OUR NETWORK
From Korea With Love Concert
Sabtu, Desember 3, 2022
From Korea With Love Concert

Rentetan Peristiwa Orde Baru pada Karya Seno Gumira Ajidarma

Muhammad Akrom Sofyan
Mahasiswa Pendidikan Bahsa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
From Korea With Love Concert

Mengenal  Peristiwa Orde Baru dan Drama “Mengapa Kau Culik Anak Kami” karya Seno Gumira Ajidarma

Foto Seno Gumira Ajidarma. SUmber: Google.Sebelum masuk ke dalam pembahasan, kita harus mengetahui apa itu drama? Drama berasal dari bahasa yunani yaitu kata draomai, artinya bertindak, berlaku, berbuat, beraksi. Saat ini, pengertian drama lebih dihubungkan dengan karya sastra. Bisa juga berarti naskah drama.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian drama adalah hasil seni sastra yang ungkapannya dalam wujud teater menekankan pada kekuatan unsur suara (kata,ucapan, dialog) baik tersirat maupun tersurat.

Selanjutnya, yaitu masa orde baru adalah sebuah masa yang terjadi pada masa pemerintahan Soeharto di Indonesia. Masa ini menggantikan masa orde lama dan sebelum masa reformasi terjadi. Masa ini terjadi pada sekitar tahun 1900-an. Lahirnya masa orde baru ketika terjadi peristiwa dikeluarkan surat perintah pada tanggal 11 Maret 1966.

Dari penjelasan  di atas, maka kita bisa mengetahui sekilas pengertian drama dan masa orde baru, dari gambaran tersebut, masa orde baru ini bisa kita lihat berbagai macam caranya untuk mengetahui peristiwa sejarah masa orde baru. Salah satunya, yaitu melalui drama. Karena drama merupakan salah satu cara media untuk mengetahui sejarah masa orde baru ini. Dengan melalui drama kita bisa mengetahui kondisi sejarah masa orde baru ini, walaupun kita belum ada yang lahir pada masa tersebut, tetapi melalui drama, bisa mengetahui sejarah masa orde baru.

Ada beberapa drama yang menceritakan tentang masa orde baru, salah satunya yaitu “Mengapa Kau Menculik Anak Kami” karya Seno Gumira Ajidarma.

Drama “Mengapa Kau Menculik Anak Kami” karya  Seno Gumira Ajidarma ditulis pada tahun 2001. Drama ini merupakan sebuah karya yang mengangkat tema tentang peristiwa sadis masa orde baru. Menariknya dari drama ini adalah karena di dalamnya tertulis ulang peristiwa masa itu versi seno sendiri dengan bertujuan agar masyarakat mengetahui kebenaran peristiwa tentang peristiwa orde baru dan bentuk perlawanan bagi histrorisisme.

Tema yang diangkat dari drama tersebut antara lain tentang penculikan aktivis terjadi di orde baru, tindakan kekerasan yang dialami oleh korban aktivis  pembunuhan massal yang terjadi pada tahun 1956-1966.

Kejadian masa orde baru ini terjadi karena para aktivis melawan kebijakan-kebijakan yang dilakukan pada era Soeharto dengan menculik para aktivis di era soeharto. Kemudian menjadi korban peristiwa orde baru tersebut. Hal ini terekam dalam drama ini adalah dialog antara bapak dan ibu, korban dari penculikan aktivis tersebut, selain itu juga membahas tentang pembunuhan massal yang terjadi sekitar 30 tahun lalu.

Peristiwa tersebut dijelaskan dalam drama ini, ketika memori ibu tentang ingatan-ingatan masa lalu ibu dengan melalui ingatan yang terdapat pada peristiwa itu kita mengetahui  kekerasan dan pembunuhan secara massal sebagai bentuk pembersihan terhadap orang komunis dengan cara begitu pemahaman aliran komunisme akan berhenti dengan pembunuhan massa tersebut, dan tindakan kekerasan yang terjadi pada orde baru mulai tergambar pada drama tersebut ketika ayah menceritakan tentang para korban yang diestrum, dikemplang, dan disiksa sampai mengeluarkan jawaban yang sesuai dengan yang mereka inginkan.

Lalu, bagaimanakah penggambaran peristiwa orde baru dalam drama karya Seno Gumira ini?

Di awal pada babak pertama, menjelaskan tentang pembunuhan massa yang tergambarkan pada memori ibu tentang peristiwa 30 tahun yang lalu. Tentang pembunuhan massal yang dilakukan oleh presiden soeharto dengan bertujuan membersihkan aliran komunis, baik itu yang terindikasi maupun terduga pengikut komunis dengan bertujuan menghentikan aliran komunis dan pembersihan pemahaman aliran komunis dan selanjutnya menjelaskan tentang para orang tua yang kehilangan anaknya karena merupakan aktivis. Sehingga para aktivis diculik oleh intel yang diutus oleh pemerintah karena dianggap melawan kebijakan pemerintahan Soeharto.

Pada babak kedua menjelaskan tentang situasi orang-orang yang mengkritik pemerintahan masa tersebut, karena orang yang mengkrtitik pemerintahan merupakan bentuk perlawanan, dan dianggap ancaman bagi pemerintahan. Sehingga orang-orang tersebut harus diculik dan dipenjara.Hal ini digambarkan dalam drama ketika dialog ibu dan bapak tentang apa yang dianggap berbahaya bagi negara yang kemudian dijawab, yaitu kritis. Dari sini kita mengetahui bawah kritis merupakan sebuah ancaman bagi pemerintahan kala itu.

Pada babak ketiga menjelaskan tentang tindak kekerasan yang terjadi pada orde baru, yaitu para oknum yang bekerja untuk pemerintahan era tersebut melakukan penyetruman, dikemplang, dan disiksa sampai mereka memberikan jawaban yang di inginkan oleh oknum pemerintahan tersebut. Konteks ini digambarkan dalam drama, ketika bapak menjelaskan kepada ibu tentang mereka yang disiksa, baik itu disetrum sampai dikemplang dengan tujuan mencari informasi yang ingin didapatkannya.

Lewat drama tersebut, kita mengetahui peristiwa apa saja yang terjadi pada masa orde baru, walapun mungkin kita tidak hidup pada masa tersebut. Kita bisa mengetahui rentetan peristiwa orde baru salah satunya lewat drama “Mengapa Kau Culik Anak Kami karya Seno Gumira Ajidarma yang menuliskan sejarah tersebut dalam versinya sendiri.

Muhammad Akrom Sofyan
Mahasiswa Pendidikan Bahsa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.