Jumat, April 23, 2021

Taktik Sandi, Senyum KH. Ma’ruf Amin

Soal Hari Pendidikan Nasional yang Sudah Tepat Tanpa Dilan

Saya antara menyesal dan tidak dalam menulis artikel jawaban atas artikel Mas Iqbal Adji Daryono di kolom Pendidikan Geotimes dengan jusul “Hari Pendidikan Nasional...

Opini Komunitarian dalam Ruang Publik

Dalam linimasa media sosial Instagram, beredar video sekelompok masyarakat menghadang gerbang gereja di Medan, Sumatera Utara. Kasus ini menguap semenjak video yang diunggah oleh...

Independensi Jurnalisme dalam Tahun Politik

Belum lama ini, Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI menyinggung wartawan sebagai akibat buruknya penampilan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Dia...

Cyberdemocracy Kekuatan Politik Alternatif

Kondisi sekarang memperlihatkan bagaimana publik telah masuk kepada tahap penggunaan internet sebagai instrumen counter power, melakukan kontestasi kekuasaan atas pemahaman dalam bernegara. Publik sedang melakukan...
arkardhyhttp://arkardhy.blogspot.com
lah kepo amat sih, urang saha etah. abdi mah penulis biasa wae atuh. sok ningali kadie abdi gaduh artikel :)

Menyoroti debat cawapres yang tak terlalu begitu efektif, terkesan lambat dan terlalu cepat seperti itulah yang masih terasa hingga kini beragam inovasi yang ditawarkan beragam persepsi dan komentar serta jawaban yang terkadang tak menjawab pokok inti permasalahan. Membuat debat ini terasa tak ada yang menarik dan cenderung hambar.

Baik Sandiaga Uno ataupun KH. Ma’ruf Amin tak mampu membuat publik dan swing voters memutuskan apakah akan memilih salah satu dari keduanya, hal tersebut akhirnya menimbulkan beragam pertanyaan. Kini masih pentingkah sebuah debat untuk menentukan pilihan?

Jika ada yang mengatakan penting, ya memang penting untuk menentukan sebuah pilihan kita harus tau apa gagasan dan apa yang mereka lontarkan tentang program yang akan di kerjakan setelah menjabat dan duduk di kursi panas istana yang di kini sedang di perebutkan tersebu.

Mengingat banyak sekali golput di pilpres 2014 tak membuat pilpres kali ini akan tak bernasib sama atau bahkan bisa saja jauh lebih besar yang akan membuang hak pilihnya pada pemilu kali ini karena di rasa sangat gerah dan panas sekali.

Debat hanya berisi hal tak berguna? bisa setuju atau tidak setuju tapi apa yang di sampaikan Sandiaga Uno mengenai banyak hal atau mengulik personal Ibu-Ibu dan menyatakan bahwa beliau mengunjungi lebih dari 1.500 titik.

Menurut saya tak perlulah jumawa menyampaikan dan baik kepada Pak KH. Ma’ruf Amin yang tercinta beliau pun saya rasa masih kurang bisa memberikan jawaban yang memuaskan hati masih kental akan jawaban yang kurang mengena di hati,di lain sisi beliu lebih baik daripada Sandi dalam mempergunakan porsinya dalam menjawab walaupun ada beberapa waktu yang beliau buang dan tak di manfaatkan dengan baik.

Debat harusnya menjadi tolak ukur bagi pemilih pemula dan swing voters yang tak kunjung menentukan pilihan lalu bagaimana jika debat ternyata tak mampu melaksanakan apa yang di rasa perlu tersebut apakah KPU harusnya memberi kolom kritik dan sara agar adanya pertimbangan?

Ini sudah debat ketiga yang sangat hambar terasa kurang sekali garam terasa kurang sekali rasanya maka dari itu harusnya KPU mencoba taktik baru merayu seluruh swingvoters dan pemilih pemula yang berujung golput akhrinya berubah pikiran dan membuat pilihan di bilik suara.

Karena tinggal satu bulan lagi menuju pemilihan baiknya KPU sudah menyiapkan yang harus disiapkan.

arkardhyhttp://arkardhy.blogspot.com
lah kepo amat sih, urang saha etah. abdi mah penulis biasa wae atuh. sok ningali kadie abdi gaduh artikel :)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.