OUR NETWORK
Kamis, Agustus 18, 2022

Pengabdian Masyarakat UTM, Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual

Avatar
Pengabdian Masyarakat UTM
Some girls who's loving writing opinion

Mahasiswa Psikologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan pengabdian masyarakat di Kampung Ciketing Asem Jaya, Mustikajaya, Kabupaten Bekasi. Pengabdian masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan anak agar terhindar dari tindakan pelecehan seksual yang dilakukan para predaktor seksual anak.

Berdasarkan pelaporan pada SIMPONI PPA hingga 3 Juni 2021, terdapat 3.122 kasus kekerasan seksual terhadap anak, dan masih banyak anak yang enggan melapor kepada orang tua jika mengalami pelecehan. Menurut Psikolog anak, Mira D.Amir, salah satu akibat anak masih takut atau bahkan enggan menceritakan pelecehan seksual adalah kesalahpahaman orang tua dalam mengartikan soal menjaga komunikasi dengan anak dan kurangnya edukasi seksual yang disesuaikan dengan umur anak.

Karena itu perlu upaya pencegahan secara dini. Hal pertama yang dilakukan adalah memperkenalkan anak pada jenis–jenis sentuhan yang dilakukan oleh orang lain terhadapnya. Ada sentuhan boleh, yaitu sentuhan seseorang pada bagian kepala, tangan dan kaki anak. Ada sentuhan tidak boleh, yaitu sentuhan pada badan, dada, perut, sekitar celana. Dan siapapun yang menyentuh apabila membuat anak merasa tidak nyaman, termasuk sentuhan tidak boleh. Orangtua juga perlu mengajarkan kepada anak agar waspada pada orang tak dikenal, jangan sembarang menerima pemberian atau ajakan untuk pergi. Apabila ada yang memaksa segera berteriak keras–keras dan lari ke tempat ramai.

“Pengabdian masyarakat yang dilakukan salah satunya adalah mengajarkan anak bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh, serta mengedukasi anak untuk tidak perlu takut atau merasa tidak nyaman melapor ke orang tua jika ada orang lain yang menyentuh bagian tubuh mereka yang seharusnya tidak boleh disentuh,” jelas Salsa, mahasiswa Psikologi Universitas Trunojoto Madura tersebut pada GEOTIMES.COM, Minggu (5/6/2022).

Membicarakan tindak pelecehan seksual dengan anak memang bukanlah tugas yang mudah bagi orang tua. Apalagi masih ada beberapa yang berpikir bahwa pelecehan seksual merupakan hal yang tabu dan kurang pas jika dibicarakan dengan anak. Padahal mengenalkan tentang organ reproduksi dan bagaimana cara menjaganya serta kepemilikan tubuh bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah anak menjadi korban pelecehan seksual.

”Harapannya anak dapat segera mendeteksi perilaku tidak wajar atau melecehkan yang dilakukan orang lain dan berani mengatakan tidak lalu segera melapor meski ada ancaman-ancaman tertentu dari predator seksual, sehingga anak lebih terproteksi dari pelecehan seksual.” jelasnya.

Proses agar anak tidak takut dan tetap merasa nyaman ketika menceritakan tentang pelecehan seksual yang dialami tidak bisa secara instan, untuk itu edukasi dilakukan secara rutin setiap satu minggu sekali dalam kurun waktu dua bulan.

Salsa menambahkan bahwa edukasi pada anak-anak di Kampung Ciketing Asem Jaya Bekasi yang telah dilaksanakan, secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak terkait kepemilikan tubuh dan bagaimana menjaga serta menghadapi situasi ketika mereka mengalami pelecehan secara seksual.

Avatar
Pengabdian Masyarakat UTM
Some girls who's loving writing opinion
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.