Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Menteri Susi Dituding Cuci Tangan Soal Investasi Asing | GEOTIMES
Jumat, April 16, 2021

Menteri Susi Dituding Cuci Tangan Soal Investasi Asing

Kompetensi Pekerja Rendah Karena Tak Melibatkan Kadin

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyatakan pemerintah tak perlu khawatir dengan penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 31 Desember 2015. Sebab, orang Indonesia yang...

Pansus Angket Panggil Ketua KPK

Jakarta, 11/8  - Pimpinan DPR telah menerima surat dari Pimpinan Panitia Khusus Hak Angket terkait Tugas dan Wewenang KPK, untuk mengirimkan surat pemanggilan kepada...

Menteri Natsir Jelaskan Tujuan dan Cara Merger Kampus Swasta

Jakarta, 17/7 - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Natsir menegaskan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus segera melakukan merger agar efisien dan mampu...

Pidato Jokowi di Paris Bertolak Belakang dengan Kenyataan

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan pidatonya mengenai isu perubahan iklim dan lingkungan pada perhelatan Conference of Parties 21 di Paris, Perancis. Namun, isi pidato...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) didampingi Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarief Widjaja (kiri) menyimak pertanyaan anggota Komisi IV saat rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/1). Raker tersebut membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) perlindungan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) didampingi Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarief Widjaja (kiri) menyimak pertanyaan anggota Komisi IV saat rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/1). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan penolakan investasi perikanan tangkap dibuka ke asing. Pasalnya, pihaknya mengikuti Daftar Negatif Investasi (DNI) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kita sudah kerja sama dengan BKPM. Kita menolak perikanan tangkap karena masuk DNI,” kata Susi dalam rapat kerja dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Senayan, Jakarta, Senin (1/2).

Dia menjelaskan jika investasi perikanan tangkap dibuka untuk asing, yang diuntungkan adalah pihak asing. Seharusnya penangkapan perikanan digunakan untuk kebangkitan industri kemaritiman nasional, termasuk dalam perkapalan.

Susi merasa aneh bahwa aturan tentang investasi asing dapat terbuka untuk asing, sedangkan untuk cold storage (tempat pendingin guna menyimpan hasil tangkapan) harus untuk pihak dalam negeri. Padahal, lanjutnya, cold storage bisa terbuka untuk investasi asing karena Indonesia dinilai masih memerlukan teknologinya. Karena itu, KKP mengusulkan pembukaan kepemilikan asing hingga 100 persen di sektor industri pengolahan perikanan.

Seperti diketahui, kepemilikan asing dalam sektor pengolahan ikan dibatasi cuma 40% berdasarkan ketentuan DNI. Seharusnya sektor penangkapan ikan yang ditutup buat asing, bukan industri pengolahan. Namun, aturan di Indonesia membolehkan kapal asing menangkap ikan dan membatasi asing di pengolahan ikan.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasludin meminta Menteri Susi Pudjiastuti melibatkan BKPM dalam pasal perikanan tangkap ditutup ke asing dan industri pengolahan perikanan dibuka 100% kepada asing. “Kalau strategis, libatkan semua stakeholders. Pasal perikanan tangkap ditutup ke asing itu harus dibahas dengan BKPM dulu. Jangan mengambil keputusan sendiri,” kata Andi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim mengatakan, pelaku bisnis banyak di sana (DPR) sehingga banyak kritik terhadap berbagai program Menteri Susi. Namun, pasal dibukanya industri pengolahan perikanan 100% kepada asing dinilai cukup fatal.

“Pasal ini cukup fatal. Industri pengolahan ikan dibuka seluas-luasnya bagi investasi asing, seolah-olah industri dalam negeri tidak bisa mengolahnya,” ujar Halim. “Cukup keliru dibuka 100%,” kata Halim.

Dia menambahkan seharusnya KKP mendorong industri pengolahan ikan untuk menggarap peluang tersebut bersama-sama. Pelaku industri skala kecil (nelayan dan pengasapan ikan) bekerjasama dengan skala menengah. Kemudian pelaku industri skala besar menjalin kerjasama sehingga dari tingkat paling rendah mendapat kesejahteraannya.

Kalau dibuka 100% ke asing, pihaknya menilai, pengolahan perikanan skala kecil akan tegusur dan tidak ada ruang lagi bagi mereka. Bahkan bukan tidak mungkin mematikan sektor pengolahan perikanan skala kecil. “Menarik investasi asing bagi pelaku usaha kecil itu merugikan.”

Selain itu, Kiara menilai pernyataan Menteri Susi soal merujuk DNI dalam pembukaan dan penutupan ke asing sebagai langkah cuci tangan. Dengan demikian, tanggung jawab KKP dialihkan ke BKPM. “Atas nama investasi asing, izin investasi melalui BKPM. Padahal izin itu juga ada di tangan Menteri Susi,” kata Halim.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Daniel Dhakidae, Kekuasaan dan Pelanggaran HAM

“Kekuasaan yang tidak memiliki kehormatan, tidak akan pernah mampu menghadirkan keadilan.” Ungkapan yang keras, menohok hati itu diucapkan oleh Bung Daniel Dhakidae awal tahun 2020...

Generasi Z dan Radikalisme Beragama

Peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Kota Makassar pada 28 Maret 2021 lalu, menggegerkan masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena jenis ledakan yang masuk kategori...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Dua Sisi Media Digital Terhadap Budaya Lokal

Mari kita mulai membaca dan sambil memperhatikan sekitar kita tentang Media,Budaya, dan Jati Diri. Mungkin kita sudah mengetahui istilah Globalisasi. Globalisasi itu ditandai dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.