Jumat, April 23, 2021

Allah SWT via Roy Kiyoshi: Saya Desak Ali Mochtar Ngabalin Berpihak ke Jokowi

Daripada Mikirin Covid-19, Lebih Asyik Bermain Majas 

Sebenarnya saya paling tidak suka dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Sebab, waktu SD pernah ditampar sama si guru. Sempat trauma coy. Sudahlah, yang lalu biar...

Vladimir Putin: Prabowo Subianto Fadli Zon Bukan Pegawai Rusia

Gerah mendapatkan tautan di semua platform media sosial dari netizen Indonesia mengenai Prabowo Subianto dan Fadli Zon, pemerintah Rusia akhirnya merasa perlu menanggapi secara...

Menurut Survei Internal, Pak Amien Layak Jadi Pahlawan Bersama Polpot

Setelah mengumumkan kemenangan berdasarkan survei internal, kini kubu 02 mengumumkan bahwa Amien Rais dinyatakan layak untuk diberi gelar pahlawan. Pernyataan ini disampaikan menyusul sikap...

Jokowi Umumkan Uya Kuya Pengganti Yudi Latif di BPIP

Tak perlu waktu lama bagi Jokowi menemukan pengganti Yudi Latif untuk menduduki jabatan strategis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pilihannya jatuh kepada sosok...

Roy Kiyoshi tiba-tiba ambruk. Para penonton di studio yang menonton langsung acara Kurma bengong. Tatapan mereka kemudian beralih ke arah para kru televisi yang bertugas, seolah bertanya, “Ada apa gerangan?”

Ini di luar skenario. Seharusnya tidak ada adegan Roy jatuh. Para kru pun terpana, saling lihat satu sama lain, beberapa bahu terangkat, Robby Purba mulai toleh kanan toleh kiri, untung tak tertangkap kamera. Kamera para kru terus menyorot Roy Kiyoshi, dari atas, dari samping kiri samping kanan. Roy telungkup, seperti orang setengah sujud, sujud tapi miring dan pantatnya jatuh menimpa pergelangan kaki.

Mandhani, produser acara Kurma, acara spesial bulan Ramadan, tergopoh-gopoh mendekati lokasi Roy. Ia bermaksud mencoba berkomunikasi dengan Roy dengan kode-kode, tapi percuma, mata Roy terpejam dan posisinya mencium lantai studio.

Jutaan pasang mata Indonesia menyaksikan adegan tersebut di kotak televisi di rumah masing-masing, di warung-warung, di bar, di pos jaga, pos ronda, halte busway, bahkan di toilet eksklusif.

15 menit berlalu, adegan itu tak berganti. Roy Kiyoshi masih telungkup tak berkutik. Sementara Mandhani selaku produser belum berani ambil tindakan, tidak juga memotongnya dengan pariwara. “Bagaimana jika ada sesuatu yang penting untuk bangsa ini terjadi? Sesuatu yang penting untuk peradaban, untuk kita semua,” pikir Mandhani.

Ia memberi aba-aba kepada para kru untuk meneruskan pekerjaan masing-masing, kepada para penonton dan Robby Purba agar tetap tenang.

30 menit berlalu, para penonton mulai membicarakan adegan ganjil itu di media sosial. Dengan cepat ia menjadi trending topic. Dan semakin banyak orang menyalakan televisi. Meme-meme bertebaran, spekulasi bermunculan, teori-teori konspirasi tak terbendung.

Sepertiga malam, para penonton masih penasaran apa yang sesungguhnya terjadi dan menunggu dengan setia di hadapan kotak televisi. Anak-anak ikut nimbrung. Bahkan beberapa punggawa istana negara pun melototi televisi, abai akan tugas menjelang sahur. Sampai Presiden Jokowi bangun untuk santap sahur seperti biasa dan mendapati meja makan kosong.

Di Studio 212 ARTV, Mandhani mulai mengantuk. Tangannya mulai mengusap-usap mata dan wajahnya yang kuyu. Sebagian besar penonton masih setia menunggu, mereka hanya pindah dari tempat duduknya untuk ke kamar kecil atau makan dengan gerakan sangat hati-hati dan suara seminimal mungkin.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup. Robby Purba mengorok di kursinya.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup. Robby Purba mengorok di kursinya. Jokowi ikut nonton Kurma bersama para ajudan dan staf istana.

Mandhani tergeletak tidur. Roy Kyoshi masih telungkup. Robby Purba mengorok di kursinya. Jokowi ikut nonton Kurma bersama para ajudan dan staf istana. Televisi menampilkan pose Roy Kyoshi dan suara orok Robby Purba plus Mandhani.

Mandhani tergelak tidur, terbangun mendengar suara Roy Kyoshi menjerit. Buru-buru ia mengelap ilernya. Dengkur Robby Purba tenggelam ditelan jeritan Roy, dan Robby bangun dengan perasaan terancam.

“Robby, Robby,” kata Roy, “Saya merasakan energi yang sangat luar biasa hingga saya pingsang. Saya mencium seluruh bebauan di jagat raya sampai saya semaput.”

Robby segera bangkit mendekat. “Masalah apa yang kita bahas, Roy?”

“Saya menerima pesan dari Allah SWT. Allah SWT tak suka didesak-desak. Allah SWT berfirman, ‘Ali Mochtar Ngabalin mendesak saya berpihak ke Prabowo, saya desak Ali Mochtar Ngabalin berpihak ke Jokowi.’”

Mandhani bangkit, menghadap para penonton, menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan seperti Vicky Burqa sebelum hijrah. Mukanya, muka Mandhani, bukan Vikcy Burqa, memenuhi layar televisi seluruh Indonesia.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.