Sabtu, Mei 25, 2024

Tiongkok Bantah Tuduhan Turki Soal Pembatasan Puasa

Muslim di Tiongkok/UNIQPOST.COM
Muslim di Tiongkok/UNIQPOST.COM

Kementerian Luar Negeri Tiongkok membantah telah membatasi kebebasan beragama yang dituduhkan Turki baru-baru ini yang merespon laporan bahwa suku muslim Uighur dilarang beribadah dan menjalankan puasa selama Ramadhan.

Pemerintah daerah Xinjiang meningkatkan pengawasan terhadap masyarakat Uighur Turki menjelang dan selama Ramadan, termasuk pembatasan puasa.

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan prihatin dengan laporan tersebut dan melaporkannya ke Duta Besar Tiongkok di Ankara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan Tiongkok ingin memiliki hubungan baik dengan Turki.

“Tiongkok menuntut Turki untuk mengklarifikasi laporan itu dan kami menyatakan prihatin tentang pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki tersebut,” kata Hua dalam konferensi pers harian.

“Anda harus tahu bahwa semua orang dari Xinjiang menikmati kebebasan beragama yang diberikan kepada mereka melalui konstitusi negara kami,” katanya.

Ia juga berharap bahwa pemerintah Turki bisa memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok untuk menjamin pengembangan kelancaran hubungan kedua negara.

Ramadhan adalah waktu yang sensitif di Xinjiang menyusul meningkatnya serangan di mana pemerintah Tiongkok telah menyalahkan militan Islam selama tiga tahun terakhir yang mengakibatkan ratusan warga tewas dalam kekerasan itu.

Pada bulan lalu, media setempat dan laman milik pemerintah di Xinjiang menerbitkan dan memberitahukan secara resmi untuk menuntut anggota partai, Pegawai Negeri Sipil, siswa, dan guru untuk tidak menjalankan puasa dan ibadah Ramadhan seperti yang terjadi juga pada tahun lalu.

Partai Komunis Tiongkok menyatakan akan melindungi kebebasan beragama tetapi tetap mempertahankan pegangan erat pada kegiatan keagamaan dan memungkinkan hanya resmi diakui oleh lembaga keagamaan untuk mengoperasikannya.

Jumlah warga suku muslim Tiongkok sekitar 20 juta orang, yang tersebar di seluruh wilayah di Tiongkok, tetapi hanya sebagian dari mereka berasal dari Uighur dan berbahasa Turki. (Antara/Reuters)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.