Sabtu, Mei 25, 2024

Investor Tak Tertarik Proyek Energi Terbarukan Karena Izin Lama

Pembangkit listrik dari energi terbarukan, panas bumi.  (bp.blogspot.com)
Pembangkit listrik dari energi terbarukan, panas bumi. (bp.blogspot.com)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Nasional Demokrat Kurtubi mengatakan, regulasi soal insentif pembangkit listrik ramah lingkungan sudah ada, akan tetapi para investor belum berminat menggarap karena proses izin yang terlalu lama.

“Insentif sudah banyak diberikan pemerintah tapi investor tidak mau membangun karena proses izin dari pembebasan lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan, pemerintah daerah dan pusat terlalu lama, yakni untuk pembebasan lahan butuh waktu lebih dari setahun,” kata Kurtubi di Jakarta, Senin [6/7]. “Seharusnya pembebasan lahan, tidak lebih dari setahun.”

Jika proses izin terlalu lama, kata dia, maka para investor tidak tertarik mengembangkannya karena tidak ada kepastian dari pemerintah untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan.

“Meski pemerintah sudah memiliki regulasi yang menguntungkan investor seperti beli harga listrik dari swasta dengan harga di atas tarif dasar listik kita. Namun itu tidak ada artinya jika pemerintah lama dalam proses izinnya,” kata Kurtubi.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo meminta agar penggunaan batu bara dalam mewujudkan rencana pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt dalam lima tahun ke depan mulai harus digeser atau diubah.

“Kita mempunyai kekuatan geothermal 28 ribu megawatt, nanti ada angin bisa berapa ribu, ombak, matahari, biomassa bisa berapa ribu potensi listriknya,” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden bahkan memerintahkan kepada Menko Kemaritiman, Menteri BUMN, dan Menteri ESDM, agar ke depan pembangkit listrik yang ramah lingkungan lebih diberikan prioritas, karena memang kita mempunyai kekuatan dan potensi.

Meskipun mungkin biayanya jauh lebih mahal,  menurut Presiden, tidak ada masalah. Dia mengatakan, nantinya pemerintah harus memberikan insentif khusus bagi pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Bahkan, Presiden berpendapatan rate-nya ditinggikan sedikit tidak apa-apa. Biar orang berbondong-bondong untuk masuk ke investasi ini.

“Jangan disamakan dengan batu bara. Kita kan punya kekuatan dan potensi, jadi kalau semuanya konsentrasi ke batu bara, begitu habis kita tidak siap dengan geothermal, angin, ombak, surya, biomassa, bingung kita nanti,” kata Jokowi.[*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.