Jumat, April 16, 2021

Penundukkan Mahasiswa atas Kuasa Tuannya

Motivasi “Ritual Nyadran”

Orang Jawa identik dengan bermacam upacara selamatan. Baik upacara selamatan dalam pernikahan. Kelahiran bayi, bahkan sampai upacara selamatan bagi seorang yang telah meninggal dunia....

Merenungkan Demokrasi Pancasila

Menjelang pemilihan gubernur baru, di Negara semajemuk Indonesia yang menggunakan sistem demokrasi, masih sering ditemui isu agama dalam medan politik. Tidak sedikit yang berpolitik...

Saya Ingin Masuk Islam, Tapi Islam yang Mana?

Perselisihan pendapat yang terjadi di lingkungan umat Islam kerap kali disalah-pahami oleh orang-orang yang berada di luar Islam. Mereka mengira bahwa Islam itu banyak...

Mengenal Sebuah Kinerja Sistem Produksi Lewat Film “War of The P

Salah satu corak yang dibahas dalam tulisan ini adalah dari film “War of the planet of apes”. Ya film tentang monyet yang dapat berbicara...
Avatar
dewantooro
Di Atas Secarik Kertas Tidak Seindah Implementasinya.

Sebuah ucapan dari seorang aktivis mahasiswa yang kritis yaitu Soe Hok Gie, kekritisannya sering ia tuangkan ke dalam bentuk sebuah tulisan. Sebuah tamparan bagi mahasiswa yang memperjual-belikan idealismenya demi kepentingan dan kemaslahatan untuk dirinya sendiri.

Memasuki Agustus yang di mana banyak siswa sedang menjajaki langkah pendidikan selanjutnya dalam status ‘mahasiswa.’ Mahasiswa baru diibaratkan sebagai ‘lambang kesucian’ yang jarang mengetahui isu maupun problema perkembangan di kampusnya sendiri.

Awal mula memasuki dunia kampus dengan membawa semangat yang bergelora, setiap insan yang terpilih menjadi bagian dari kaum intelektual atau mahasiswa mengemban labelling Agent of Change dan Iron Stock dalam bangku perkuliahan.

Hak otoritas dari seorang pendidik yang terkesan “membenarkan” setiap alibi yang dipercayainya, lalu kalimat demi kalimat dalam sebuah pembicaraan sebagai alat propaganda untuk mengadu domba setiap mahasiswa (baru) dengan isu-isu yang bertentangan dengan keyakinannya.

Beragam permasalahan yang tidak masuk akal dibuat untuk menyiasati penundukkan mahasiswa (baru) agar mengikuti rules yang mereka buat. Mahasiswa dipaksa secara tidak sadar meninggalkan Agent of Change dan Iron Stock yang diembannya.

Dalam KPK pandangan Romo Mangun yang tertera dalam buku Kata-kata Terakhir, mahasiswa era sekarang tak ubahnya seperti rombongan bebek yang patut dan tidak berani melawan terhadap tuannya.

Kenapa mereka tak berani melawan? Karena IPK. IPK bagi mahasiswa sekarang menjadi seperti “Tuhannya” dalam bidang akademik. Mengikuti kemauan yang diinginkan oleh tuannya agar selesai dalam bangku perkuliahan, hingga akhirnya mahasiswa melupakan tugasnya sebagai kaum intelektual yang katanya memiliki sikap kritis.

Pengetahuan sebagai Bentuk Kekuasaan oleh Michel Foucault

“Schools serve the same social functions as prisons and mental institutions- to define, classify, control, and regulate people.” ― Michel Foucault

Karya-karya Foucault menunjukkan bahwa persoalan kekuasaan telah menjadi pokok perhatian sepanjang karier intelektualnya. Foucault selama ini dikenal sebagai seorang filsuf, juga sebagai sejarawan. Namun, pemikirannya memiliki pengaruh yang luas terhadap ilmu-ilmu sosial lainnya termasuk antropologi dan sosiologi. Foucault melakukan kajian sejarah tentang masa kini (History of the present).

Dalam karya Discipline and Punish, Foucault berbicara mengenai pergeseran bentuk penghukuman, lahirnya institusi penghukuman modern (penjara), tetapi fokus analisisnya adalah relasi kekuasaan-pengetahuan yang tertanam dalam tubuh, yang menundukkannya dan menjadikannya sebagai objek pengetahuan.

Pengetahuan dan kekuasaan, serta institusi sosial sebagai media beroperasinya mekanisme kekuasaan dan bentuk pengetahuan yang mengkonsolidasikannya.

“Kalian harus mengikuti kata-kata saya,” “Buat apa kalian membuat atau mengikuti acara tersebut,” “Saya ini lebih tau daripada anda.” Tiga kata tersebut secara halus di reproduksi untuk membuat ketakutan mahasiswa agar menjadi tunduk.

Rasa-rasanya sekali lagi di mana mahasiswa mengemban Agent of Change dan Iron Stock menjadi omongan belaka. Ketika dosen memaksa mahasiswa untuk melakukan yang diinginkan oleh “beliau,” mahasiswa pun mengikutinya tanpa berpikir panjang, lantas dimanakah letak “kritis dan intelektualis” yang selalu mereka agungkan?.

