Minggu, Mei 26, 2024

Indonesia Mencari Dukungan Bank Investasi Infrastruktur Asia

Ilustrasi warga memancing di tanggul jembatan jalan  pantai yang dalam tahap penyelesaian di kawasan pesisir Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/4). Pemda Aceh terus memacu pembangunan infrastruktur kawasan pesisir, berupa sarana jalan dan pelabuhan perikanan guna mendukung pembangunan sektor perikanan dan kelautan serta memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi/ ANTARA FOTO/Ampelsa
Ilustrasi warga memancing di tanggul jembatan jalan pantai yang dalam tahap penyelesaian di kawasan pesisir Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/4). Pemda Aceh terus memacu pembangunan infrastruktur kawasan pesisir, berupa sarana jalan dan pelabuhan perikanan guna mendukung pembangunan sektor perikanan dan kelautan serta memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi/ ANTARA FOTO/Ampelsa

Indonesia memiliki  prioritas dalam pembangunan infrastruktur nasional, seperti   sektor transportasi, energi, sumber daya air, dan telekomunikasi. Untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, Indonesia  memiliki peluang  memetik keuntungan lewat keanggotaannya di Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB).

AIIB merupakan bank pembangunan multilateral. Bank yang digagas oleh Tiongkok pada 2013, bertugas menghimpun dana yang kemudian digunakan untuk pembangunan serta peningkatan infrastrukur negara-negara anggota. Menurut sebuah publikasi di situs resmi Center For Strategic and International Studies melaporkan, AIIB akan menghimpun dana sebesar US$ 100 miliar.

Negara-negara AIIB sendiri terdiri atas beberapa negara-negara lintas benua. Di antaranya Rusia, Arab Saudi, Spanyol, Kamboja, Italia, Prancis, Jerman, Inggris, termasuk Indonesia. Indonesia sendiri menyiapkan dana Rp 3 triliun  untuk bergabung.

Indonesia bersama 21 negara Asia lainnya menandatangani Memorandum of Understanding pendirian AIIB pada Oktober 2014. Pada perkembangannya, AIIB tidak hanya beranggotakan negara-negara Asia. Pada awal 2015, tiga negara Eropa , seperti, Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia bergabung dengan AIIB. Menurut situs resmi AIIB, jumlah angggota bank pembangunan tersebut mencapai 57 negara.Bank ini dinilai menjadi pesaing beberapa bank pembangunan yang sudah berdiri sebelumnya, seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Melalui siaran resmi Kedutaan  Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, (29/6), Indonesia   mendatangani Article of Agreement of  The Asian Infrastructure Investment Bank.

Menurut keterangan situs resmi  Kementerian Keuangan Republik Indonesia, keterlibatan Indonesia  di AIIB terbilang penting.   Keterlibatan Indonesia dapat menopang pembangunan infrastruktur  pedesaan, sanitasi dan air bersih, perlindungan lingkungan, logistik dan perkotaan.

Indonesia sendiri  merencanakan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan. Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan jalan, dari 38.570 kilometer menjadi 45.592 kilometer. Pemerintah juga  berupaya meningkatkan infrastruktur perekeretaapian dengan  menambah panjang rel dari 5.434 kilometer, menjadi 8.692 kilometer, pada 2019. [*]

Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.