Senin, April 15, 2024

Program REDD+ Mempertahankan Hutan dan Mengurangi Emisi Karbon

Rio Fadillah Akbar
Rio Fadillah Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Mulawarman.

Program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) adalah sebuah inisiatif global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan. Program ini bertujuan untuk melawan deforestasi dan degradasi hutan, serta meningkatkan pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di sekitar hutan.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh PBB, deforestasi menyebabkan sekitar 10% dari emisi gas rumah kaca global. Oleh sebab itu, menjaga kelestarian hutan dan mengurangi deforestasi dan degradasi hutan merupakan salah satu cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu mencegah perubahan iklim yang semakin parah.

Program REDD+ pertama kali muncul pada tahun 2005 oleh PBB dan menjadi salah satu bagian penting dari Climate Change Paris Agreement pada tahun 2015. Program ini bertujuan untuk menciptakan dorongan bagi negara-negara yang memiliki hutan tropis untuk menjaga kelestarian hutan dan mengurangi deforestasi dan degradasi hutan.

Dalam program REDD+, negara-negara yang memiliki hutan tropis akan menerima dukungan finansial dari negara-negara mitra untuk membiayai program-program pengurangan deforestasi dan degradasi hutan. Selain itu, program ini juga akan meningkatkan pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan di sekitar hutan.

Norwegia merupakan salah satu negara yang sangat peduli dengan isu lingkungan dan iklim, dan telah berkomitmen untuk mendukung program REDD+. Norwegia telah menandatangani perjanjian dengan beberapa negara seperti Brasil dan Indonesia untuk memberikan dukungan finansial dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan mengurangi deforestasi.

Sebagai bagian dari dukungan finansialnya, Norwegia telah menjanjikan hingga USD 2,7 miliar kepada negara-negara mitra dalam program REDD+ hingga tahun 2030. Dana tersebut digunakan untuk membiayai program-program pengurangan deforestasi dan degradasi hutan, serta meningkatkan pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan di sekitar hutan.

Tidak hanya Norwegia, negara-negara lain seperti Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat juga telah berkomitmen untuk mendukung program REDD+. Selain itu, lembaga-lembaga internasional seperti World Bank dan IMF juga memberikan dukungan finansial dan teknis untuk program ini.

Program REDD+ memiliki manfaat yang signifikan bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Dalam hal lingkungan, program ini dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, menjaga keanekaragaman hayati, dan meningkatkan kualitas udara dan air. Dalam hal masyarakat, program ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan keamanan pangan masyarakat, serta memberikan manfaat sosial

Berikut manfaat sebelum dan sesudah mengimplementasikan program REDD+:

Sebelum mengimplementasikan program REDD+, Indonesia dan Brazil memiliki tingkat deforestasi yang tinggi. Namun, setelah mengimplementasikan program REDD+, kedua negara berhasil menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan.

Di Indonesia, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2003-2006, rata-rata luas hutan yang hilang akibat deforestasi mencapai 1,08 juta hektar per tahun. Namun, setelah mengimplementasikan program REDD+ pada tahun 2010, tingkat deforestasi di Indonesia menurun menjadi sekitar 450 ribu hektar per tahun pada tahun 2016. Ini menunjukkan penurunan tingkat deforestasi sekitar 58% setelah program REDD+ diluncurkan.

Di Brazil, menurut data dari Global Forest Watchadun 2004-A2012, rata-rata luas hutan yang hilang akibat deforestasi mencapai 6,5 juta hektar per tahun. Namun, setelah mengimplementasikan program REDD+ pada tahun 2008, tingkat deforestasi di Brazil menurun menjadi sekitar 4,6 juta hektar per tahun pada tahun 2016. Ini menunjukkan penurunan tingkat deforestasi sekitar 29% setelah program REDD+ diluncurkan.

Program REDD+ terbukti menjadi solusi bagi permasalahan mengenai deforestasi dan degradasi hutan yang dialami oleh beberapa terutama, negara dengan hutan tropis dan program ini juga membantu dalam menjaga ekosistem bagi hewan dan tumbuhan yang saat ini kebanyakan dari mereka kehilangan tempat tinggal mereka dikarenkan deforestasi dan degradasi hutan. Program ini juga membantu mengurangi emisi gas rumah, yang membuat program ini menyelesaikan beberapa masalah lingkungan dan menjaga bumi lebih baik.

Rio Fadillah Akbar
Rio Fadillah Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Mulawarman.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.