Jumat, April 23, 2021

Timnas U-22 dan Catatan Kecil Dibalik Performanya

Pilih Siapa Ya, Dedi Mulyadi, Demiz, Emil, Apa Kamu?

Suhu politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, kian hari kian memanas. Sejumlah tokoh, dengan berbagai identitas terus bermunculan mengkampanyekan dirinya kepada khalayak banyak...

People Power atau Politik Kemarahan Ala Elite?

Hajatan elektoral kita dalam hitungan hari akan final. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu hampir menyelesaikan proses penghitungan riil secara keseluruhan di 34...

Max Havelaar, Inspirasi Perjuangan Tanpa Lelah

Dampak dari penerbitan novel Max Havelaar bagi rakyat Indonesia (waktu itu masih bernama Hindia Belanda) bisa dikatakan sama dengan dampak yang ditimbulkan dari terbitnya novel...

Kematian Demokrasi Substantif di Indonesia

Banyak pemimpin dan cendekiawan menegaskan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling canggih, serta mampu menciptakan keharmonisan antara pemerintah dan warganya. Demokrasi memberdayakan warga negara...
hatta abdi
Penulis telah menyelesaikan studi S2 di Universitas Airlangga Surabaya

Tuntas Sudah semua pertandingan timnas U-22 dalam ajang Sea Games 2017 yang dihelat di Malaysia. Mendapatkan 11 point dalam grup neraka yang dihuni Thailand dan Vietnam serta mampu meraih perunggu (juara-3) menjadi pelengkap daya juang timnas U-22 kali ini. Prestasi yang tak buruk jika melihat kondisi sepakbola Indonesia yang baru saja “dimulai” kembali setelah mendapatkan banned dari federasi tertinggi sepak bola dunia yakni FIFA.

Ekspektasi Besar dalam diri Timnas U-22

Dikontraknya Luis Milla menggantikan Alfred Riedl menjadi tim pelatih kepala pada diri Timnas Senior serta merangkap pelatih Timnas U-22 menjadi awal mula dimulainya tuntutan yang tinggi dalam diri Timnas Indonesia. Luis Milla pun dituntut mampu secara singkat merubah prestasi yang tak kunjung membaik dalam diri Timnas Indonesia. Hal ini pun dianggap wajar menilik prestasi Luis Milla yang mampu mengantarkan Tim Nasional Junior Spanyol yang meraih juara pada perhelatan EURO dibawah umur 21. Di sisi lain, animo masyarakat pecinta bola tanah air yang menginginkan Timnas Indonesia mampu meraih prestasi baik menjadi titik ukuran pelatih berkebangsaan Spanyol ini dikontrak.

Pasca dikontrak pada akhir tahun 2016, secara cepat seleksi pun dilakukan pada bulan Februari lalu untuk mendapatkan pemain-pemain yang dirasa memiliki kemampuan dan skill yang baik untuk meraih prestasi bersama Timnas Indonesia. Namun, kegagalan dalam Kualifikasi Piala Asia U-22 2017 menjadi langkah terjal pertama Timnas Indonesia dibawah asuhan pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.

Di samping itu, kegagalan meraih emas pada ajang Sea Games Malaysia yang terakhir diraih tahun 1991 kali ini pun menjadi kekecewaan besar seluruh elemen pecinta bola tanah air. Namun, dibalik prestasi yang hanya mampu meraih perunggu tersebut, terdapat catatan-catatan yang minimal mampu memberikan senyuman di akhir semua pertandingan Timnas U-22 dalam ajang Sea Games Malaysia dan menjadi modal berharga dalam persiapan meraih target semifinalis pada ajang Asian Games 2018 yang diadakan di Indonesia.

