Sabtu, Juli 20, 2024

Perilaku Penggemar K-Pop

Alfiyatul Laili
Alfiyatul Laili
Lail, 19 tahun Jember Masih Terus belajar

K-Pop sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, karena kpop semakin merajalela di berbagai belahan dunia. Kpop merupakan sebutan karya musik dari Korea Selatan, yang terdiri dari girl group, boy group dan bahkan penyanyi solo. Biasanya lagu mereka di iringi dengan sebuah gerakan yang berciri khas.

Para penyanyi mengeluarkan sebuah karya lagu pastinya membutuhkan perhatian dari publik. Artis kpop akan berusaha dengan keras untuk menarik penggemar yang menyukai lagu mereka. Karena dengan adanya penggemar akan menguntungkan mereka, dari pengemar membeli semua barang yang di jual oleh artis kpop.

Semakin bertambahnya tahun, artis kpop juga akan terus bertambah. Korea Selatan mempunyai banyak agensi atau perusahaan yang menaungi banyak artis dan nantinya akan Β mengeluarkan artis baru di setiap tahunnya.

Setelah itu, mereka akan promosi di berbagai media sosial. Kemunculan artis baru akan ada penggemar meskipun sedikit pada awal karirnya. Akan tetapi, beberapa penggemar akan mempunyai nama sendiri yang di tentukan oleh para artisnya, istilahnya disebut dengan nama fandom. Β Sehingga penggemar setiap artis mempunyai nama sendiri dan akan merasa ditandai dengan adanya nama tersebut. Kebanyakan penggemar kpop berasal dari kalangan remaja.

Berkembangnya kpop di media sosial seperti youtube, instagram, twitter, tiktok dan facebook. Para penggemar akan terus mengikuti para idola dengan mencari tau apa yang mereka lakukan. Membuat akun media sosial yang khusus untuk mendukung idola, mereka akan selalu aktif di situ untuk membanjiri kolom komentar akun idola yang disukai. Keaktifan dalam media sosial secara terus menerus untuk penggemar mempunyai dampak tersindiri. Pertama, dampak negatif akan membuang banyak waktu, yang seharusnya di gunakan untuk hal penting lain tetapi mereka mengabaikannya.

Seperti mereka akan lupa dalam tugas sekolah, karena terus menunda – nunda bahkan abai dalam kewajibannya sebagai pelajar. Apalagi kebanyakan penggemar kpop itu remaja yang berarti mereka berstatus pelajar. Kedua, dampak positifnya mereka akan lebih paham bahasa inggris secara otodidak, karena perbedaan bahasa dari pihak perusahaan kpop menyediakan terjemahan. Sehingga mereka akan paham dan mengerti secara perlahan. Adapun interaksi antar penggemar dari berbagai belahan dunia akan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa internasional untuk memudahkan interaksi mereka.

Ada beberapa penggemar yang tidak mengerti dengan bahasa inggris tetapi mereka mencoba untuk berinteraksi dengan sepahaman yang mereka punya. Kemudian secara tidak sadar dengan seringnya berinteraksi akan paham banyak kosa kata dan fasih dalam bahasa inggris. Penggemar juga akan menambah banyak pengetahuan, seperti kebudayaan negara Korea Selatan dan negara yang lainnya. Akan tetapi banyak penggemar yang lebih bangga menggunakan kebudayaan Korea Selatan daripada budaya negaranya sendiri. Seperti pakaian hanbok yang merupakan pakaian tradisional Korea Selatan.

Artis kpop mengeluarkan karya lagu mereka diiringi dengan menjual beberapa barang, seperti baju dan album yang isinya terdiri dari CD, photobook, photocard, dan poster. Albumnya Β tidak hanya satu macam atau versi tetapi bisa dua, tiga, empat versi tergantung pihak agensi dan artis. Para penggemar akan membeli album sebanyak mungkin, karena berusaha untuk mendapat tiket fansign atau acara yang dilakukan oleh pihak artis untuk bertemu dengannya dan menandatangani album penggemar. Tiket fansign tidak semudah itu untuk mendapatkannya, pihak agensi yang memilihnya. Oleh karena itu, penggemar melakukan hal tersebut.

