Selasa, April 1, 2025

Oleh-Oleh Bandara: Peluang Usaha yang Tak Pernah Sepi

Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Profesional dan akademis dengan sejarah kerja, pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan dan bisnis kedirgantaraan. Alumni PLP/ STPI/ PPI Curug, Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, International Airport Professional (IAP) dari ICAO-ACI AMPAP dan Fellow Royal Aeronautical Society (FRAeS).
- Advertisement -

Background

Bisnis oleh-oleh di bandara memiliki peran strategis dalam industri pariwisata dan perekonomian lokal. Keberadaan toko oleh-oleh di bandara tidak hanya memenuhi kebutuhan wisatawan akan cendera mata khas daerah, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi setempat.

Latar belakang dan pentingnya bisnis oleh-oleh di bandara:

  1. Peningkatan Lalu Lintas Penumpang:

Bandara merupakan titik transit utama bagi wisatawan domestik dan internasional. Tingginya volume penumpang menciptakan peluang bisnis yang signifikan bagi penjualan oleh-oleh. Wisatawan sering mencari cendera mata sebagai kenang-kenangan atau hadiah bagi kerabat, dan toko oleh-oleh di bandara menyediakan kemudahan akses untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

  1. Lokasi Strategis:

Bandara berfungsi sebagai gerbang masuk dan keluar suatu destinasi, menjadikannya lokasi yang ideal untuk bisnis oleh-oleh. Keberadaan toko oleh-oleh di area bandara memudahkan wisatawan yang mungkin tidak sempat berbelanja di luar bandara untuk tetap mendapatkan produk khas daerah sebelum keberangkatan.

  1. Kontribusi terhadap Ekonomi Lokal:

Bisnis oleh-oleh di bandara dapat mempromosikan produk lokal, seperti kerajinan tangan, makanan khas, dan barang-barang seni. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan bagi pengrajin dan produsen lokal tetapi juga memperkenalkan budaya dan tradisi daerah kepada wisatawan.

  1. Diversifikasi Pendapatan Bandara:

Bagi pengelola bandara, keberadaan toko oleh-oleh menambah variasi layanan yang ditawarkan kepada penumpang, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan menciptakan sumber pendapatan tambahan melalui penyewaan ruang komersial.

  1. Peluang Kolaborasi dengan Pemasok:

Toko oleh-oleh di bandara memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan pemasok lokal maupun global, yang dapat menghasilkan harga pembelian barang yang lebih kompetitif dan memperbesar margin keuntungan.

Secara keseluruhan, bisnis oleh-oleh di bandara memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan, mendukung perekonomian lokal, dan memperkaya layanan yang ditawarkan oleh bandara.

Starting Bisnis

- Advertisement -

Memulai bisnis oleh-oleh di bandara memerlukan persiapan yang matang untuk memastikan kesuksesan dan keberlanjutan usaha. Berikut adalah langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan:

  1. Riset Pasar dan Produk:

Lakukan penelitian mendalam mengenai tren oleh-oleh di daerah target. Pahami preferensi wisatawan terhadap produk tradisional, modern, atau kombinasi keduanya. Identifikasi target pasar, apakah turis lokal atau internasional, untuk menyesuaikan produk yang ditawarkan.  

  1. Penentuan Produk Unggulan:

Pilih produk yang memiliki ciri khas dan keunikan, seperti makanan ringan, kerajinan tangan, atau pakaian tradisional. Pastikan produk tersebut membedakan diri dari yang lain dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.

  1. Lokasi Strategis:

Pilih lokasi toko yang mudah diakses oleh penumpang, baik di dalam maupun di luar terminal bandara. Lokasi yang strategis akan meningkatkan visibilitas dan potensi penjualan.

  1. Perizinan dan Regulasi:

Pahami dan patuhi regulasi yang berlaku di area bandara, termasuk izin usaha, standar keamanan, dan kebersihan. Menjalin hubungan baik dengan pengelola bandara dapat mempermudah proses perizinan dan operasional.

  1. Modal dan Skala Usaha:

Tentukan besarnya modal yang diperlukan sesuai dengan skala usaha yang diinginkan. Memulai dari skala kecil dengan perencanaan yang baik dapat berkembang menjadi usaha besar di masa depan.

