Sabtu, Mei 25, 2024

Rumah Komunitas di Cam Thanh

Bangunan-bangunan di Cam Thanh Comunity Center/CAM THANH COMUNITY/HOANG THUC HAO
Bangunan-bangunan di Cam Thanh Comunity Center/CAM THANH COMUNITY/HOANG THUC HAO

Digunakan untuk rapat, pameran, hingga taman bermain anak.

Selain Hanoi, Vietnam juga punya destinasi wisata lain, yakni Hoi An. Ini adalah kota pelabuhan tua yang dulu pernah menjadi salah satu pelabuhan utama di Vietnam. Kota ini juga merupakan kota yang dilindungi oleh UNESCO. Menawarkan bangunan-bangunan klasik yang masih terawat, kota ini menjadi salah satu destinasi wisata menarik.

Melangkah ke arah tenggara Hoi An, ada Distrik Cam Thanh. Meski tak sepopuler Hoi An, ada banyak hal menarik di sana. Ada hutan bakau, pedesaan yang tenang, dan jalur-jalur sungai yang tertata apik.

Sayang, Cam Thanh masih punya banyak permasalahan. Antara lain kurangnya koneksi antara warga desa dan pusat pariwisata, serta perubahan iklim yang terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Kini Cham Thanh kerap dilanda suhu panas, angin topan, hingga naiknya air laut.

Untuk mengatasi masalah kompleks ini, dibangunlah Cam Thanh Community Centre. Kompleks ini diharapkan bisa menjadi titik temu antara warga desa, wisatawan, sekaligus menjadi salah satu pemicu kesadaran lingkungan di Cham Thanh.

“Meski punya potensi wisata yang besar, karena permasalahan ekologis dan sumber daya manusia, Cam Thanh masih tetap menjadi area miskin dengan standar hidup rendah,” kata biro arsitektur 1+1>2 yang merancang kompleks ini.

“Kurangnya hubungan antara Cam Thanh dan Hoi An sebagai pusat wisata, menyulitkan warga untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi lokal.”

Kompleks ini memiliki tiga bangunan. Semuanya dihubungkan dengan jalur penghubung yang lapang dan fleksibel. Dengan menggunakan partisi yang bisa dimodifikasi, membuat gedung ini seperti disekat, namun terhubung sekaligus bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti rapat, pameran, hingga acara besar.

Selain itu, ada ruangan untuk kegiatan komunitas. Termasuk satu ruang perpustakaan, kafe, dan taman bermain anak.

Bangunan-bangunan di kompleks ini kebanyakan berbahan baku bambu. Di bagian atap, rangka bambu dipadukan dengan helai daun nyiur. Penambahan daun nyiur sebagai penghalang air hujan sekaligus mengarahkan air hujan langsung ke taman. Air hujan juga akan ditampung untuk berbagai keperluan seperti mengairi taman atau untuk air toilet.

Untuk bagian taman, 1+1>2 menanam banyak pohon Areca, salah satu jenis palem yang banyak terdapat di area tropis. Selain itu, di beberapa titik ada kebun sayuran.

Halaman kompleks ini terbuka. Mengadaptasi kebanyakan struktur rumah tradisional Vietnam yang berhalaman terbuka. “Halaman terbuka ini mengambil bentuk dari rumah klasik di Hoi An, yang memaksimalkan ventilasi.”

Dinding bangunan terbuat dari adobe brick atau batako yang dikeringkan dengan sinar matahari, bukan dengan perapian. Penggunaan adobe brick jenis ini bisa membuat aliran udara di sekitar ruangan lebih lancar. Agar lebih kuat dan stabil, dinding dibuat dengan bata dobel. Ini penting karena Cam Thanh kerap dilanda angin topan. Struktur bangunan kuat jelas sangat diperlukan.

Supaya sinar matahari tidak terlalu terik, ada tanaman menjulur yang terbentang dari pepohonan di depan bangunan hingga pintu yang memberikan kesan teduh. Jendela bangunan juga sengaja dibuat agak tinggi agar mengurangi sinar matahari secara langsung. Namun, jendela tetap dibuat lebar dan besar agar memaksimalkan cahaya alami.

Secara umum, struktur bangunan di kompleks ini sederhana. Namun, yang patut dipuji adalah penggunaan bahan alami dari lokal, juga adaptasi arsitektur tradisional Hoi An.

Ciri khas 1+1>2 juga masih bisa dilihat jelas dalam bangunan ini. Hingga sekarang, biro arsitek 1+1>2 ini memang lebih menonjolkan penggunaan bambu sebagai material bangunan.

Ini tampak dari karya-karya mereka terdahulu. Misalnya The Bottle Seedling Houseyang dibangun di Distrik Do Son, Hai Phong, Vietnam. Bangunan ini memadukan botol bekas dan bambu.

Penggunaan bambu sebagai material utama adalah pilihan tepat. Bambu merupakan material yang fleksibel, lentur, namun memiliki kekuatan besar. Karena itu, untuk beradaptasi dengan konteks dan kondisi lokal, biro 1+1>2 menggunakan banyak bambu.[*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.