Akan tetapi dengan membeli album sebanyak mungkin bahkan melebihi kemampuan penggemar akan sangat tidak baik dan merugikan diri sendiri. Hal tersebut Β menimbulkan perilaku konsumtif. Ada beberapa penggemar yang berpendapat dengan melakukan hal tersebut merupakan sebuah motivasi untuk lebih bekerja keras sehingga dapat memenuhi keinginannya. Kemudian penggemar lain membeli seperlunya saja karena mereka berpikir membeli album sebuah karya seni dari idolanya tersebut dan menghargai kerja keras idolanya.

Kemudian artis Kpop mempromosikan lagunya dengan membuat sebuah challenge dance di patflorm tiktok yang populer belakangan ini. Para penggemar berusaha mengikuti Β challenge tersebut dan mengunggah juga di tiktok sebagai bentuk dukungan. Tetapi, ada hal yang tidak sepantasnya mengikuti hal tersebut. Khususnya untuk penggemar muslim apalagi muslimah, dalam Islam Β wanita dianjurkan untuk menjaga aurat dan perilakunya. Biasanya dance kpop menggerakan semua anggota tubuh, para muslimah tidak seharusnya dance lalu mengunggah di media sosial yang bisa dilihat oleh siapa saja.

Permasalahan lain, ketika dance cover penggemar menyamakan bajunya juga meskipun beda gender. Apakah tidak merasa risih ketika laki – laki memakai rok pendek, dress atau pakaian wanita yang lainnya. Memang Β pakaian tidak memandang gender tetapi dilihat terlebih dahulu pakaiannya. Takutnya akan menjadi nyaman ketika terus menerus dance cover beda gender dan beralih kodratnya Β dan lupa diri dari laki – laki sebagai wanita atau sebaliknya. Supaya tidak terjadi disarankan untuk tidak terlalu mengikuti gaya pakaiannya, alangkah lebih baiknya diganti dengan yang pantas.

Terlepas dari hal tersebut, penggemar juga akan mengikuti gaya berpakaian idola mereka. Idola dan penggemar mempunyai perbedaan umur yang tidak terlalu jauh bisa lebih muda, lebih tua atau lahir di tahun yang sama dengan idol kpop. Untuk penggemar yang berusia dibawah 17 tahun tidak disarankan untuk mengikuti gaya idolanya seperti menggunakan dress atau pakaian yang terlihat punggung belakangnya, belahan payudara dan celana yang terlalu pendek sampai hampir terlihat pantatnya. Penggemar harus bisa memilah dengan benar apa yang mau mereka tiru dari idol kpop.

Fandom dari setiap artis akan saling ingin mengunggulkan satu sama lain dan membanggakan idolanya. Apalagi ketika sang artis memenangkan sebuah penghargaan, penggemar akan beramai – ramai membuat hastag di twitter sehingga trending. Akan tetapi, ada beberapa penggemar yang membandingkan dengan artis yang kalah dalam penghargaan dengan idolnya dan memicu pertengkaran fandom. Mereka akan saling mengucap kebencian dengan kata – kata bahkan sampai merendahkan artisnya. Pertengkaran fandom tidak bisa dihindari sudah hal biasa dalam kpop.

Ketika idolanya berulang tahun, para penggemar akan membuat sebuah project besar – besaran untuk merayakannya. Seperti memasang foto atau video idolanya di berbagai tempat di stasiun kereta, bandara, mall dan lain sebagainya. Mereka mengumpulkan dana sebelum tanggal ulang tahun idolanya, ketika sudah terkumpul nantinya dana tersebut akan disumbangkan untuk yang membutuhkan seperti korban bencana, melindungi hewan langka, orang yang sakit parah atau proyek layanan publik lainnya. Dana tersebut diatas namakan idol kpopnya.

Selain itu, para penggemar akan membelikan hadiah untuk idolnya. Hadiahnya tak main – main bahkan brand ternama pun ada yaitu balenciaga, celine, ysl, dior dan masih banyak lagi. Banyak berbagai hadiah yang dibelikan oleh penggemar, tidak hanya satu macam saja. Project terus berjalan sampai agensi menyatakan artisnya tidak menerima hadiah lagi.

Alfiyatul Laili
Alfiyatul Laili
Lail, 19 tahun Jember Masih Terus belajar
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.