Jumat, April 23, 2021

KPK Dinilai Sulit Ungkap Kasus BLBI

Setara Institute: Program Deradikalisasi Tak Membuahkan Hasil

Setara Institute menilai program deradikalisasi oleh pemerintah terhadap pelaku teroris yang tertangkap tidak membuahkan hasil. Sebab, metode deradikalisasi itu mustahil mengubah pelaku teoris karena...

Ryan Thamrin, Pembawa Acara dr. Oz, Meninggal Dunia

Jakarta, 4/8 - Ryan Thamrin, dokter yang dikenal sebagai pembawa acara kesehatan Dr. Oz di salah satu stasiun televisi, tutup usia pagi ini. Ia...

Jusuf Kalla: Diaspora Indonesia Jangan Seperti Johannes Marliem

Jakarta, 21/8 - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para Diaspora Indonesia di seluruh dunia agar tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan negara triliunan...

Pembangunan Gedung DPD Dinilai Mendesak

Jakarta, 15/8 - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang menilai pembangunan gedung DPD sangat mendesak untuk menunjang kinerja lembaga tersebut dalam menyalurkan...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. The Geotimes/Reja Hidayat
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). The Geotimes/Reja Hidayat

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyatakan penegak hukum akan sulit mengungkap kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pasalnya, kasus tersebut melibatkan kelompok kuat dalam perekonomian Indonesia.

“Besarnya dampak perekonomian negara yang menyebabkan kasus BLBI tidak akan terungkap,” kata Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Apung Widadi, kepada Geotimes di Jakarta. “Jika diganggu, maka feed back-nya adalah ancaman krisis dan defisit anggaran. Bahkan memiliki dampak yang lebih luas terhadap kerugian negara.”

Dia menambahkan, kalau kasus anggaran barang, jasa, dan suap sangat mudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, hanya melibatkan kelompok kecil. Akan tetapi kasus BLBI melibatkan kelompok besar yang strukturnya berada dalam struktur perekonomian Iindonesia. Baik di sektor perbankan, jasa, dan pembangunan.

“Diduga obligator-obligatornya orang itu juga. Sekarang bercokol pada kolongmerat Indonesia,” ujar Apung. Kemudian, dia menambahkan, kalau kasus ini diungkap, ada kemungkinan para politisi akan melemahkan KPK melalui undang-undang.

Selain itu, Apung menyebutkan bahwa KPK memiliki target menyelesaikan kasus BLBI sebelum kadarluasa pada Februari 2016. Namun, target tersebut tidak akan terealisasi karena terjadi penggembosan di internal KPK. Salah satu orang yang konsen pada kasus BLBI adalah jaksa Yudi Kristiana yang ditarik oleh Kejaksaan Agung. Padahal, Yudi mempunyai konsep untuk menyelesaikan kasus BLBI.

“Penarikan Yudi ini adalah salah satu bukti untuk menggembosi target KPK dalam menyelesaikan kasus BLBI. Itu yang sekarang terjadi. Hampir 15 tahun komitmen penuntasan BLBI bukan kepada penegak hukum, tapi komitmen ekonomi politik rezim,” ujar Apung.

Terkait revisi Undang-Undang KPK, Apung mencermati beberapa poin. Menurut dia, penyadapan dan pencegahan tidak memiliki korelasi dalam kasus BLBI. Menurutnya, surat penghentian penyidikan perkara (SP3) merupakan korelasi yang tepat dalam kasus BLBI. Sebab, ketika kasus ini kadarluasa dan tidak memiliki bukti hukum yang konkret, kasus ini dihentikan dengan SP3.

“SP3 bukan hanya kasus kecil, tapi kasus besar seperti BLBI. Artinya, secara hukum UU KPK baru akan melegalkan kasus BLBI berhenti,” kata Apung. “Tak hanya itu, secara paket ekonomi, UU Pengampunan Pajak akan memberikan karpet merah kepada pelaku kejahatan dan membawa uang tersebut masuk ke Indonesia. Jadi, dua paket ini menyempurnakan kejahatan korupsi ekonomi di Indonesia, apabila di kemudian hari disahkan DPR dan pemerintah.”

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.