  1. Strategi Pemasaran:

Gunakan strategi pemasaran yang efektif untuk menarik perhatian wisatawan, seperti promosi di media sosial, kerjasama dengan agen perjalanan, atau menawarkan paket bundling produk.

  1. Kualitas Layanan:

Berikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada pelanggan. Pengalaman berbelanja yang menyenangkan akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan potensi repeat order.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat mempersiapkan bisnis oleh-oleh di bandara dengan lebih baik, meningkatkan peluang sukses dan keberlanjutan usaha.

Produk Mangement

Menentukan produk unggulan dan menerapkan strategi pemasaran yang efektif adalah kunci sukses dalam bisnis oleh-oleh di bandara. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda terapkan:

  1. Menentukan Produk Unggulan:

Produk Khas dan Autentik: Tawarkan produk yang mencerminkan budaya dan keunikan lokal, seperti makanan khas, kerajinan tangan, atau suvenir tradisional. Misalnya, di Bandara Internasional Narita, toko Wamonoya Kaya menyediakan pernak-pernik dan barang khas Jepang yang modern serta penuh warna, menarik minat wisatawan yang mencari oleh-oleh autentik.

Kualitas dan Kemasan Menarik: Pastikan produk memiliki kualitas tinggi dengan kemasan yang menarik dan praktis untuk dibawa. Kemasan yang baik tidak hanya melindungi produk tetapi juga meningkatkan daya tarik visual bagi pembeli.

Variasi Produk: Sediakan berbagai pilihan produk untuk memenuhi preferensi beragam pelanggan. Misalnya, menyediakan makanan ringan, minuman khas, dan barang kerajinan dalam berbagai ukuran dan harga.

  1. Strategi Pemasaran yang Tepat:

Promosi dan Diskon: Tawarkan promosi khusus atau diskon untuk menarik minat pembeli. Misalnya, memberikan potongan harga untuk pembelian dalam jumlah tertentu atau bundling produk. Strategi ini dapat memacu penjualan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Lokasi Strategis: Pilih lokasi toko yang mudah diakses dan terlihat oleh penumpang, seperti dekat area keberangkatan atau kedatangan. Lokasi yang strategis meningkatkan visibilitas dan memudahkan pelanggan menemukan toko Anda.

Layanan Pelanggan yang Baik: Berikan pelayanan yang ramah dan informatif. Staf yang profesional dan berpengetahuan tentang produk dapat meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan.

Penggunaan Media Sosial: Manfaatkan platform media sosial untuk mempromosikan produk dan menarik pelanggan. Misalnya, berbagi foto produk, testimoni pelanggan, atau informasi promosi terbaru.

Kolaborasi dengan Pihak Bandara: Bekerja sama dengan pengelola bandara untuk mendapatkan lokasi strategis dan dukungan promosi. Misalnya, berpartisipasi dalam event atau program yang diselenggarakan oleh bandara.

Dengan menentukan produk unggulan yang tepat dan menerapkan strategi pemasaran yang efektif, bisnis oleh-oleh di bandara dapat berkembang dan memenuhi kebutuhan wisatawan yang mencari kenang-kenangan dari perjalanan mereka.

Integrasi Teknologi

Mengintegrasikan teknologi dalam bisnis oleh-oleh di bandara dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan. Berikut adalah beberapa strategi untuk mengoptimalkan fungsi teknologi dalam mengembangkan potensi bisnis tersebut:

  1. Digitalisasi Penjualan dan Pemasaran:

Platform E-commerce: Membangun toko online memungkinkan pelanggan memesan oleh-oleh sebelum tiba atau setelah meninggalkan bandara. Ini memberikan kemudahan bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu saat berada di bandara.

Aplikasi Mobile: Mengembangkan aplikasi seluler yang menampilkan katalog produk, promosi, dan fitur pemesanan dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan dan mempermudah proses pembelian.

Media Sosial: Memanfaatkan platform media sosial untuk mempromosikan produk, berbagi ulasan pelanggan, dan menginformasikan promosi atau produk baru.

