Jumat, April 23, 2021

Jaringan Intelektual Berkemajuan: Ekonomi Kreatif yg Berkepribadian dalam Kebudayaan

Tren Plesir Setelah Wabah Berakhir

Siapa yang bisa mengelak kalau pandemi virus Corona telah mengubah banyak hal termasuk dalam hal plesiran. Sektor pariwisata termasuk yang paling awal terkena dampak,...

Zelotisme Dunia Pertelevisian Indonesia

Hiruk pikuk kehidupan modern saat ini semakin menjadi permasalahan yang sangat rumit, sehingga sampai saat era digital seperti ini manusia tidak pernah berhenti untuk...

Kyai Ma’ruf Amin Menguntungkan Prabowo?

Kita bayangkan andai Prof. Mahfud MD benar-benar mendampingi Jokowi sebagai cawapres. Siapapun kiranya cawapres yang digandeng Prabowo, rasanya tidak akan begitu signifikan mendongkrak elektabilitas....

Prinsip Business Judgement Rule Bagi Direksi Perusahaan

Beberapa waktu lalu setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan di pengadilan, akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara dan denda 1...
Redaksi
Redaksi

Jakarta – Industri dan ekonomi kreatif Indonesia makin kokoh sebagai penopang ekonomi terpenting di luar migas. Demikian diungkapkan Koordinator Nasional Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB) Dr. Abdullah Sumrahadi pada diskusi dan deklarasi JIB untuk Jokowi di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jum’at, 12 April 2019.

Dalam diskusi bertema “Industri dan Ekonomi Kreatif untu Kemajuan Budaya” selain Abdullah, turut menjadi pembicara dan deklarator JIB Budayawan Riki Dhamparan Putra, Dina Afrianty Ph.D Reseach fellow di La Trobe university, Peneliti Senior MAARIF Institute David Krisna Alka, Intelektual Muda Muhammadiyah Hamzah Fansuri, dan Tokoh Seni Heru Joni Putra.

Menurut Abdullah, sektor kreatif kita berkembang sesuai percepatan teknologi dan aplikasi.

“Presiden Jokowi selama pemerintahannya telah membuktikan konsistensi dan ketepatan visi ekonomi untuk membangun ekonomi di bidang ini. Ia telah menjadi tipe ideal seorang pemimpin yang akrab dengan dunia kreatifitas dan memiliki visi yang jelas dalam pembangunan ekonomi kreatif” ungkapnya.

Atas dasar itu, tambah Abdullah, Jaringan Intelektual Berkemajuan menyatakan dukungan kembali pada Bapak Ir.Joko Widodo untuk menjadi Presiden RI periode 2019-2024.

“Kami mendoakan beliau tetap sehat dan terpilih sebagai pemenang dalam Pemilu Pilres yang akan dilangsungkan 17 April 2019” tegasnya.

Tokoh Seni Heru Joni Putra menilai program kebudayaan di era Jokowi, jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Yang jelas, UU Pemajuan Kebudayaan adalah prestasi tak terbantahkan dalam pemerintahan Jokowi, di bawah Kemendikbud RI” tegasnya.

Intelektual Muda Muhammadiyah Hamzah Fansuri menegaskan dengan perhatian yang tinggi pada pertumbuhan ekonomi berbasis digital, Jokowi tidak hanya membuktikan bahwa ekonomi baru ini telah berhasil menyumbang dampak secara nasional terutama menggairahkan industri dan ekonomi kreatif yang digawangi oleh kaum milenial.

“Jokowi juga tak pernah mengabaikan unsur kebudayaan sebagai identitas kebangsaan yang memang niscaya berelasi dengan aktivitas ekonomi kreatif” ungkap Hamzah.

Budayawan Riki Dhamparan Putra menilai pentingnya kebijakan yang tepat bagi mendukung perkembangan bisnis kreatif.

“Pilihan pemerintah untuk menjadikan sektor ini sebagai prioritas primadona ekonomi kerakyatan memang tak keliru.
Kekayaan budaya, keragaman kreatifitas, geografi Indonesia menjadi modal kuat untuk mengembangkan industri dan ekonomi kreatif Indonesia di masa depan” pungkasnya.

Redaksi
Redaksi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.