Jumat, Maret 1, 2024

Pertumbuhan Triwulan III Lebihi 5 Persen

Ilustrasi suasana proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (6/5). Bank Indonesia memprediksikan pada kuartal II pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin prospektif dan lebih baik dibandingkan kuartal I 2015 sebesar 4,7 persen atau yang paling rendah sejak tahun 2009. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A/ss/nz/15
Ilustrasi suasana proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (6/5). Bank Indonesia memprediksikan pada kuartal II pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin prospektif dan lebih baik dibandingkan kuartal I 2015 sebesar 4,7 persen atau yang paling rendah sejak tahun 2009. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A/ss/nz/15

Ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandi, memperkirakan ekonomi Indonesia triwulan III berpeluang tumbuh di atas 5,0 persen jika realisasi belanja pemerintah optimal. “Itu yang bisa memulihkan konsumsi,” katanya di Jakarta, Selasa.

Sepanjang semester I, konsumsi domestik, baik konsumsi swasta maupun konsumsi rumah tangga masih lesu. Jika rencana pemerintah dalam “mengebut” eksekusi program dan proyek-proyek infrastruktur terealisasi pada semester II, dia mengestimasi pertumbuhan ekonomi di triwulan III dan IV bisa berada di rentang 5,0-5,2 persen.

Menurut dia, alokasi belanja modal untuk infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan 2015 senilai Rp 290,3 triliun. Jumlah tersebut terbesar dalam lima tahun terakhir. “Seharusnya dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan Produk Domestik Bruto,” katanya.

Namun lambannya realisasi belanja modal tersebut yang terjadi hingga penghujung semester I, sehingga akan memperkecil kontribusi belanja infrastruktur tersebut bagi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun perkiraan pemerintah bahwa 90 persen dari belanja modal tersebut akan teralisasi tahun ini, Eric menyangsikan efeknya terhadap target pertumbuhan ekonomi pemerintah sesuai asumsi di APBN-P 2015 sebesar 5,7 persen, Eric memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,9 persen. “Sayang, ‘timing’-nya terlambat untuk mengoptimalkan belanja infrastruktur itu,” katanya.(ANTARA)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.