Selasa, Maret 5, 2024

Indonesia Tidak Masuk 10 Besar Negara Tujuan Wisata

Ilustrasi: Kesenian Ondel-ondel di tengah monumen nasional
Ilustrasi kesenian Ondel-ondel di tengah Monumen nasional/ANTARA

Hasil studi tahunan MasterCard, yakni MasterCard Global Destination Cities Index, mencatat bahwa kota-kota di Asia mendominasi daftar tujuan wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan.

Presiden MasterCard Asia Tenggara, Matthew Driver dalam siaran persnya pada Rabu (1/6) mengatakan, saat ini pariwisata telah tumbuh menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja yang penting bagi banyak negara di Asia.

Menurutnya, pengalaman terbaik yang diberikan oleh suatu negara kepada para pengunjung juga menjadi kunci bagi pemerintah dan kementerian pariwisata guna berinvestasi dalam perkembangan infrastruktur sebuah kota. Tidak hanya itu, Matthew juga mengatakan, warisan sejarah, monumen, hingga acara kebudayaan membuat kota tersebut menjadi lebih unik dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Sementara, studi ini memberikan sebuah daftar dari 132 kota yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia. London dan Bangkok telah menduduki peringkat teratas selama 5 tahun berturut-turut. Sementara, peringkat ketiga diduduki Paris, menyusul Dubai, Istanbul, New York. Singapura menduduki posisi ketujuh, Kuala Lumpur di posisi delapan, Seoul di posisi sembilan dan Hong Kong di posisi sepuluh.

Sangat disayangkan, tidak ada satupun kota di Indonesia yang masuk kedalam 10 besar terbaik dalam daftar ini. Padahal, warisan sejarah, monumen dan acara kebudayaan di Indonesia sangat banyak, terhimpun dari semua pulau yang ada di negara ini. Terlebih, anggaran pariwisata tahun 2015 juga telah naik hingga Rp 1,3 triliun, dari yang semulahanya Rp 300 miliar. Dengan anggaran tersebut, Kementerian Pariwisata menyebut akan melancarkan promosi pariwisata dan pembangunan infrastruktur, seperti kapal wisata.

Malaysia, negara yang salah satu kotanya masuk ke dalam daftar tersebut, diketahui gencar melakukan promosi pariwisata.  Bahkan pada 2014, Malaysia turut mengalokasikan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk promosi pariwisata. Informasi mengenai wisata di Malaysia juga dipublikasikan melalui berbagai cara, seperti program Malaysia Tourism Board. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah Malaysia melakukan kujungan ke berbagai negara guna mempromosikan wisata di Malaysia.

Tidak hanya itu, Malaysia juga melakukan promosi melalui media massa dengan jaringan internasional seperti CNN. Alhasil, kunjungan wisatawan asing di Malaysia mencapai angka 26 juta orang pada 2014. Angka tersebut juga menunjukkan bahwa bidang pariwisata membutuhkan manajemen informasi. (Baca juga: Pemerintah Naikkan Anggaran Sektor Pariwisata)

Di Indonesia sendiri, setiap dinas pariwisata di tingkat kabupaten dan kota telah membuat situs yang memuat informasi mengenai pariwisata di daerah. Keterbukaan informasi seputar tempat wisata juga ikut mempercepat pertumbuhan pariwisata sebuah daerah. Seperti Kota Banyuwangi yang melakukan perbaikan situs pariwisata kota tersebut pada 2013.

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Banyuwangi mengalami peningkatan 90%, dengan angka 10.462 wisatawan pada 2013. Namun sayang, tidak banyak daerah di Indonesia yang sudah mempunyai portal resmi yang berisikan informasi lengkap mengenai pariwisata. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.