Senin, Mei 17, 2021

Pentingnya Etika Bisnis dalam Pasar Monopoli dan Pasar Bebas

Terorisme Bukan Tentang Surga dan 72 Bidadari

Aksi terorisme kembali terjadi, kali ini menyasar umat Katolik Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada Ahad hari ini, tepat pada Minggu Palma mendekati hari...

Upah Layak dan Standar Ganda Wartawan Hebat

Belum lama ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menetapkan besaran upah layak jurnalis pemula di Jakarta tahun 2019 sebesar Rp 8,42 juta per bulan....

Pagebluk dan Ekonomi di Timur Negeri

Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur merilis angka pertumbuhan ekonomi triwulan II. Tercatat, ekonomi Provinsi NTT mengalami kontraksi sebesar 1,96...

‘People Power’ Sehat untuk Demokrasi?

Setelah Prof Amien Rais mengancam 'Poeple Power' (31 Maret 2019) jika Pemilu 2019 dilakukan secara curang dan KPU tidak jujur dan adil. Mendadak kata ini...
Riska Salsafika
Riska Salsafika

Pentingnya Etika Bisnis dalam Pasar Monopoli dan Pasar Bebas

            Dalam agama Islam, kaum muslim di harapkan untuk selalu memanfaatkan hartanya dengan sebaik-baiknya. Salah satunya yaitu, dengan cara berbisnis. Bisnis menurut islam adalah suatu kegiatan yang dihalalkan bahkan sangat dianjurkan oleh islam.

Islam memperbolehkan bisnis tersebut, asalkan sesuai dengan prinsip-prinsip agama islam yang telah di ajarkan. Seperti hal hal yang bukan mengarah kepada riba, judi, penyediaan produk atau layanan yang mengandung barang-barang haram. islam telah mengatur bagaimana cara manusia dalam berbisnis, dan hal-hal apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan dalam berbisnis. Hal ini dilakukan agar seorang muslim mampu bersikap adil dan bijaksana dalam memanfaatkan haknya. Maka dari itu, etika dalam berbisnis sangat diperlukan dalam menjalankan suatu bisnis tersebut.

Etika dalam berbisnis selalu di dasari dengan adanya peraturan dalam agama, baik agama islam, kristen, yahudi dan yang lainnya. Agama islam memiliki aturan dalam mengatur beberapa hal termasuk aturan dalam masalah harta dan kekayaan. Hal tersebut dapat kita lihat dari rujukan Al Qur’an dan hadist Rasulullah SAW yang telah diriwayatkan atau diterjemahkan.

            Dalam melakukan bisnis tersebut, kita memerlukan suatu tempat, dimana tempat tersebut menjadi tempat untuk mempermudah proses penyaluran barang hasil produksi, pembentukan harga, dan sebagai tempat promosi. Yang biasanya kita sebut dengan pasar.

            Pasar dalam perekonomian terdapat beberapa macam pasar seperti pasar oligopoli, pasar monopoli, pasar persaingan sempurna, pasar bebas dan lain sebagainya. Disini saya akan membahas pasar monopoli dan pasar bebas sesuai dengan judul diatas, dalam sudut pandang etika berbisnis dalam islam.

            Lets gooo…

            Sebelum beranjak bagaimana etika berbisnis dalam pasar monopoli dan pasar bebas. Mari kita lihat apa yang dimaksud dengan pasar monopoli dan pasar bebas tersebut.

            Dari beberapa sumber yang saya baca, pengertian dari pasar monopoli adalah suatu pasar yang hanya memiliki satu penjual saja sehingga pembeli tidak punya pilihan dan penjual memiliki pengaruh besar dalam perubahan harga.

Dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau penjual. Dan barang yang didagangkan pada pasar monopoli adalah barang yang unik atau langka. Seperti perusahaan listrik negara (PLN) dan perusahaan kereta api (PT.KAI) yang ada di Indonesia. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.

Persoalan monopoli ini sebenarnya adalah persoalan yang sangat menarik untuk dibahas. Bahkan permasalahan ini telah mendapat perhatian yang sangat serius dari ajaran Islam, sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah SWT : “…agar harta itu jangan hanya berputar di kalangan orang-orang kaya di antara kamu sekalian…” (QS 59: 7). monopoli adalah komponen utama yang akan membuat kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok, sehingga menciptakan kesenjangan sosial dan ekonomi.

Tetapi, pada dasarnya dalam ekonomi Islam, monopoli tidak dilarang, siapapun boleh berusaha atau berbisnis tanpa peduli apakah dia satu-satunya penjual (monopoli) atau ada penjual lain, asalkan tidak melanggar nilai-nilai Islam. Pasar monopoli harus memiliki etika dalam berbisnis yang baik kepada para pembeli untuk menjual barang tersebut dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat yang berekonomi rendah dan pengusaha pendatang baru diberikan kesempatan untuk masuk kedalam pasar.

Sedangkan yang dimaksud dengan pasar bebas atau yang sering di sebut MEA (Masyarakat Ekonomi Asian) adalah salah satu bentuk pasar yang dimana segala bentuk kebijakan baik harga atau yang lainnya tidak ada patokan atau paksaan dari pihak lain atau pemerintah. sesuai dengan namanya bebas, jadi semua pihak memiliki kebebasan dalam beraktifitas maupun menetapkan sebuah kebijkan dan yang lainnya. Perlu anda ketahui juga bahwasannya harga dalam pasar bebas ditentukan dari permintaan dan penawaran yang terjadi antara pembeli dan penjual.

Pasar bebas ini bisa disebut dengan pasar ideal, di mana adanya perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku bisnis dengan aturan yang fair, transparan, konsekuen & objektif, memberi peluang yang optimal bagi persaingan bebas yang sehat dalam pemerataan ekonomi.

Pasar bebas ini memberi peluang yang optimal serta persaingan bebas yang sehat dan wajar. Pasar yang bebas akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi, asalkan mempunyai produk yang bagus dengan pelayanan dan harga yang bersaing. Pasar bebas dapat memberikan peluang optimal untuk mewujudkan kebebasan manusia.

Maka dari itu, orang-orang yang berkecimpung dalam pasar bebas hendaknya menerapkan konsep mekanisme pasar dalam Islam yang dibangun atas prinsip-prinsip seperti :

  • Ar-Ridha atau kerelaan antara masing-masing pihak.
  • persaingan sehat seperti  tidak melakukan penimbunan harta atau monopoli
  • bertindak jujur (kejujuran merupakan pilar yang sangat penting dalam Islam, sebab kejujuran adalah nama lain dari kebenaran itu sendiri).
  • Keterbukaan atau transparan serta bertindak adil.

Semua hal tersebut harus diperhatikan serta diberlakukan agar kita tetap mendapatkan ridho Allah SWT dalam perdagangan bebas dan mewujudkan kemaslahatan hidup bersama, karena bertransaksi dalam pasar juga merupakan ibadah seorang muslim dalam kegiatan ekonomi.

Riska Salsafika
Riska Salsafika
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.