Kisah Warisan Marjorie Goodfellow: Dedikasi Abadi untuk Komunitas Quebec Berbahasa Inggris

Donny Syofyan
Donny Syofyan
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
- Advertisement -

Dalam sebuah seremoni yang digelar pada 12 Juni di Bishop’s University, sebuah pengumuman besar disampaikan. Berkat warisan senilai $2 juta dari mendiang Marjorie Goodfellow—seorang alumnus sekaligus tokoh advokasi terkemuka di Eastern Townships—universitas kini resmi memiliki posisi Research Chair (Ketua Peneliti) baru di bidang studi bahasa Inggris. Menanggapi kedermawanan ini, Wakil Rektor Asosiasi Bishop’s University (BU), Jacqueline Scott, menyebut donasi tersebut sebagai “puncak tertinggi dari sebuah filantropi.”

Sumbangan ini diberikan secara senyap, tanpa hingar-bingar, dan bahkan tanpa sepengetahuan pihak kampus hingga surat wasiat terakhirnya dibuka. Keputusan Marjorie untuk memberi dalam diam ini justru menegaskan kembali gaya kepemimpinan bersahaja yang ia tunjukkan sepanjang hayatnya.

Semasa hidup, Marjorie adalah sosok pembangun jembatan yang menjadi representasi terbaik dari semangat sukarelawan dan kepemimpinan akar rumput. Di tangannya, pesan-pesan advokasi disampaikan dengan begitu anggun, sehingga mampu melahirkan rasa saling menghormati dan kemitraan yang erat antara komunitas minoritas dan mayoritas, termasuk di tingkat institusi.

Sebagai salah satu pendiri Townshippers’ Association, dedikasi luar biasa Marjorie tidak hanya membekas di hati warga lokal, tetapi juga diakui oleh jajaran tertinggi pemerintahan Quebec. Meski ia selalu menghindar dari sorotan, kontribusinya terlalu besar untuk diabaikan. Ia dianugerahi gelar kehormatan ‘bâtisseur du CHUS’ atas peran krusialnya dalam memastikan seluruh warga Townshippers mendapatkan akses layanan tanpa sekat bahasa. Selama tiga periode pengabdiannya di dewan direksi, ia bahkan sukses memimpin penggalangan dana lewat siaran radiothon bersama CBC yang berhasil mengumpulkan lebih dari $100.000.

Hujan apresiasi pun terus mengalir sepanjang hidupnya. Ia meraih gelar Doktor Kehormatan Hukum Sipil dari Bishop’s University pada tahun 1990 dan dinobatkan sebagai Outstanding Townshipper pada tahun 2003. Langkah pengabdiannya berlanjut dengan menerima penghargaan ‘Mérite Estrien’ dari La Tribune pada tahun 2004, disusul daulat sebagai ‘Grand Ambassadeur’ oleh CHUS Foundation pada tahun 2006. Memasuki tahun 2008, ia mengantongi CHUS Prix d’excellence sekaligus Medali Perak Wakil Gubernur untuk Lansia, sebelum akhirnya menerima Sheila and Victor Goldbloom Distinguished Service Award yang sangat bergengsi pada tahun 2009.

Kecintaan Marjorie pada sejarah lokal juga membawanya aktif di dewan Sherbrooke Historical Society. Tidak berhenti di sana, ia turut membidani lahirnya Eastern Townships Heritage Foundation, Sherbrooke and District University Women’s Club, serta Sherbrooke Library Board.

Dalam peluncuran posisi akademis baru tersebut, pihak universitas menyoroti bahwa selama lebih dari setengah abad, komunitas penutur bahasa Inggris di Quebec telah melewati gelombang perubahan yang masif. Namun sayangnya, narasi sejarah mereka sering kali terabaikan dan belum sepenuhnya terungkap.

“Marjorie Elizabeth Goodfellow percaya bahwa narasi sejarah ini layak mendapatkan telaah akademis yang serius. Melalui warisannya, alumnus sekaligus advokat legendaris yang wafat pada tahun 2024 ini telah membuat keyakinan tersebut abadi,” tulis pihak universitas dalam pernyataan resminya.

Scott Stevenson, selaku pelaksana wasiat Marjorie, menambahkan betapa mendalamnya komitmen almarhumah. Dedikasi Marjorie dimulai pada tahun 1970-an, sebuah era di mana komunitas penutur bahasa Inggris di Quebec tengah mengalami pergeseran budaya dan sosial yang luar biasa—sesuatu yang bahkan belum sepenuhnya dipahami atau diakui secara luas hari ini. Keputusan Marjorie untuk mendirikan posisi Chair for English Quebec Studies di Bishop’s University adalah kelanjutan dari misi hidupnya. Warisan ini akan terus hidup demi kemaslahatan seluruh masyarakat Quebec hari ini dan di masa depan. Menjadikan Bishop’s—almamater tercintanya di Eastern Townships—sebagai rumah bagi studi ini adalah sebuah pilihan yang sangat puitis dan tepat.

Kedepannya, posisi Chair ini akan menjadi episentrum studi tentang Quebec berbahasa Inggris—mengupas tuntas sejarah, budaya, bahasa, dimensi sosial, hingga evolusi identitas komunitas tersebut dalam lanskap Quebec dan Kanada yang lebih luas. Melalui pendekatan lintas ilmu yang kaya, studi ini akan memadukan bidang sejarah, sastra, sosiologi, ilmu politik, pendidikan, hingga linguistik.

- Advertisement -

Pemegang posisi akademis terhormat ini nantinya memiliki tanggung jawab besar untuk menakhodai berbagai inisiatif riset, memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, mengembangkan kurikulum baru, serta membimbing mahasiswa sarjana dan pascasarjana demi mencetak generasi akademisi masa depan.

Selain itu, fokus utama dari posisi ini adalah membangun kemitraan erat dengan organisasi berbahasa Inggris, lembaga budaya, dan para pemangku kepentingan. Langkah ini diambil guna menjembatani teori-teori akademis di atas kertas dengan realitas kehidupan nyata di masyarakat. Seluruh misi tersebut akan diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai konferensi, kuliah umum, dan gerakan mobilisasi pengetahuan untuk memantik diskusi yang sehat mengenai tantangan dan peluang komunitas penutur bahasa Inggris di Quebec.

“Pendirian posisi Research Chair ini merupakan wujud nyata dari komitmen panjang Bishop’s University terhadap komunitas berbahasa Inggris di Quebec. Ini menegaskan posisi unik kami sebagai institusi yang selalu berdiri tegak di titik temu dua komunitas linguistik Quebec,” pungkas Sébastien Lebelgrenier, Rektor dan Wakil Kanselir universitas. “Perspektif inklusif inilah yang akan mewarnai arah riset, keterlibatan masyarakat, serta upaya pelestarian budaya komunitas bahasa minoritas di Quebec ke depan.”

Donny Syofyan
Donny Syofyan
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Facebook Comment
- Advertisement -