Selasa, Juni 15, 2021

Vonis Ringan Bagi Pelaku Perdagangan Satwa yang Dilindungi

Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Merak

Pemudik kendaraan pribadi di lima dermaga Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pada H-4 atau Senin padat, tetapi arus lalu lintas berjalan lancar. Berdasarkan pantauan, ribuan kendaraan...

Sejumlah Pelabuhan di Riau Diawasi

Menteri Kesehatan Prof Nila Djuwita F Moeloek menyatakan, pihaknya memperkuat pengawasan di beberapa pelabuhan di Kepulauan Riau untuk mengantisipasi penyebaran virus Mers. "Tanjungpinang, Batam dan...

Menhub Elak Batasi Penjualan Tiket

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pihaknya tidak melakukan pembatasan penjualan tiket kapal laut. Ia menegaskan hanya melakukan pembatasan penumpang berdasarkan kelaikan kapal laut. Ia tetap...

Menkominfo Resmikan Layanan 4G LTE

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, hari ini meresmikan komersialisasi layanan 4G LTE pada frekuensi yang dimiliki lima operator telekomunikasi yaitu PT XL Axita Tbk,...

etugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kementerian Kehutanan memperlihatkan barang bukti paruh burung Rangkong Gading (hewan dilindungi) di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6). Petugas Kementerian Kehutanan berhasil menangkap dua orang tersangka perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Langkat beserta 12 paruh burung Rangkong Gading senilai Rp 120 juta. ANTARA FOTO/Septianda Perdana
etugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kementerian Kehutanan memperlihatkan barang bukti paruh burung Rangkong Gading (hewan dilindungi) di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6). Petugas Kementerian Kehutanan berhasil menangkap dua orang tersangka perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Langkat beserta 12 paruh burung Rangkong Gading senilai Rp 120 juta. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Perkumpulan para aktivis pemantau perdagangan satwa liar Perkumpulan Scorpion menganjurkan pengadilan memvonis pelaku perdagangan satwa liar yang dilindungi undang-undang dengan hukuman maksimal.

“Perdagangan satwa liar yang dilindungi cukup marak di sejumlah kota di Indonesia karena ringannya vonis yang diberikan pengadilan kepada pelaku,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan Scorpion Marison Guciano, di Jakarta, Rabu.

Menurut Marison banyak kasus pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi di sejumlah kota di Indonesia, tapi vonis yang diberikan pengadilan sangat ringan.

Kasus terbaru yang terjadi pada pekan ini. Kepolisan berhasil menangkap dua pedagang satwa liar yang dilindungi yakni, satu orang di Surabaya berinisial PAS yang hendak memperdagangkan secara online burung elang dari berbagai jenis serta satu orang lagi di Bogor berinisial YJ.

Dari YJ kepolisian menyita sejumlah satwa-satwa liar antara lain, pyton hijau Papua 30 ekor, biawak deoranus satu ekor, biawak hijau Papua tiga ekor, dan seekor kadal payung.

“Pengadilan hendaknya memberikan hukuman maksimal kepada pelaku perdagangan satwa liar yang dilindungi. Selama ini, pelaku perdagangan satwa liar sering divonis terlalu ringan, rata rata kurang dari 1 tahun,” katanya.

Berdasarkan Undang-Undang tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem, setiap orang dilarang menangkap hewan/satwa yang dilindungi dan bagi siapa yang melanggarnya, telah melakukan tindak pidana dengan ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Ketua Komunitas Indonesian Friends of The Animals (Ifota) itu mengimbau kepolisian agar berperan lebih aktif terhadap tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi.

“Kepolisian tidak perlu menunggu laporan dari masyarakat, tapi bisa menyelidiki langsung di pasar-pasar satwa liar, seperti di pasar burung Jatinegara Jakarta,” katanya.

Menurut Marison, dari investigasi yang dilakukan tim Scorpion di beberapa pasar burung, dalam sebulan terakhir, menemukan banyak satwa liar yang dilindungi diperjual belikan secara bebas, seperti burung elang, jalak bali, dan landak.

Perkumpulan Scorpion sudah melaporkan penjualan satwa liar yang dilindungi kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam, tetapi belum mendapatkan tanggapan. (Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

McDonalds dan “The BTS Meal”

Belum lama ini, perusahaan ternama di dunia yaitu McDonalds (Mcd) mengeluarkan menu terbarunya, yakni “The BTS Meal” yang terdiri dari Mc Chicken Nugget, French...

Kenapa Kuliah Gratis?

Buku dan pena adalah senjata terbaik melawan kemiskinan ~ Malala Yousafzai Memberi bekal dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan adalah cara terbaik menolong orang untuk keluar...

Buya Syafii Maarif, Harapan Terus Ada

Siapa yang tidak tahu Buya Ahmad Syafii Maarif ini. Tokoh Muhammadiyah dan tokoh nasional penting yang masih tersisa pada zaman ini. Mestinya, orang seperti...

Menakar Komunikasi Persuasi Pemerintah dalam Menghadapi Pandemi

Pada awal tahun 2020, pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa virus baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut coronavirus disease 2019 (Covid-19) masuk...

BTS Meals dan Cerita Kuatnya Soft Power

BTS Meal merupakan sebuah menu paket makanan hasil kolaborasi antara salah satu franchise makanan cepat saji besar di dunia yakni McDonald's atau biasa dikenal...

ARTIKEL TERPOPULER