberadaan Partai keadilan Sejahtera (PKS) membawa pemikiran segar, bahwa pemerintahan di Barat perlu menanggalkan pandangan stereotip tentang partai Islam jika ingin membangun kesepahaman...
Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.

 

Warga menjemur padi ikat di Kasepuhan Adat Ciptagelar kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Masyarakat adat Ciptagelar menggunakan pola pertanian dengan sistem perbintangan untuk menghasilkan padi unggul dan berlimpah.  ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Warga menjemur padi ikat di Kasepuhan Adat Ciptagelar kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Masyarakat adat Ciptagelar menggunakan pola pertanian dengan sistem perbintangan untuk menghasilkan padi unggul dan berlimpah. ANTARA FOTO/Agus Bebeng

Pemerintahan Presiden Joko Widodo menyediakan dana lebih banyak untuk pembangunan daerah dan desa. Ini sesuai dengan janji Nawa Cita yang antara lain “membangun Indonesia dari pinggiran”. Tapi, dana dan uang saja sebenarnya tidak cukup.

Desa­-desa kita, yang semestinya menjadi ujung tombak kesejahteraan ekonomi-­sosial negeri ini, justru sedang mengalami problem serius.

Desa ditinggalkan anak­-anak mudanya. Berkebalikan dengan pandangan umum bahwa pertanian di Jawa sudah jenuh serta kekurangan lahan, saya melihat banyak lahan terbengkalai, dan kalaupun diusahakan, tidak efisien, tak membuat sejahtera, dan karena itu ditinggalkan. Kampung nelayan tak jauh berbeda.

Sektor pertanian kita terus merosot di tengah meningkatnya impor pangan dan ketergantungan pada produk pangan luar yang harganya terus naik.

Apa yang salah? Bukankah hidup di desa itu menyenangkan? Langit biru, gunung berkabut, dan pantai indah dekat kampung­kampung nelayan memang sangat menakjubkan. Hidup di desa memang menyenangkan, tapi hanya jika kita singgah sebentar di sana! Pemandangan indah menyembunyikan tragedi: pemiskinan di desa.

Sekitar 70 persen penduduk Indonesia diperkirakan tinggal di kawasan pedesaan, dengan pertanian dan perikanan sebagai tumpuan utama. Namun, perhatian pada pembangunan pedesaan relatif rendah. Tak heran jika dari tahun ke tahun, desa hampir identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan.

Jutaan petani kecil, buruh tani, dan nelayan di pedesaan kesulitan menangkap rembesan pertumbuhan ekonomi nasional, yang katanya gemerlap. Kian lebarnya jurang ekonomi kemudian memicu derasnya perpindahan penduduk dari desa ke kota, yang pada akhirnya merugikan baik kota maupun desa sendiri.

Dari hari ke hari, kota dihadapkan pada masalah kepadatan penduduk yang membawa konsekuensi sosial, ekonomi, dan lingkungan seperti kemacetan dan pemborosan energi. Sementara itu, desa makin kehilangan orang­orang usia produktif yang pada akhirnya mengancam ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat desa.

Akhir tahun lalu pemerintah dan DPR membuat tonggak baru: mengesahkan Undang-­undang Desa.

Pengesahan itu mencerminkan kesadaran lebih baik tentang pentingnya pembangunan desa. Undang­-undang itu mengamanatkan penguatan otonomi 70.000 lebih pemerintahan desa.

Otonomi daerah, menurut Proklamator Kemerdekaan Bung Hatta, merupakan perwujudan penting dari kedaulatan rakyat. Dan, otonomi daerah di tingkat desa adalah bentuk kedaulatan rakyat yang paling nyata: mewujud dalam tersedianya air minum, saluran irigasi, layanan pendidikan dan kesehatan dasar, perlindungan terhadap ancaman bencana seperti banjir dan longsor.

Mampukah Undang-­undang Desa serta program-­program pemberdayaan seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan memperbaiki kondisi desa sekarang?

Anak-anak SD Deranitan berebut air minum seusai bermain bola di desa Dolasin, Rote Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Pemerintahan desa yang lebih kuat dan efektif hanya mungkin berjalan jika ada penguatan masyarakat desa. Di situlah tantangannya. Tanpa partisipasi masyarakat, otonomi desa cuma berarti makin banyak uang mengalir ke desa­-desa, yang sering kali justru memicu konflik serta penyebaran praktik korupsi oleh para elite desa.

Tidak mudah membangun partisipasi warga desa. Tapi, bukan sama sekali tanpa harapan.

Akhir tahun lalu saya bersama beberapa rekan mengunjungi 100­an desa di empat provinsi Indonesia timur: Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi Selatan dan Tenggara. Dari wawancara, kami menemukan 400 lebih tokoh desa yang aktif dan berdaya.

Mereka adalah nelayan, petani, ibu rumah tangga, dan pedagang keliling yang melakukan aktivitas mandiri, terlepas dari ada atau tiadanya bantuan dari luar.

Mereka mencari dan menemukan solusi problem sehari­hari: dari memelihara sumber air; menyelenggarakan pendidikan dasar; menyediakan ambulans swadaya untuk memperkuat layanan kesehatan; hingga membentuk kelompok simpan­pinjam usaha kecil dan pertanian.

Berbeda dari anggapan umum bahwa orang desa bodoh dan tak berdaya, mereka siap berpartisipasi politik di tingkat paling nyata.

Di tangan orang-­orang seperti itu dan kebijakan nasional yang tepat, desa masih bisa diharapkan menjadi tempat hidup yang menyenangkan, seraya mengurangi problem perkotaan yang kian parah akibat urbanisasi.

Avatar
Farid Gaban
Editor in Chief The Geo TIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Albino: Mistik dan Ide Kuno

Pada tahun 2018, National Geographic mengeluarkan laporan yang menyuarakan adanya sikap diskriminasi terhadap Albinisme. Sejatinya, Albino merupakan sebutan kepada orang-orang yang memiliki perbedaan genetik...

Mudik: Tradisi Nasional Indonesia

Aktivitas masyarakat di Indonesia yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan selain menjalankan puasa adalah melakukan perjalanan mudik dan kemudian berlebaran di kampung halaman. Puasa...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.