Senin, Mei 17, 2021

Obor Asian Games 2018, Makna dan Hal-Hal yang Menakjubkan

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

Mengenal Difabel sebagai Bagian dari Keberagaman

Mungkin ada di antara kita yang biasa menjumpai seorang pengguna tongkat putih atau bahkan pernah berinteraksi dengan seorang yang memiliki perbedaan pola komunikasi dibanding...

Menyoal Arah Politik Kekuasaan Indonesia

Politik kekuasaan memang selalu saja dapat menemukan cara untuk bagaimana memplot pikiran rakyatnya dengan serangkaian agitasi dan propaganda. Michael Foucault mendefinisikan kekuasaan sebagai seluruh...

Kontroversi Pansus DPR Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II

Jaksa Agung ST  Burhanudin baru-baru ini menyampaikan sesuatu yang mengejutkkan pada saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI pada Kamis, 16 Januari 2020....
Fakhru Amrullah
Pemerhati Dinamika Pemerintahan dan Sospol.

Asian Games tahun 2018 rencananya akan dibuka pada tanggal 18 Agustus 2018 di Stadiun Glora Bung Karno Jakarta. Tidak tanggung-tangung Inasgoc selaku panitia menargetkan miliran penonton diseluruh dunia pada pembukaan Asian Games mandatang.

Pada seremoni pembukaan pergelaran olahraga hal yang menarik dan ditunggu adalah atraksi penyalaan api obor. Api obor adalah merupakan lambang dari semangat olahraga. Pada pergelaran Asian Games 2018 terdapat fakta menarik tentang api obor yang akan digunakan di pembukaan acara tersebut.

Menuju pesta olahraga Asian Games 2018, Inasgoc akan mengadakan tradisi torch relay atau kirab obor. Kirab obor Asian Games 2018 ini akan melewati dua negara India dan 54 kota di Indonesia. Api tersebut dibawa mantan atlet bulu tangkis Susy Susanti yang bertindak Torch Ambasador Asian Games 2018.

Api obor Asian Games 2108 sengaja didatangkan dari India. Hal tersebut dilakukan karena India merupakan tuan rumah Asian Games untuk pertama kalinya pada tahun 1951. Api ini diambil dari lokasi api abadi Asian Games di India, yaitu Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi, tempat Asian Games pertama kali digelar di India.

Api sengaja didatangkan dari sumber api abadi dari India sebagai lambang semangat yang terus menyala untuk menjaga kebersamaan dan persahabatan serta semangat untuk berprestasi (kompas.com).

Api abadi dari India itu dibawa dengan perlakuan khusus dan tak boleh padam hingga tiba di Indonesia. Api dibawa dengan pesawat Boeing 737 400 milik TNI AU dan dikawal Lima pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI AU. Api dibawa di dalam alat yang disebut tinder box yang berbahan bakar gas.

Setiap kali habis, bahan bakar diisi kembali agar api tidak mati tutur Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna saat jumpa pers di Museum Pusat Angkatan Udara Mandala, Yogyakarta, Rilis Kompas.com Selasa (17/7/2018).

Sesampianya di tanah air, Api obor tersebut akan diinapkan semalam di kawasan Museum Dirgantara landasan udara Adisutjipto, lalu esoknya akan diinapkan semalan lagi di Pagelaran Komplek Keraton Yogyakarta. Api yang dibawa dalam bentuk tinder tersebut nantinya akan disatukan di Candi Prambanan dengan api abadi Mrapen, sebelum sampai di Gelora Bung Karno 18 Agustus 2018 saat ceremony pembukaaan Asian game.

Obor yang nantinya akan dibawa para pelari untuk kirab obor. Hal tersebut memiliki ciri khas dan makna yang nasionalis. Lebih lanjut ketua Inasgoc, Erick Thohir, mengatakan pembuatan obor itu memadukan dua alat tradisional untuk beladiri  yaitu golok dari Betawi dan Skin yang berasal dari Jakarta dan Palembang.

Erick juga menegaskan bahwa perpaduan alat beladiri tradisional pada obor Asian Games 2018 adalah penggambaran dari bersatunya ragam budaya di Indonesia untuk satu tujuan. Selain itu, kedua alat beladiri tradisional tersebut juga merupakan simbol dari nilai dan tingkat keberadaan seseorang di masyarakat. Golok dimaksudkan agar selalu dijaga, diasah ketajamannya untuk selalu tampil bersinar dan melahirkan semangat yang berkobar tutup Erick.

Di sisi desain, Obor Asian Games 2018 dirancang khusus tim desain Inasgoc dengan lebar 35-90 mm. Berat kosong obor ini kira-kira 1600 gr dan 1725 gr apabila terisi penuh bahan bakar. Obor yang didominasi warna perak ini memiliki tinggi 600 mm dan menggunakan bahan bakar propane gas untuk menjaga api tetap menyala. Ditambahkan elemen grafis dari logo Asian Games 2018 untuk menambah unsur estetika di obor yang menjadi lambang pemersatu dari dua bentuk alat beladiri tradisional tersebut  sebagaimana disebutkan diatas (hitekno.com).

Fakhru Amrullah
Pemerhati Dinamika Pemerintahan dan Sospol.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.