OUR NETWORK
Sabtu, Juni 10, 2023

Di Hari Jadi Polri, Ini Permintaan Presiden

From Korea With Love Concert

Presiden Joko Widodo memeriksa pasukan dalam upacara peringatan HUT Polri ke-69 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (1/7). HUT Polri itu mengangkat tema "Melalui revolusi mental Polri siap memantapkan soliditas dan profesionalisme guna mendukung pembangunan nasional". ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo memeriksa pasukan dalam upacara peringatan HUT Polri ke-69 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (1/7). HUT Polri itu mengangkat tema “Melalui revolusi mental Polri siap memantapkan soliditas dan profesionalisme guna mendukung pembangunan nasional”. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bertepatan dengan Hari Jadi Kepolisian Republik Indonesia, hari ini, presiden Joko Widodo meminta kepolisian terus meningkatkan kemampuannya dalam menjamin rasa aman dan mewujudkan kepastian hukum bagi masyarakat.

Mengutip presiden, anggota tim Komunikasi presiden, Teten Masduki mengatakan kepercayaan masyarakat dapat dikembangkan melalui pemberantasan praktik yang melukai rasa keadilan rakyat.

“Presiden Joko Widodo meminta praktik ‘mafia hukum’ di kepolisian atau yang lebih dikenal sebagai ‘makelar kasus’ segera diberantas. Pemberantasan segala bentuk kejahatan perlu dilakukan secara tegas dan profesional untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat,” kata Teten.

Presiden juga mendorong Polri meningkatkan kemampuannya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan untuk kejahatan.

“Polri harus mampu menggunakan taktik dan teknik dengan didukung teknologi yang tepat,” katanya.

Menurut presiden, Polri harus bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat terutama terhadap kelompok marjinal dan rentan.

Hal penting lainnya dalam pemberantasan kejahatan, Polri juga perlu melakukan sinergi dan kerjasama dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk dukungan masyarakat.

Situasi keamanan dalam negeri akan semakin diwarnai dengan kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara dan kejahatan yang berimplikasi kontijensi, katanya.

Pada saat yang sama, tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Polri juga semakin meningkat.

Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada anggota Polri yang dengan penuh kesungguhan bertugas di daerah pedalaman, di wilayah perbatasan, di wilayah terpencil, di pulau-pulau terdepan, serta yang sedang mengemban misi internasional di luar negeri. Mereka telah membuat bangga bangsa Indonesia di dalam maupun di dunia internasional.

Polri harus terus membenahi diri melalui Reformasi Birokrasi Polri di segala bidang, agar dampak positifnya bisa dirasakan masyarakat.

Presiden mengingatkan tentang program “Revolusi Mental” yang sudah dicanangkan pemerintah dan 11 program prioritas Polri. Presiden berharap program tersebut harus benar-benar dilaksanakan, bukan sekadar formalitas semata.

“Harus ada hasil nyata yang dirasakan sebagai suatu perubahan yang positif konstruktif,” kata presiden.

Hakikat tugas kepolisian adalah perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. (Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.