Buku Dianggap Cupu Ternyata Suhu: Gibran Rakabuming Raka Membumikan Kepemimpinan Progresif di Indonesia

Geolive Literasi Indonesia
Geolive Literasi Indonesia
Geolive Literasi Indonesia
- Advertisement -

Spesifikasi Buku:
Ukuran 14,8 cm x 21 cm
Halaman: 292 halaman

Penulis:

Endang Tirtana, Alham Valeo, S. Siska, Hamdan Edy, Holy Adib, Zizil Awwalin, Zaula Mizani, Syahrul Ramadhani, Lutfi Buaklofin, Ana Mardiana, M. Habibullah, Sofyan Al-Bani, Siti Hardiani, Qiqi Romadhon, Ahmad Ripai, Dr. Masud, Sulfi Apriadi, Lindaniati, Azza El-Maula, Rizka Amanda, Ramdhani, Arif Hidayatullah, Ghaffar Ramdi, Samsul Bahri, Nurul Iman, Usi Marjani, Aditya Akosie, Iskandar Agung, Kifli, Umar Sangaji, Wahyu Alhadi, Sabrina Hunafa, Utoyo Pelu, Lukman Fauzi, Mujaib Rahmat, Syahrullah, Aziz Humaimin, Ahmad Sahaluddin Rizqi, Burhanudin Eka Atmadja, Nasirudin, Siti Adawiyah, Riski Saputra, Siska Mayla, Panji Khanza, Jalal Barir, Ahmad Rizal, Ahmad Sayuti, Nawir Rumakat, Taufiqurrahman, Atillah Arfitha Zahara, Hidayat Nor Wahit, Aziyzil Awwalin, Daud Dheka, Moh. Ilyas, Ahmad Haryani, Ahmad Hujaeri, Anisa Amalia, Rois Hidayatullah, Ibnu Katsir Ikhtiyanto, Alfi Sayyida, Saefudin, Reyhan S, Krisna Cahna, Riko Darmansyah, Ahmad Habibi, Hanif Ikmal Santoso, Hungri Somi Julta, Ilham Barizi, dan Riki Saputra.

Editor:

David Krisna

Cetakan Pertama, Juni 2026

Diterbitkan oleh:

PT Geolive Literasi Indonesia

Jalan HOS Cokroaminoto No.92, Jakarta Pusat

- Advertisement -

DKI Jakarta 10310

Buku ini lahir dari semangat untuk membaca fenomena tersebut secara lebih luas dan mendalam. Dianggap Cupu Ternyata Suhu: Gibran Rakabuming Raka Membumikan Kepemimpinan Progresif di Indonesia bukan sekadar kumpulan tulisan apresiatif, tetapi juga ruang dialektika gagasan tentang arah kepemimpinan di Indonesia. Buku ini memotret bagaimana kepemimpinan progresif dibicarakan, diperdebatkan, dan diharapkan hadir sebagai jawaban atas tantangan Indonesia masa kini dan masa depan.

Tulisan-tulisan di dalam buku ini hadir dari berbagai latar belakang pemikiran: akademisi, aktivis, peneliti, mahasiswa, organisatoris, tokoh komunitas, hingga pegiat sosial. Keragaman perspektif tersebut menjadi penting karena Indonesia yang besar tidak mungkin dibangun hanya dari satu cara pandang. Buku ini menjadi ruang temu lintas generasi, lintas organisasi, lintas kampus, dan lintas pengalaman sosial yang sama-sama memiliki perhatian terhadap masa depan kepemimpinan nasional.

Lebih jauh, buku ini ingin menegaskan bahwa politik seharusnya tidak hanya dipahami sebagai perebutan kekuasaan semata, tetapi juga sebagai arena pengabdian, transformasi sosial, dan ikhtiar membangun peradaban. Kepemimpinan progresif yang dibicarakan dalam buku ini bukan berarti meninggalkan akar budaya bangsa, melainkan kemampuan untuk menjawab perubahan zaman tanpa tercerabut dari nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan kemanusiaan.

Di era percepatan teknologi, disrupsi digital, krisis lingkungan, tantangan ekonomi global, hingga perubahan pola interaksi sosial masyarakat, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu membaca masa depan dengan keberanian inovasi sekaligus ketenangan moral. Kepemimpinan yang tidak hanya sibuk membangun citra, tetapi juga mampu menghadirkan kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat. Dalam konteks itulah, berbagai tulisan dalam buku ini mencoba mengelaborasi gagasan, langkah, serta fenomena politik yang melekat pada sosok Gibran Rakabuming Raka.

Buku ini bukan dimaksudkan untuk menempatkan seseorang sebagai figur tanpa kritik, melainkan sebagai upaya mendokumentasikan semangat zaman yang sedang bergerak.  Semoga buku ini dapat menjadi ruang diskusi politik kebangsaan, memperkaya khazanah pemikiran politik generasi baru, serta menumbuhkan semangat baru politik yang progresif.

Geolive Literasi Indonesia
Geolive Literasi Indonesia
Geolive Literasi Indonesia
Facebook Comment
- Advertisement -