Rabu, April 21, 2021

Menkominfo Ajak Tokoh Agama Tangani Konten Negatif di Media Sosial

PTUN Kabulkan Gugatan Retno Listyarti atas Ahok

Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta mengabulkan gugatan mantan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 3 DKI Jakarta Retno Listyarti terhadap Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan...

Penyewaan Pulau Terluar Menyalahi Konstitusi

  Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah berencana menyewakan pulau-pulau terluar Indonesia. Sebanyak 31 pulau rencananya akan disewakan kepada investor hingga puluhan tahun lamanya. Keputusan pemerintah...

Komisaris BUMN Dorong Bentuk Holding Group

Forum Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan perusahaan pelat merah memiliki kekuatan ekonomi luar biasa jika dikelola dengan baik. Karena itu, pihaknya meminta...

Kepolisian dan Kejaksaan Tak Boleh Ulur Kasus Freeport

Kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia masih terus bergulir. Alih-alih mengungkap tuntas...

Menkominfo Rudiantara (kiri) Menristek Muhammad Nasir (tengah) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengikuti acara deklarasi antiradikalisme di Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/7). ANTARA FOTO/Agus Bebeng/pd/17

Jakarta, 27/7 – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersafari menemui para pemuka berbagai agama guna membahas penanganan konten negatif di media sosial.

“Konten negatif tidak bisa hanya melalui pemblokiran, di hilir itu seperti menyembuhkan orang sakit disuntik dikasih obat dan sebagainya, kita harus ke hulu bagaimana membuat orang sehat, nah ini salah satu upayanya adalah melalui pendekatan tokoh-tokoh agama,” katanya di Jakarta, Kamis.

Ia menyakini pendekatan kemasyarakatan dapat lebih efektif utamanya dari para pemuka agama mengingat masyarakat Indonesia agamis.

“Saya yakin dari sisi agama tidak ada yang menganjurkan untuk katakanlah melemparkan konten-konten negatif di media sosial, pasti itu, saya yakin sebagai masayrakat yang beragama akan mendengar apa kata kyai, ustadz, pendeta, biksu, pandito,” katanya.

Ia mengatakan, setelah sebelumnya melakukan safari ke tokoh-tokoh umat Islam dalam penanganan konten negatif dan direspon positif dengan diterbitkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam bermedia sosial, kini upaya pendekatan ke pemuka-pemuka agama lainnya juga dilaksanakan, baik Katolik, Kristen, Hindu dan Budha.

“Saya juga sudah berbicara dengan Uskup Jakarta yang nanti akan pertemuan uskup-uskup di Jakarta, kemudian saya juga hari ini mau ke Ketua Parisada Hindu, juga nanti dengan PGI, dan lainnya,” katanya.

Dengan demikian, ia berharap bahwa penanganan konten negatif di internet nantinya dapat dilakukan lebih efektif.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

ARTIKEL TERPOPULER

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila

Bulan suci ramadhan tinggal menghitung hari. Pemerintah akan segera menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1440 H. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia...

Kartini Masa Kini

Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh bangsa Indonesia. Tanggal tersebut merupakan tanggal lahir R.A. Kartini pahlawan yang berjuang untuk emansipasi wanita....

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.