Selasa, Mei 18, 2021

Venezuela Tarik Duta Besarnya dari Guyana

Ratusan Penerbangan di Bali Dibatalkan

Ratusan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, dibatalkan karena abu vulkanik Gunung Raung kembali mengarah ke Pulau Dewata. "Di udara debu bertebaran...

Kementerian Perhubungan Pugar 3 Stasiun di Jabodetabek

Setelah Stasiun Palmerah, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berniat melakukan revitalisasi sejumlah stasiun yang dilintasi oleh Kereta Rel Listrik (KRL). Pemugaran dilakukan agar pengguna KRL...

Komitmen Seorang Basuki

                Oleh Jeffrie Geovanie* Penegasan antikorupsi bagi seorang pemimpin sangat penting, karena dengan cara itulah ia bisa dihormati. Seorang pemimpin harus memiliki komitmen jelas untuk menjaga keutuhan...

Bocornya Kawat Diplomatik Saudi

  Diduga menyebarkan Wahabisme dan menjatuhkan Suriah. Wikileaks kembali membuat heboh publik di internet setelah merilis kawat diplomasi yang berkaitan dengan isu-isu sektarian. Indonesia dan Suriah...

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) tiba di pertemuan nasional di Karakas, Senin (6/7). Dalam pertemuan tersebut Maduro mengatakan ia memanggil duta besar negera tetangga Guyana untuk konsultasi di tengah meningkatnya pekerjaan eksplorasi minyak di wilayah lepas pantai sengketa. Exxon Mobil Group mengatakan menemukan minyak di lepas pantai Guyana, memicu keluhan dari Karakas bahwa Guyana secara tidak adil mengeksploitasi wilayah sengketa yang seharusnya dinegosiasikan melalui mekanisme yang dibentuk dengan kesepakatan 1966 di Jenewa. Pemerintah baru Guyana telah menyerang keputusan teritorial berikutnya oleh Maduro sebagai upaya menganeksasi perairan tersebut setelah adanya penemuan minyak. ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Dan Lopez
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) tiba di pertemuan nasional di Karakas, Senin (6/7). Dalam pertemuan tersebut Maduro mengatakan ia memanggil duta besar negera tetangga Guyana untuk konsultasi di tengah meningkatnya pekerjaan eksplorasi minyak di wilayah lepas pantai sengketa. Exxon Mobil Group mengatakan menemukan minyak di lepas pantai Guyana, memicu keluhan dari Karakas bahwa Guyana secara tidak adil mengeksploitasi wilayah sengketa yang seharusnya dinegosiasikan melalui mekanisme yang dibentuk dengan kesepakatan 1966 di Jenewa. Pemerintah baru Guyana telah menyerang keputusan teritorial berikutnya oleh Maduro sebagai upaya menganeksasi perairan tersebut setelah adanya penemuan minyak. ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Dan Lopez

Presiden Venezuela, Senin, kemarin mengatakan menarik duta besar untuk Guyana untuk konsultasi, saat sengketa perbatasan di antara kedua negara itu semakin meningkat menyusul temuan ladang minyak lepas pantai.

Presiden Nicolas Maduro mengatakan memutuskan mengurangi jumlah petugas kedutaan di Guyana dan memerintahkan pengkajian ulang hubungan dengan tetangganya di sebelah timur itu.

Sebelumnya, Guyana memperingatkan Venezuela mengenai peningkatan konflik perbatasan, setelah Venezuela mengklaim perairan lepas pantai wilayah Essequibo.

Maduro menyatakan bahwa Guyana memprovokasi Venezuela dengan dukungan Amerika Serikat.

“Semuanya adalah bagian dari rencana provokasi yang mendapatkan dukungan kuat serta pendanaan dari perusahaan minyak, Exxon Mobil, pelobi-pelobi ulung di Washington, dan badan-badan Amerika, termasuk Pentagon,” kata Maduro dalam pidato di televisi mengenai konflik tersebut.

Sengketa itu muncul menjelang pemilihan anggota parleman pada Desember dengan Maduro menghadapi penurunan tajam ketenaran, melonjaknya inflasi, dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok. Ia seringkali menuding Amerika Serikat berkonspirasi melawannya.

Guyana dan Venezuela saling tuduh atas kawasan Essequibo yang disengketakan, yang mencakup dua pertiga dari wilayah Guyana seluas 215 ribu km persegi.

Venezuela mengklaim wilayah yang membentang dari ujung timur negara itu hingga sungai Essequibo, dan semua wilayah perairan lepas pantai itu.

Guyana yang merupakan bekas koloni Inggris mengatakan sengketa perbatasan itu telah diselesaikan pada tahun 1899 oleh mahkamah arbitrase.

Setelah Venezuela menggambar ulang perbatasan di kawasan itu untuk memasukkan sumber minyak yang ditemukan di lepas pantai dari Georgetown, Guyana pun meminta PBB untuk menyelesaikan konflik itu.

Jika Venezuela menang, mereka bisa mengambil alih lebih dari setengah wilayah Guyana. (Antara/AFP)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.