Kamis, Januari 1, 2026

Standar TikTok: Tren Sesaat atau Ancaman Nyata bagi Remaja

Azhar Zaidan
Azhar Zaidan
Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta
- Advertisement -

Media sosial kini lebih dari sekadar hiburan. Platform seperti TikTok membentuk cara remaja melihat diri, standar kecantikan, gaya hidup, dan ekspektasi sosial. Namun, di balik video-video menarik dan tren viral, terdapat tekanan nyata yang bisa membebani kesehatan mental para remaja.

Standar Kecantikan dan Popularitas yang Tidak Realistis

TikTok kerap menampilkan konten yang memproyeksikan kecantikan sempurna, tubuh ideal, maupun kehidupan glamor. Konten semacam ini dapat membuat remaja merasa bahwa penampilan atau gaya hidup “biasa saja” tidak cukup. Seperti yang dikatakan dalam artikel “Pengaruh Standar TikTok Bagi Kesehatan Mental”: banyak pengguna muda merasa “harus memenuhi standar kecantikan ideal tertentu yang ada di TikTok.”

Penelitian ilmiah mendukung hal ini: menurut studi dari Jurnal “Teacher : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru”, intensitas tinggi penggunaan TikTok berkorelasi dengan persepsi citra tubuh ideal. Hal ini menunjukkan bahwa paparan terus-menerus terhadap “tubuh ideal” lewat TikTok bisa memengaruhi bagaimana remaja memandang tubuh mereka sendiri.

Dampaknya nyata, diantaranya banyak remaja yang merasa tidak percaya diri, minder, atau berusaha keras mengubah penampilan agar sesuai standar media sosial. Kondisi ini dapat mengikis rasa harga diri dan membuat mereka terus merasa “kurang” meskipun sudah berusaha.

Standar Ideal yang Tidak Relevan dengan Realita Interaksi Sehari-hari

Masalah kedua muncul ketika standar yang disajikan TikTok baik itu gaya hidup glamor, hubungan ideal, atau rutinitas mewah yang menjadi tolok ukur kehidupan sehari-hari. Padahal, realita interaksi sosial di kehidupan nyata sering jauh berbeda. TikTok menyajikan “highlight life” yang dramatik, sehingga wajar jika banyak remaja yang merasa kehidupan mereka biasa saja terasa membosankan atau kurang berarti.

Sebuah kajian tentang standar pasangan ideal di TikTok menunjukkan bahwa platform ini memunculkan ekspektasi tentang hubungan romantis yang tampak ideal, harmonis, dan estetis padahal pada kenyataannya, hubungan manusia bersifat kompleks dan tidak selalu seindah konten.

Dengan demikian, remaja dapat merasa bahwa hidup normal mereka “tidak cukup baik” jika dibandingkan dengan gambaran ideal di TikTok. Ini akan menjadi sebuah tekanan psikologis yang berakar dari ketidaksesuaian antara realita dan ekspektasi digital.

Perbandingan Sosial & Tekanan untuk Meniru—Menggerus Kesehatan Mental

Bagian ketiga dari masalah ini adalah bagaimana remaja kemudian membandingkan diri mereka dengan pengguna atau influencer TikTok, dan merasa terdorong untuk meniru gaya hidup, penampilan, atau status sosial yang terlihat “sukses” di layar. Studi kuantitatif pada mahasiswa Gen Z menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok (misalnya 1–3 jam per hari) berhubungan dengan peningkatan stres dan kecemasan.

Penelitian di Jurnal Diversita juga menemukan bahwa variabel “social comparison” dan “adiksi TikTok” memiliki pengaruh signifikan terhadap self-esteem remaja. Artinya, semakin sering dan semakin tergantung pengguna pada TikTok, semakin besar kemungkinan mereka merasa kurang percaya diri.

Pada akhirnya, TikTok bukanlah masalah utama, melainkan cara kita memaknainya. Ketika standar dunia maya diterima tanpa sikap kritis, remaja mudah terjebak dalam tekanan yang tidak perlu. Dengan kesadaran diri, literasi digital, dan pendampingan yang tepat, media sosial dapat tetap menjadi ruang yang sehat bukan sumber beban bagi kesehatan mental remaja.Martua Harahap. (2010). Pengaruh Begadang Terhadap Kesehatan Tubuh dan Mental.

Azhar Zaidan
Azhar Zaidan
Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta
Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.