  1. Sistem Manajemen Inventaris Berbasis Teknologi:

Sistem POS Terintegrasi: Menggunakan sistem Point of Sale (POS) yang terhubung dengan manajemen inventaris real-time membantu memantau stok, menganalisis tren penjualan, dan mengelola restock secara efisien.

Analisis Data: Memanfaatkan data penjualan untuk memahami preferensi pelanggan, mengidentifikasi produk terlaris, dan merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif.

  1. Penerapan Teknologi AI dan IoT:

Kecerdasan Buatan (AI): Menggunakan AI untuk menganalisis perilaku pelanggan dan memberikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi. Selain itu, AI dapat membantu dalam perencanaan inventaris dan prediksi permintaan.

Internet of Things (IoT): Mengintegrasikan IoT dalam manajemen rantai pasok untuk memantau kondisi produk, terutama untuk barang yang memerlukan penyimpanan khusus seperti makanan atau produk sensitif suhu.

  1. Pembayaran Digital dan Keamanan:

Opsi Pembayaran Nirsentuh: Menyediakan berbagai metode pembayaran digital seperti dompet elektronik, kartu kredit nirsentuh, atau QR code untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Keamanan Transaksi: Mengimplementasikan protokol keamanan siber untuk melindungi data pelanggan dan memastikan transaksi yang aman.

  1. Integrasi dengan Sistem Bandara:

Kolaborasi dengan Pengelola Bandara: Bekerja sama dengan pihak bandara untuk mengintegrasikan layanan, seperti menampilkan promosi di layar informasi bandara atau menawarkan layanan pengantaran ke gate keberangkatan.

Teknologi Smart Airport: Memanfaatkan inisiatif smart airport yang diterapkan oleh pengelola bandara, seperti penggunaan AI untuk mengelola lalu lintas penumpang, yang dapat membantu dalam perencanaan operasional toko oleh-oleh.

Dengan mengadopsi teknologi-teknologi tersebut, bisnis oleh-oleh di bandara dapat meningkatkan efisiensi operasional, menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan.

Tantangan

Mengelola bisnis oleh-oleh di bandara menawarkan peluang menarik, namun juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai kesuksesan. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang sering dihadapi:

  1. Regulasi dan Perizinan Ketat:

Beroperasi di lingkungan bandara memerlukan kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang ketat, termasuk izin usaha, standar keamanan, dan kebersihan. Pengelola bandara biasanya memiliki persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh setiap tenant, dan pelanggaran terhadap kontrak atau standar operasional dapat mengakibatkan penghentian kontrak.

  1. Biaya Operasional Tinggi:

Sewa ruang di bandara cenderung lebih mahal dibandingkan lokasi lain, mengingat lalu lintas penumpang yang tinggi dan eksklusivitas lokasi. Selain itu, biaya operasional lainnya, seperti tenaga kerja dan logistik, juga dapat lebih tinggi, sehingga memerlukan perencanaan keuangan yang matang.

  1. Persaingan Ketat:

Bandara sering menjadi lokasi bagi berbagai bisnis oleh-oleh dan kuliner, yang menyebabkan persaingan yang sengit. Untuk menonjol, diperlukan diferensiasi produk dan layanan yang unik serta strategi pemasaran yang efektif.

  1. Fluktuasi Jumlah Penumpang:

Jumlah penumpang di bandara dapat berfluktuasi akibat faktor musiman, kondisi ekonomi, atau situasi global seperti pandemi. Fluktuasi ini dapat mempengaruhi volume penjualan dan memerlukan strategi adaptasi yang fleksibel.

  1. Adaptasi terhadap Teknologi Digital:

Perkembangan teknologi digital menuntut bisnis untuk beradaptasi dengan tren seperti e-commerce, pembayaran digital, dan pemasaran online. Kurangnya adaptasi dapat membuat bisnis tertinggal dari kompetitor yang lebih inovatif.

  1. Standar Pelayanan Tinggi:

Bandara memiliki standar pelayanan yang tinggi untuk memastikan kenyamanan penumpang. Bisnis yang beroperasi di bandara harus mampu memenuhi ekspektasi ini, termasuk dalam hal kualitas produk, kebersihan, dan layanan pelanggan.

