Jumat, Maret 1, 2024

Warga Indonesia Diharapkan Tertib Merayakan Malam Takbiran

ilustrasi : Anak-anak membawa lampion saat mengikuti takbiran keliling di Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (16/7). Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H yang jatuh pada hari Jumat 17 Juli 2015 ribuan umat muslim kota Mataram memadati jalan-jalan protokol di kota Mataram sambil melakukan takbiran keliling/ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi.
ilustrasi : Anak-anak membawa lampion saat mengikuti takbiran keliling di Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (16/7). Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H yang jatuh pada hari Jumat 17 Juli 2015 ribuan umat muslim kota Mataram memadati jalan-jalan protokol di kota Mataram sambil melakukan takbiran keliling/ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi.

Penetapan pemerintah mengenai 1 Syawal 1436 Hijriah jatuh pada esok hari, yakni hari  Jumat 17 Juli 2015,  pemerintah memperingatkan warga Indonesia terutama umat muslim agar bisa tertib dalam merayakan tradisi  malam takbiran keliling.

“Kalau mau mengadakan konvoi atau pawai, mohon tertib. Jangan ganggu ketertiban umum. Jangan sampai larut malam karena yang utama adalah sholat Ied sama-sama besok pagi,” kata Menteri  Agama, Lukman Hakim Saifuddin , saat konferensi pers di Kemenag, Jakarta, Kamis (16/7).

Ia juga bersyukur karena Hari Raya Idul Fitri tahun ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh hampir seluruh umat Muslim Indonesia. Berbeda dengan tahun lalu di mana terjadi perbedaan Lebaran, terutama versi pemerintah dan Muhammadiyah.

“Seluruh umat Islam akan bersama-sama merayakan 1 Syawal dan sama-sama sholat id besok pukul tujuh pagi. Tentu kami berterima kasih kepada peserta sidang isbat,” kata dia.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, juga menilai takbir keliling diperbolehkan untuk dilakukan. Namun tidak dengan konvoi kendaraan yang mengatasnamakan takbiran namun berisi kegiatan hura-hura.

Takbir keliling menurut Khofifah adalah tradisi khas masyarakat Indonesia dalam menyambut lebaran. Tradisi tersebut merupakan wujud kebahagiaan setelah berhasil melakukan puasa selama sebulan. Oleh karena itu takbir keliling seharusnya dimaknai dengan tepat dan jangan sampai dinodai dengan hal-hal tidak terpuji.

Upaya pengamanan di DKI Jakarta akan kegiatan takbiran tersebut , Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta (Kapolda Metro Jaya), Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian,  telah memerintahkan polisi tindak bukti pelanggaran (Tilang) terhadap pengendara sepeda motor yang ikut pawai takbiran tanpa menggunakan helm.

“Kita juga menertibkan para pengendara takbir keliling yang melanggar ketentuan lalu lintas,” kata Tito.

Tito mencontohkan pengendara pawai takbiran yang melanggar aturan lalu lintas seperti tidak mengenakan helm, naik di atas mobil terbuka atau menumpang motor lebih dari dua orang.
Petugas kepolisian akan memberikan teguran bahkan tilang terhadap pengendara yang melanggar aturan sehingga berpotensi terjadi kecelakaan.

Dengan adanya tindakan pengamanan tersebut, ia mengharapkan pengguna jalan bertindak santun agar tidak mengancam keselamatan jiwa orang lain.

Tito menghimbau pula warga yang berasal dari Depok, Bekasi, Bogor Jawa Barat maupun Tangerang, Banten agar merayakan malam takbiran di wilayahnya masing-masing. Kedatangan warga pendatang akan berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas saat perayaan malam takbiran. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.