Membaiknya Strategi Luis Milla

Dalam menerapkan strategi pada Timnas U-22 dalam ajang Sea Games 2017 kali ini, Luis Milla cenderung menggunakan formasi 4-2-3-1 yang dianggap berjalan baik dengan mengandalkan pemain-pemain sayap yang memiliki kelebihan kecepatan yang dihuni Febri Hariyadi dan Osvaldo Haay di kiri serta Saddil Ramdani dan Yabes Roni di kanan dengan ditopang Evan Dimas sebagai pengatur serangan.

Jika dibandingkan dengan permainan pada ajang Kualifikasi Piala Asia U-22 2017 lalu, dalam keseluruhan pertandingan Sea Games kali ini, Timnas U-22 mampu menunjukkan performa menyerang dan bertahan yang baik, namun terdapat pekerjaan rumah yang lumayan banyak dalam menindaklanjuti performa ke depan. Hal ini karena performa penyelesaian akhir yang masih terbilang buruk dan emosi pemain yang mudah “panas” menjadi kerugian besar jika melihat keikutsertaan dalam kompetisi pendek ke depan.

Di sisi lain, masih minimnya pemain yang memiliki daya intelegensia yang tinggi dan kurang pandainya pemain sayap dalam melakukan umpan-umpan panjang dalam kotak penalti serta masih mandulnya striker Timnas U-22 menjadi nilai minus dalam catatan performa di ajang Sea Games kali ini. Sisi positif nya adalah timnas besutan Luis Milla mampu memiliki kedalaman skuad yang baik. Hal ini dibuktikan dengan sering nya luis milla dalam merotasi pemain inti yang berbeda dalam setiap pertandingan.

Di samping itu, performa apik yang ditampilkan Rezaldi Hehanusa di posisi bek kiri dan Septian David Maulana yang berada di belakang striker menjadi harapan besar performa timnas U-22 yang sebelumnya cenderung mengandalkan evan dimas semata. Dalam Sea Games 2017 kali ini, Septian David Maulana mampu memberikan torehan 3 gol dan 2 asisst menjadi nilai positif dalam membaiknya performa timnas. Di sisi lain, tangguhnya lini belakang yang dinahkodai Hansamu Yama dan Ricky Fajrin serta kedua penjaga gawang yang sering berganti antara satria tama dan kurnia kartika menjadi nilai positif lainnya dalam melihat performa Timnas U-22.

Proyeksi Ke depan

Kegagalan meraih target dalam 2 (dua) kompetisi yang diikuti Timnas U-22  pada tahun 2017, menyisahkan Asiang Games 2018 sebagai penahbisan kemampuan Timnas U-22 dibawah besutan Luis Milla. Apalagi dalam ajang Asian Games 2018 mendatang, Indonesia bermain sebagai tuan rumah dengan dukungan besar suporter tanah air.

Luis Milla sebagai pelatih kepala dituntut harus mampu menyelesaikan pekerjaan rumah besar yang dimiliki Timnas U-22 serta mental bertanding yang acap kali menjadi batu sandungan dalam menampilkan performa apik Timnas U-22. Di samping itu perlunya menerapkan strategi alternatif disamping strategi dari kekuatan sayap Timnas Indonesia dengan menerapkan umpan-umpan pendek seperti halnya kekhasan iklim sepakbola spanyol perlu dicoba.

Di sisi lain Luis Milla harus cerdik dalam melihat pemain-pemain yang belum terpanggil dalam komposisi tim kali ini. Catatan penulis, pemain-pemain seperti Ilham Udin Armain, Maldini Pali Muchlis Hadi yang menjadi andalan pelatih Indra Sjafri dalam timnas U-19 pada tahun 2015 lalu serta Tarens Puhiri perlu dicoba untuk meraih komposisi yang lebih baik dalam mempersiapkan diri dalam ajang Asian Games tahun 2018 ke depan. Semoga Timnas Indonesia U-22 mampu meraih prestasi lebih baik ke depan dan menjadi generasi apik dalam Timnas Senior.

hatta abdi
Penulis telah menyelesaikan studi S2 di Universitas Airlangga Surabaya
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.