Minggu, Mei 9, 2021

Seorang Katolik dan Anjing Masuk Masjid, Salahnya Di Mana?

Universal Basic Income: Solusi untuk Masalah Kemiskinan

Menurut Kecuk Suhariyanto dalam artikel jurnal Syawie “Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial” (2011) berpendapat bahwa kemiskinan adalah kondisi saat seseorang atau sekelompok orang tak mampu...

Hari Ibu dan Tantangan Disinformasi

  Di Hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember kemarin, ada tantangan dan keprihatinan. Masih banyak kaum ibu yang menyebarkan hoaks atau disinformasi. Terkadang, karena...

Posisi Indonesia Terhadap Konflik Suriah

Sebagai negara dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam konstelasi politik internasional. Negara yang notabenennya tidak terletak di wilayah...

Guru, Pemilu, dan Demokrasi

Kesuksesan pemilihan umum yang diselenggarakan secara nasional dan lokal di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para guru. Dalam struktur organisasi kepemiluan, guru banyak...
Avatar
muflihmappaujung
Mahasiswa Pascasarjana, tinggal di Gowa.

Hingga perhari ini, perbincangan mengenai seorang Ibu yang memboyong anjingnya ke dalam masjid masih berlanjut. Bagi sebagian orang, ini merupakan tindakan penistaan agama. Sebagian yang lain lebih memilih menahan diri untuk menjustifikasi peristiwa ini karena diduga pelaku sedang mengalami gangguan jiwa.

Akan tetapi, meskipun sudah ada surat keterangan gangguan jiwa dari dua rumah sakit, polisi tetap menetapkan pelaku sebagai tersangka.

Mungkin polisi memiliki pertimbangan lain sehingga mengambil langkah ini. Bisa itu demi alasan perlindungan terhadap perilaku, demi kelancaran penyidikan, demi menjaga kondusifitas masyarakat, ataupun demi pertimbangan-pertimbangan lain.

Dengan adanya peristiwa ini, tulisan tentang kejadian ini pun bertebaran di mana-mana. Ada yang mengulas debat sengit antara argumen berdasarkan dalil Quran dan Hadits melawan dalil Humanisme, adapula yang membahas respon-respon orang terhadap peristiwa ini.

Tulisan ini justru melihat titik permasalahan lain yang menarik untuk dibicarakan: yaitu tentang tata nilai.

Kita semua mengerti bahwa tiap tempat memiliki sistem moral yang patut kita perhatikan. Misalnya, kita terlarang untuk menginjak rumput di Monas, atau meludah di lantai KRL. Kita bisa dianggap tidak bermoral ketika membiarkan ibu hamil berdiri di busway. Kesadaran akan nilai ini sangat diperlukan. Maka ketika kita tidak mengetahui, kita patut berwaspada, patut bertanya, dan patut mengamati.

Terlebih ketika kita berada di tempat-tempat yang disakralkan orang. Bisa itu tempat ibadah, situs bersejarah, rumah kebesaran kerajaan, dan lain-lain.

Bagi Bourdieu, yang mengatur tindakan manusia itu adalah ranah (field). Sebuah tempat atau lingkungan dapat mengondisikan dan mengatur tindakan manusia di dalamnya, karena tempat itu mengandung sistem moral yang menghalangi manusia untuk berbuat bebas dan tidak terbatas.

Namun faktanya, ibu ini justru mendobrak nilai yang telah ada di masjid: nilai tentang liur anjing yang najis bagi umat Muslim dan tentang tidak diperkenankannya mengenakan alas kaki di dalam masjid. Artinya, peristiwa ini tidak terakomodasi oleh teori Bourdieu.

Lalu di mana masalah sebenarnya?

Skizofrenia

Hal ini kemudian akan lekas menjadi persoalan hukum yang sebelumnya menjadi persoalan sosial.

Kita bisa mengafirmasi potensi kehilangan kontrol diri (self-control) terhadap seseorang yang mengalami skizofrenia. Kehilangan kesadaran inilah yang menyebabkan ketidakteraturan tindakan.

Di sisi lain, kita masih tetap bisa mempertanyakan kesadaran sang ibu terhadap nilai yang mapan di masjid. Jika kesadarannya normal, menjadi sangat logis bagi dirinya untuk membawa anjing dan mengenakan sendal di dalam masjid.

Hal itu dapat diasumsikan bahwa ada upaya untuk mengkonfrontasi tindakannya dengan tata nilai yang ada di masjid demi melahirkan kontroversi.

Persoalan ini bukan persoalan agama. Ini hanya problem sosial yang melibatkan variabel agama. Yang patut kita tolak ialah sikap, perilaku dan tindakannya. Bukan sang ibu, sang anjing, apalagi agamanya.

Bagi umat agama lain pun akan keliru ketika anda masuk ke rumah ibadah orang lain dengan cara-cara yang mencak-mencak. Jangankan rumah ibadah orang lain, rumah ibadah anda sendiri saja akan sangat tidak etis.

Avatar
muflihmappaujung
Mahasiswa Pascasarjana, tinggal di Gowa.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Albino: Mistik dan Ide Kuno

Pada tahun 2018, National Geographic mengeluarkan laporan yang menyuarakan adanya sikap diskriminasi terhadap Albinisme. Sejatinya, Albino merupakan sebutan kepada orang-orang yang memiliki perbedaan genetik...

Mudik: Tradisi Nasional Indonesia

Aktivitas masyarakat di Indonesia yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan selain menjalankan puasa adalah melakukan perjalanan mudik dan kemudian berlebaran di kampung halaman. Puasa...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.