Jumat, April 23, 2021

Tidak, Omnibus Law bukan Kesalahan Presiden?

Feodalisme Yogyakarta Sebagai Pelindung Bangsa?

Semua orang tidak akan membantah julukan Yogyakarta sebagai kota budaya. Ibarat kata hanya sejengkal melangkah, pasti ada budaya yang berbeda. Provinsi terkecil kedua di...

Tidak Ada Salah dengan Formasi 2-7-2 Versi Thiago Motta

Adalah Thiago Motta, yang kini sedang memulai karirnya sebagai pelatih. Mantan gelandang bertahan timnas Italia itu memutuskan untuk gantung sepatu akhir musim 2017/2018, sekarang...

Gerakan Pemikiran Melawan Radikalisme dan Krisis Kemanusiaan

Sejarah mencatat apresiasi manusia terhadap keberagamaan sangat dinamis. Sejak zaman purba, agama—dalam pengertian religi—menjadi faktor penting: menyigi kehidupan dan menentukan pola-pola tindakan. Tak pelak...

Polemik Pernikahan Dini Masa Pandemi

Menyebarnya virus covid 19 di Indonesia sangat cepat dan menyeluruh ke berbagai wilayah dari kota besar sampai daerah pelosok desa. Virus ini terjadi mulai...
Muhammad Chaeroel Ansar
Mahasiswa Pascasarjana Development and Sustainability Program, Asian Institute of Technology, Thailand. Minat pada kajian marxisme.

Belum cukup seminggu sejak ketukan palu, Omnibus Law UU Cipta Kerja mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Kantor pemerintah menjadi sasaran penyampaian aspirasi dari buruh, mahasiswa, akademisi, juga kelompok berlandaskan agama.

Parlemen jalanan terbentuk – Keadaan ini bukan tidak biasa bagi pencinta “another world is possible“. Rentetan aksi demonstrasi yang terjadi serupa alarm bagi kita semua bahwa sistem yang ada saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sebagai orang yang sedang belajar ekonomi politik, tulisan ini menjadi upaya melibatkan diri dalam isu tersebut. Penuh harap, uraian singkat ini bisa menjadi kerangka dasar dalam menentukan sikap.

Kesalapahaman Ekonomi

Niat tulus kepala pemerintahan untuk mendorong pertumbuhan investasi bukanlah suatu hal buruk, apalagi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Umum diketahui bahwa ide investasi merupakan pikiran jangka panjang dalam bentuk pendapatan yang meningkat di kemudian hari. Berbagai teori pembangunan ekonomi bertumpu pada investasi.

Basis kuat investasi dapat ditelusuri dari Adam Smith, Marx hingga para pengembang teori pembangunan setelah Perang Dunia II, sebagai misal bagi Smith begitu pentingnya kenaikan stok modal dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja karena memajukan pembagian kerja.

Dalam suatu ilustrasinya tentang produksi peniti, ia menegaskan bahwa seorang tenaga kerja begitu sulit memproduksi lebih dari 20 peniti sehari apabila keseluruhan proses produksi harus dikerjakan sendiri olehnya. Namun, apabila proses produksi dibagi dalam divisi berbeda dan masing-masing memiliki tugas berbeda sesuai keahliannya; seseorang mengeluarkan kawat, yang lain meluruskannya, yang selanjutnya memotongnya, dan seterusnya. Maka, lebih dari empat ribu peniti per pekerja dapat diproduksi.

Mulai terang bahwa untuk mengeksekusi pembagian kerja ini, dibutuhkan dana untuk pelatihan, alat, bahan, dan tentunya gaji awal tenaga kerja sebelum penjualan berlangsung, itulah yang saat ini akrab dikenal dengan istilah investasi, atau dalam istilah Smith disebut useful and productive activities.

Resep serupa dalam diskursus investasi diperoleh dari Model Harrod-Domar yang mulanya diterapkan di negara maju dan kemudian menuju pada negara berkembang, model ini menunjukkan tingkat pertumbuhan berkorelasi positif dengan rasio tabungan atau dengan kata lain semakin tinggi tingkat tabungan (yang diinvestasikan), maka semakin tinggi pertumbuhannya. Secara sederhana, dasar dari model ini dapat dihitung melalui persamaan berikut:

g = s / c  atau ΔY/Y = s / k, dimana g atau ΔY/Y adalah tingkat pertumbuhan ekonomi (output), s adalah tingkat tabungan dan k adalah rasio modal-ouput (COR). sehingga, semakin tinggi tingkat s, maka semakin tinggi g.

Apakah Indonesia salah satu negara yang menganut kerangka kerja tersebut? Bisa jadi, namun apakah kerangka kerja itu kontekstual dengan permasalahan yang terjadi di Indonesia? Mari melihat persoalan krusial dan korelasinya terhadap investasi di Indonesia.

Hasrat buruh untuk membentuk parlemen jalanan dan demonstrasi bukan tanpa alasan, pengalaman dan perasaan langsungnya menjadi motivasi utama, buruh terbentuk atas relasi sosial-produksi melalui pemberian tenaga kerjanya dan upah oleh pemilik modal. Sebagaimana uraian sebelumnya, diasumsikan bahwa semakin banyak modal (melalui investasi) yang dimiliki oleh suatu entitas (tentu oleh kapitalis-enterpreneur), maka semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, kemudian membuka peluang kerja yang luas, berakhir pada peningkatan kualitas hidup setiap kelas, baik buruh maupun pemilik modal.

Dengan meminjam pandangan Marx, kejadian kontras ditampilkan dalam investasi bahwa telah dan sedang terbentuk entitas baru, yang dalam istilah Marx disebut sebagai industrial reserve army atau akrab dikenal dengan pengangguran (unemployment), sejumlah pengangguran inilah yang menyebabkan tingkat upah bagi orang yang bekerja (dalam relasi sosial-kapitalis) berada pada upah penghidupan terendah (the minimum subsistence wage). Sebab, terjadi peningkatan terus-menerus atas persediaan (supply) tenaga kerja melebihi permintaan (demand) tenaga kerja.

Mulai terang bahwa mengeksekusi investasi untuk peningkatan upah bukanlah jalan yang elok untuk dikenang. Lebih lanjut, Marx menegaskan bahwa aktivitas investasi bukan dimotivasi oleh iming-iming keuntungan, tetapi merupakan kebutuhan yang dipaksakan oleh perjuangan kompetitif di antara para kapitalis.

Dengan demikian, investasi mendorong terbentuknya kemajuan teknis (teknologi) secara cepat, akibatnya bagian relatif dari pendapatan (upah) akan semakin turun dan bagian relatif dari keuntungan (nilai lebih) akan semakin naik, kondisi ini disebut sebagai the immiseration of the proletariat atau hukum yang meningkatkan kesengsaraan kelas pekerja. Secara sederhana dapat dipahami melalui ilustrasi grafis berikut:

Muhammad Chaeroel Ansar
Mahasiswa Pascasarjana Development and Sustainability Program, Asian Institute of Technology, Thailand. Minat pada kajian marxisme.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

ARTIKEL TERPOPULER

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.