Senin, Juli 15, 2024

Tiga Ibrah yang Kita Dapatkan dari Gelaran Piala AFF

Malik Ibnu Zaman
Malik Ibnu Zaman
Penulis Lepas

Pupus sudah harapan Timnas Indonesia untuk menjadi Juara Piala AFF 2022 setelah dikalahkan oleh The Golden Star (julukan Vietnam) 2-0 pada semifinal leg 2 di Stadion My Dinh pada Senin (9/1/2023) malam. Sebelumnya Timnas Indonesia berhasil menahan imbang 0-0 Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (6/1/2023).

Ekspektasi juara fans Timnas Indonesia pada Piala AFF 2022 sangat tinggi, dan saya kira itu wajar. Pasalnya Timnas Indonesia belum pernah sekalipun meraih juara pada gelaran sepak bola 2 tahunan antar negara Asia Tenggara tersebut. Ditambah lagi Timnas Indonesia sebelumnya tampil gemilang pada Kualifikasi Piala Asia 2023, dan berhasil meraih tiket Piala Asia 2023 di Qatar.

Selain itu juga Timnas Indonesia tampil apik pada pertandingan persahabatan melawan Curacao, sebuah negara yang ranking FIFA nya jauh di atas Indonesia. Lalu juga pergantian nama Piala AFF dari Suzuki ke Mitsubishi diharapkan bisa menghilangkan kutukan tidak pernah juara.

Timnas Indonesia memulai fase grup dengan tertatih-tatih, pada laga melawan Kamboja menang tipis 2-1. Total Indonesia pada fase grup Piala AFF 2022 meraih 3 kali kemenangan, dan 1 kali hasil seri. Meskipun tidak pernah kalah pada fase grup, tetapi terdapat masalah pada penyelesaian akhir, yaitu kurang bisa memaksimalkan peluang.

Timnas Indonesia boleh saja tidak Juara Piala AFF tetapi setidaknya ada ibrah (pelajaran) yang kita peroleh dari gelaran Piala AFF. Berikut Tiga ibrah yang kita dapatkan dari Piala AFF:

1# Kesabaran

Ibrah yang pertama dari Piala AFF adalah kesabaran. Seperti yang kita tahu tahu bahwa Timnas Indonesia sampai saat ini belum pernah sekalipun menjadi Juara Piala AFF. Prestasi Timnas Indonesia di Piala AFF ya 6 kali menjadi Runner-up.

Coba bayangkan dari pertama kali Piala AFF digelar tahun 1996 saat itu masih bernama Piala Tiger hingga sekarang belum pernah menjadi juara. Hal tersebut menunjukkan betapa luar biasanya kesabaran Timnas Indonesia. Kalau tidak memiliki kesabaran mungkin Timnas Indonesia memutuskan untuk tidak mengikuti Piala AFF.

Kemudian para fans Timnas Indonesia juga patut diapresiasi kesabarannya, perihal komentar di medsos kepada Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman percayalah itu adalah bentuk kepedulian bukan bentuk amarah.

Nah, meskipun terkesan kasar komentar di media sosial, tetapi sebenarnya fans Indonesia penyabar. Kalau nggak sabar mana mungkin rela merogoh uang untuk membeli tiket agar bisa menonton di stadion, membeli token listrik agar bisa nonton di televisi, membeli kuota agar bisa lancar live streaming.

2# Cinta

Kemudian ibrah selanjutnya dari Piala AFF adalah cinta. Saya kira fans Timnas Indonesia itu luar biasa cintanya terhadap Timnas Indonesia. Meskipun dikecewakan tetapi tetap datang mendukung lagi. Itu namanya cinta, kalau bukan cinta apa coba namanya?.

Lalu ketika pemain lawan menyakiti pemain Timnas Indonesia kita ikut turun tangan lewat media sosial. Seperti kemarin ketika Doan Van Hao melakukan tekel terhadap Dendy Sulistyawan pada semi final leg 1. Berhubung instagram Doan Van Hao dibatasi kolom komentarnya, maka beralih ke kolom komentar pacarnya. Tentu kita masih ingat dulu saat Sea Games 2022, pemain Thailand Jonathan Khemdee sampai hilang akun instagramnya.

3# Sadar Bahwa Negara Lain Semakin Berkembang dalam Sepak Bola

Selanjutnya ibrah yang ketiga adalah membuka mata bahwa sepak bola negara lain semakin berkembang. Seperti Kamboja misalnya, dulu Kamboja selalu menjadi lumbung gol. Tetapi sekarang bisa menyulitkan Timnas Indonesia. Hal tersebut tidak lepas dari federasi sepak bolanya Kamboja yang mulai berbenah, kompetisi sepak bola Kamboja yang mulai berbenah, dan dikelola secara modern.

Timnas Indonesia sekarang sudah ditangani oleh pelatih kelas dunia, yaitu Shin Tae Yong. Hal tersebut sudah oke, hanya tinggal bagaimana induk sepak bola Indonesia yaitu PSSI dan kompetisi sepak bola Indonesia mau berbenah, disertai dengan kedewasaan suporter.

Kemudian kita melihat bagaimana pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam, masih banyak terjadi kesalahan dalam hal teknik dasar yaitu passing. Masa iya pelatih kelas dunia harus melatih teknik dasar pemain Timnas. Maka dari itu pembinaan sepak bola usia dini juga harus diperhatikan dalam hal ini teknik dan juga mental. Sehingga ketika masuk Timnas ya tugas pelatih tinggal mematangkan taktikal.

Itulah tiga ibrah yang kita dapatkan dari gelaran Piala AFF. Meskipun kita tidak berhasil Juara Piala AFF, semoga kita bisa berbicara banyak di kancah Asia dalam hal ini Piala Asia 2023 Qatar.

Malik Ibnu Zaman
Malik Ibnu Zaman
Penulis Lepas
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.