Dalam pandangan Foucault, kekuasaan itu tidak beroperasi secara negatif melalui aparatus yang koersif, menekan dan menindas. Melainkan, kekuasaan beroperasi secara positif dan produktif, artinya karena wujud kekuasaan itu tidak nampak, maka beroperasinya kekuasaan menjadi tidak disadari dan memang tidak dirasakan oleh individu sebagai praktik kekuasaan yang sebenarnya mengendalikan tubuh individu. Kekuasaan dapat diketahui dan dirasakan melalui efek-efeknya.

Makna intelektualis mahasiswa pun sekarang sudah bergeser, krisis etika moral yang terjadi pada mahasiswa akibat dari pergeseran kultur yang selalu terjadi dari tahun ke tahun, sehingga berakibat banyaknya mahasiswa yang berfikir praktis bahkan menjadi apatis dalam menyiasati penyelesaian masalah bersama dosen untuk rembuk bersama atau negosiasi.

Struktur pengetahuan yang otoritatif dan legitimate ini mempengaruhi praktik-praktik sosial individu, baik cara berpikir, berbicara, maupun bertindak sebagai sebuah rezim pengetahuan. Secara implisit, Foucault ingin mengatakan bahwa rezim wacana itu merupakan bentuk dari kekuasaan.

Wacana dapat berwujud sebagai praktik-praktik yang mengorganisasikan dan terorganisasikan sehingga mengubah konstelasi sosial dan menghasilkan wacana sebagai pemilik otonomi klaim atas kebenaran dan kontekstualisasi sebuah pengetahuan.

Rezim wacana yang bersandar pada definisi-definisi ilmiah menggambarkan disposisi suatu pengetahuan pada masa tertentu yang berimplikasi terhadap praktik sosial. Perhatian Foucault bukan dalam rangka menunjukkan terjadinya pergeseran disposisi pengetahuan tersebut, melainkan bagaimana beroperasinya kekuasaan dalam membentuk suatu disposisi pengetahuan tertentu.

Keinginan cepat lulus agar tidak terkendala dengan tuannya rasanya sangat tidak masuk akal, idealisnya dilacurkan agar bisa melangkah ke tahap selanjutnya. Mengambil kalimat dari Tan Malaka, “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda.” Jangankan berbicara sebuah idealisme, bahkan sebagian dari mereka tidak paham mengenai sebuah idealisme, beberapa kali diperjual-belikan untuk mengentungkan kepentingan tuannya dan menyelamatkan dirinya pribadi.

Foucault menunjukkan minat secara lebih besar pada persoalan kekuasaan, bukan sekedar pembentukkan sebuah pengetahuan dan kebenaran sebagai episteme. Melainkan bahwa dalam dunia modern relasi antara kekuasaan dan pengetahuan berimplikasi terhadap tubuh individu dalam kaitannya dengan suatu bentuk kontrol sosial. Dalam Discipline and Punish, Foucault menunjukkan bentuk kekuasaan sebagai disciplinary power, dan teknologi kekuasaan beroerasi melalui pendisiplinan tubuh.

Daftar Pustaka

Foucault, Michel.1982. Technology of The Self. In The Essential Foucault. New York: The New Press.

Foucault, Michel. 1982. The Subject of The Self. In The Essential Foucault. New York: The New Press.

Foucault, Michel. 1980. Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972-1977. New York: Phanteon Books.

Foucault, Michel. 1977. Discipline and Punish: The Birth of The Prison, New York: Vintage Books.

Fatubun, Benediktus. 2018. Mahasiswa: Sikap Kritis yang Terkikis. https://www.kpk.go.id/id/berita/publik-bicara/340-mahasiswa-sikap-kritis-yang-terkikis. Diakses pada 13 Agustus 2019.

Avatar
dewantooro
Di Atas Secarik Kertas Tidak Seindah Implementasinya.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Daniel Dhakidae, Kekuasaan dan Pelanggaran HAM

“Kekuasaan yang tidak memiliki kehormatan, tidak akan pernah mampu menghadirkan keadilan.” Ungkapan yang keras, menohok hati itu diucapkan oleh Bung Daniel Dhakidae awal tahun 2020...

Generasi Z dan Radikalisme Beragama

Peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Kota Makassar pada 28 Maret 2021 lalu, menggegerkan masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena jenis ledakan yang masuk kategori...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Peran Besar Generasi Milenial Menuju Indonesia Maju

Menurut data Badan Pusat Statistika (2020), Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi yaitu sekitar 270 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,25%...

Dua Sisi Media Digital Terhadap Budaya Lokal

Mari kita mulai membaca dan sambil memperhatikan sekitar kita tentang Media,Budaya, dan Jati Diri. Mungkin kita sudah mengetahui istilah Globalisasi. Globalisasi itu ditandai dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Gagalnya Kudeta Terhadap Raja Yordania?

Pada 4 April 2021, Panglima Militer Yordania, Mayjen Yousef Huneiti menyatakan bahwa pihaknya telah meminta secara resmi Pangeran Hamzah untuk menghentikan semua kegiatan atau...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Daniel Dhakidae, Kekuasaan dan Pelanggaran HAM

“Kekuasaan yang tidak memiliki kehormatan, tidak akan pernah mampu menghadirkan keadilan.” Ungkapan yang keras, menohok hati itu diucapkan oleh Bung Daniel Dhakidae awal tahun 2020...

Memandang Terorisme Melalui Evolusi Kultural

Bangsa Indonesia tengah dikejutkan dengan serangkaian serangan terorisme seperti ledakan bom di Gereja Makassar dan serangan ke Mabes Polri. Terorisme setidaknya telah merenggut 21.000...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.