Rabu, April 21, 2021

Tauhid Yes! NKRI juga Yes!

Teknologi dan Janji Pemerataan Pendidikan

logan di atas gencar dipromosikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui sebuah situs belajar bernama Rumah Belajar, guru dan siswa dapat mengakses berbagai macam materi...

Impor Beras yang (Tak) Waras

Beras adalah kebutuhan primer manusia. Dari beras tersebut banyak olahan makanan yang dapat dibuat sebagai makanan pokok. Beras (nasi) terus diupayakan agar dapat dikonsumsi...

Melihat Makna Di Balik Ungkapan “Pribumi” Anies Baswedan

 Beberapa hari ini kita disibukan oleh hal-hal yang menggelitik, tiba-tiba istilah pribumi mendadak viral di jagat pertarungan dunia maya. Berawal dari pidato yang heroik...

Kritik untuk Kritikan Zaadit dan BEM UI

Kartu kuning beberapa minggu ini menjadi berita trending di media daring mulai dari yang pro-Jokowi hingga yang kontra. Dinding facebook saya juga penuh dengan ulasan-ulasan...
idham rizky
Nama: Idham Rizky Yudanto Ttl : Tuban, 25-09-1999 ig: rizky.idham Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya 2018

Pada akhir-akhir ini, bangsa Indonesia dibuat geger akan pembakaran bendera yang dilakukan oleh sekelompok oknum organisasi, yang di mana terdapat tulisan tauhid di bendera tersebut. Banyak reaksi yang timbul akibat peristiwa pembakaran bendera ini, mulai dari kecaman, aksi turun ke jalan, hingga permintaan pembubaran organisasi yang melakukan pembakaran bendera tersebut.

Yang ditakutkan adalah dari peristiwa ini ada pihak yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik tertentu, bisa iya bisa tidak. Maka dari itu perlu literatur dan pemahaman yang benar, agar tidak menjadi korban penggorengan isu tentang pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut. Ada beberapa alasan mengenai kenapa kita harus setuju dan tidak setuju mengenai pembakaran bendera bertuliskan tauhid yang terjadi di Garut beberapa waktu yang lalu.

Tindakan reaktif pembakaran yang dilakukan oknum memang tidak bisa dibenarkan dan itu salah, tetapi perlu juga dipahami bahwa membakar benda yang betuliskan kalimat tauhid dalam Islam diperbolehkan asal dengan tujuan menjaga kehormatan dan kemuliaan kalimat tersebut, dari pada jatuh ditanah dan lain sebagainya yang dapat melecehkan kalimat tersebut. Hukumnya boleh, bahkan bisa wajib.

Ada hadist yang mengatakan bahwa bendera Nabi Muhammad itu hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid, seperti yang dibawa dalam aksi-aksi bela tauhid, tetapi jika dilogikakan bendera antar organisasi terlarang yang mengeklaim bendera itu bentuknyapun berbeda-beda, contoh HTI, ISIS, dan Taliban.

Menulis kalimat tauhid dalam bendera atau apapun hukumnya makruh, bahkan bisa haram jika digunakan untuk kepentingan yang jauh dari agama. Jangan menggunakan kalimat tauhid sebagai tujuan politik tertentu karena itu sangat tidak dibenarkan. Maka lebih baik kalimat tauhid diamalkan dalam kehidupan sehari-hari bukan dijadikan simbol-simbol tertentu.

Karena menolak bendera tauhid bukan berarti menolak kalimat tauhid itu sendiri. Yang dikhawatirkan adalah kalimat tauhid dijadikan kedok sebagai ajang untuk makar dan membenci negara ini. Padahal para pejuang kita sudah rela mati demi mengusir penjajah dan memerdekakan bangsa ini dengan nyawa sebagai taruhannya. Kita hidup di bumi Indonesia maka wajib untuk menjaganya.

Maka bijaklah dalam berfikir, jangan sampai kita diadu domba atas nama agama sehingga kita bisa terpecah belah. Cinta terhadap tauhid tetapi jangan lupa juga cinta kepada tanah air, karena kita tidak bisa beragama secara damai dan tenang, jika tanah air kita tidak tentram seperti saat ini. Oleh karena itu, cintailah agama dan negara karena keduanya adalah hal yang wajib kita laksanakan karena keduanya bukan hal yang saling bertentangan.

idham rizky
Nama: Idham Rizky Yudanto Ttl : Tuban, 25-09-1999 ig: rizky.idham Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya 2018
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

Serangan Siber Israel di Pusat Pengembangan Nuklir Iran

Pada 12 April 2021, Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran/Atomic Energy Organization of Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengkonfirmasi terjadi ledakan di bagian fasilitas pengayaan...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

ARTIKEL TERPOPULER

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.