Senin, April 15, 2024

Kemungkinan Perundingan Nuklir Iran Beres Besok

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond (kiri), Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kedua kiri) dan Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Li Baodong (ketiga kiri), Cheng Jingye (keempat kiri), Duta Besar dan Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB dan Organisasi Internasional lain di Wina, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov (kelima kanan), Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius (keempat kanan), Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini (ketiga kanan) dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier (kedua kanan) bertemu di sebuah hotel di Wina, Austria, Minggu (28/6). Keenam negara mencari kesepakatan jangka panjang dengan Iran untuk mengekang bagian paling sensitif dari program nuklir mereka yang akan kembali dirundingkan sebelum tenggat waktu hari Selasa besok, menurut pejabat senior AS. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria
Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond (kiri), Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kedua kiri) dan Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Li Baodong (ketiga kiri), Cheng Jingye (keempat kiri), Duta Besar dan Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB dan Organisasi Internasional lain di Wina, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov (kelima kanan), Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius (keempat kanan), Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini (ketiga kanan) dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier (kedua kanan) bertemu di sebuah hotel di Wina, Austria, Minggu (28/6). Keenam negara mencari kesepakatan jangka panjang dengan Iran untuk mengekang bagian paling sensitif dari program nuklir mereka yang akan kembali dirundingkan sebelum tenggat waktu hari Selasa besok, menurut pejabat senior AS. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria

Iran dan negara besar masih memiliki “masalah penting” untuk diselesaikan sebelum melakukan kesepakatan nuklir bersejarah, kata sumber Iran pada Senin di tengah harapan bahwa kesepakatan sudah dekat.

“Masih ada beberapa masalah penting dan kami bekerja keras untuk mengatasinya,” kata sumber dekat dengan perunding Iran tanpa mau disebutkan namanya kepada kantor berita AFP pada hari ke-17 pembicaraan di Wina.

Abbas Araghchi, pemimpin perunding Iran, yang juga menjabat wakil menteri luar negeri, kepada media Iran sebelum pembicaraan hari ini menyatakan berharap kesepakatan dapat terjadi pada Senin atau Selasa malam.

“Kami berharap, jika kami dapat memecahkan masalah itu dan jika diterima semua pihak, insyaallah. Saya tidak bisa memberikan janji untuk malam ini atau besok malam, tetapi ada harapan,” katanya.

Enam negara besar yang tergabung dalam P5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Tiongkok, Rusia ditambah Jerman) menginginkan Iran untuk menurunkan kegiatan nuklirnya dan memastikan bahwa Republik Islam itu tidak akan menggunakannya untuk mengembangkan senjata nuklir.

Sebagai imbalannya, sanksi tersebut akan dicabut, namun Iran membantah ingin mengembangkan senjata nuklir. (Antara)

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.