Minggu, Juli 21, 2024

Pemerintah Diminta Waspada Kerja Sama Telkom dengan Asing

Gedung Telkom Indonesia
Ilustrasi Gedung PT Telkom Indonesia di Jakarta/ANTARA FOTO

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara diminta waspada terhadap aksi korporasi yang dilakukan salah satu BUMN yakni PT Telkom Indonesia. Sebab, perusahaan plat merah itu banyak melakukan aksi korporasi dengan bekerja sama pada pihak-pihak asing.

Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Azam Azman Natawijana, mengatakan sah-sah saja PT Telkom melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan dari pihak asing. Namun, tentunya pemerintah juga harus berhati-hati terhadap kerja sama ini. Jangan sampai kerja sama ini justru menimbulkan hilangnya aset-aset negara.

“Kita sudah tahu aset negara yang dimiliki PT Telkom melalui anak usahanya dulu Telkomvison telah hilang. Dan kini sudah dimiliki oleh swasta. Jangan sampai adanya kerja sama dengan pihak asing justru aset-aset negara yang dimiliki PT Telkom ini hilang. Jangan sampai hal yang sama terulang kembali,” kata Azam saat ditemui di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa [30/6].

Menurut dia, PT Telkom merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang memiliki potensi besar. Dari 2000 perusahaan raksasa dunia, PT Telkom kini menempati posisi 685. Posisi ini terus meningkat dari sebelumnya yang berada di posisi 726.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan PT Telkom, pada 29 April 2015 perusahaan telekomunikasi ini mencatat pendapatan hingga mencapai Rp 23,62 triliun, atau naik 11,1 persen dibandingkan pencapaian pada kuartal yang sama tahun lalu.

Sementara dari sisi neraca, hingga Maret 2015 total aset perseroan mencapai Rp146,67 triliun, atau naik 3,42 persen dibandingkan posisi pada akhir Desember 2014. Jumlah ekuitas pun naik menjadi Rp90,92 triliun per akhir Maret dibandingkan Rp86,13 triliun akhir tahun lalu.

“Karena itu, PT Telkom merupakan aset penting bagi negara. Sudah sepatutnya aset ini dijaga. Dan pemerintah harus dapat memastikan akan tetap menjaga keseluruhan aset PT Telkom tersebut,” kata Azam.

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, mengakui PT Telkom memang tengah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan telekomunikasi asing. Di antaranya dengan perusahaan telekomunikasi asal Singapura yakni Singtel dan perusahaan asal Australia yaitu Telstra.

Namun demikian, dia berjanji, pemerintah akan tetap menjaga aset-aset PT Telkom. Dan tidak akan membiarkan dalam kerja sama tersebut asing dapat mengambil alih aset-aset negara. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.