Selasa, April 20, 2021

Lagu Pelangi itu contoh Pendidikan Karakter"

Militer Mengisi Jabatan Sipil, Perlukah?

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluarkan wacana akan merestrukrisasi penempatan perwira menengah dan tinggi untuk mengisi jabatan institusi pemerintahan, dengan membuat 60 pos baru...

How Democracies Die, Sebuah Telaah Akademis

Buku How Democracies Die? terbitan 2018 ini, mendadak menjadi perbincangan setelah Anies Baswedan mengunggah sebuah foto di Twitter dan Facebook sembari membaca buku tersebut. Bagi saya,...

Penanggulangan Bencana Lintas Wilayah Administrasi, Mungkinkah?

Bencana alam yang disebabkan oleh faktor cuaca, iklim dan geologis  seperti hujan,   kekeringan, atau  gempa bumi  kerap tidak bisa dicegah. Tindakan terbaik yang...

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...
Cahyadi Nurdin
Pejuang Media Sosial

Membentuk karakter  anak mencintai kebaikan sejak usia dini perlu di tanamkan, peran orang tua dan guru sangat menentukan terhadap  tumbuh kembang seorang anak. Untuk itu diperlukan kesabaran, ketekunan dan  kontinuitas agar dasar atau pilar karakter dapat dimiliki  anak dengan baik. Keteladanan dari orang dewasa baik guru orang tua dan lingkungan mutlak diperlukan. Begitu sambutan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Purwakarta, H. Purwanto, M.Pd saat memberikan sambutan penutupan pelatihan Akbar para guru TK/PAUD/RA, minggu, (1/10), di Aula Bale Guru Linuhung Purwakarta.

Purwanto juga menegaskan pentingnya guru anak usia dini piwai atau memiliki 4 kompetensi yang wajib dimiliki, baik itu pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional. Para guru harus mahir membuat rekayasa dan desain pembelajaran  sehingga mampu menumbuhkan nilai positif dalam diri anak/karakter.

“Apa yang dilakukan oleh IHF hari ini sejalan dengan kebijakan kita dalam membangun pendidikan yakni Penguatan pendidikan karakter, Pendidikan abad 21 dan gerakan literasi”, ucapnya.

Ditambahkan pula olehnya, kita juga harus banyak belajar dari para pendahulu kita, sesungguhnya  guru terdahulu itu, sangat  hebat-hebat. Purwanto mencontohkan betapa hebat pendidik yang menciptakan lagu “Pelangi-pelangi” beliau mampu menanamkan nilai-nilai karakter religiusitas dipadukan dengan fenomena keindahan lingkungan alam dalam diri peserta didik. Pada kesempatan tersebut Purwanto juga menyanyikan lagu “Pelangi” bersama ratusan peserta pelatihan.

 

Purwanto berharap guru masa kini akan mampu meramu pembelajaran yang sarat dengan nilai-nilai religiusitas, nasionalisme, mandiri, gotong royong dan integritas untuk peserta didik sebagaimana di amanatkan dalam Perpres no  87 tahun 2017. Pungkasnya [*]

Cahyadi Nurdin
Pejuang Media Sosial
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

Serangan Siber Israel di Pusat Pengembangan Nuklir Iran

Pada 12 April 2021, Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran/Atomic Energy Organization of Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengkonfirmasi terjadi ledakan di bagian fasilitas pengayaan...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

ARTIKEL TERPOPULER

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.