Menghadapi tantangan-tantangan ini memerlukan perencanaan yang cermat, inovasi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Dengan strategi yang tepat, bisnis oleh-oleh di bandara dapat berkembang dan memberikan pengalaman berbelanja yang memuaskan bagi para penumpang.

Way Forward

Mengembangkan bisnis oleh-oleh di bandara memerlukan strategi yang adaptif dan inovatif untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat diambil:

  1. Memahami Dinamika Pasar dan Pelanggan

Analisis Segmentasi Pelanggan: Identifikasi kebutuhan penumpang, seperti makanan cepat saji untuk pelancong yang terburu-buru, menu premium untuk pebisnis, atau makanan keluarga yang ramah anak.

Pola Konsumsi Penumpang: Pelajari jam sibuk, preferensi makanan internasional dan lokal, serta preferensi harga untuk menawarkan produk yang sesuai.

  1. Inovasi Produk dan Layanan

Pengembangan Produk Unik: Ciptakan oleh-oleh yang mencerminkan kekhasan lokal namun dengan sentuhan modern untuk menarik minat penumpang.

Layanan Pelanggan Prima: Latih staf untuk memberikan layanan yang cepat, efisien, dan ramah, serta selalu siap membantu penumpang dengan kebutuhan mereka.

  1. Pemanfaatan Teknologi Digital

Pemasaran Digital: Manfaatkan media sosial dan platform online untuk mempromosikan produk dan menjangkau calon pembeli potensial.

E-commerce dan Aplikasi Mobile: Sediakan platform online atau aplikasi mobile yang memungkinkan penumpang memesan oleh-oleh sebelum tiba di bandara, sehingga memudahkan mereka yang memiliki keterbatasan waktu.

  1. Kerjasama Strategis

Kolaborasi dengan Pihak Bandara: Bekerjasama dengan pengelola bandara untuk mendapatkan lokasi strategis dan dukungan promosi.

Kemitraan dengan UMKM Lokal: Libatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam penyediaan produk untuk memperkaya variasi oleh-oleh dan mendukung perekonomian lokal.

  1. Peningkatan Efisiensi Operasional

Manajemen Inventaris yang Efektif: Gunakan sistem manajemen inventaris yang terintegrasi untuk memantau stok secara real-time dan mencegah kekurangan atau kelebihan barang.

Pelatihan Karyawan: Berikan pelatihan rutin kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan layanan dan pengetahuan produk.

  1. Adaptasi terhadap Tren dan Preferensi Konsumen

Produk Ramah Lingkungan: Tawarkan produk yang ramah lingkungan atau kemasan yang dapat didaur ulang untuk menarik konsumen yang peduli terhadap lingkungan.

Variasi Produk: Sediakan berbagai pilihan produk untuk memenuhi preferensi beragam pelanggan, termasuk makanan ringan, minuman khas, dan barang kerajinan dalam berbagai ukuran dan harga.

Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, bisnis oleh-oleh di bandara dapat berkembang dan memenuhi kebutuhan wisatawan yang mencari kenang-kenangan dari perjalanan mereka.

Closing

Mengembangkan bisnis oleh-oleh di bandara menawarkan peluang yang menjanjikan, didukung oleh tingginya lalu lintas penumpang dan kebutuhan mereka akan cendera mata khas daerah. Namun, untuk mencapai kesuksesan, pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan dinamika pasar, berinovasi dalam produk dan layanan, serta memanfaatkan teknologi digital. Kolaborasi dengan pengrajin lokal dan pemahaman mendalam terhadap preferensi konsumen juga menjadi kunci dalam menciptakan produk yang unik dan diminati. Dengan strategi yang tepat, bisnis oleh-oleh di bandara dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta pengalaman wisatawan.

Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Dr. Afen Sena, M.Si. IAP, FRAeS
Profesional dan akademis dengan sejarah kerja, pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan dan bisnis kedirgantaraan. Alumni PLP/ STPI/ PPI Curug, Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, International Airport Professional (IAP) dari ICAO-ACI AMPAP dan Fellow Royal Aeronautical Society (FRAeS).
Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.