OUR NETWORK
Jumat, Mei 27, 2022

Metaverse: Dunia Baru Industri

Maisie Gunawan
Looking for inspiration

Metaverse merupakan media sosial yang berbentuk 3D, yang dapat diakses oleh masyarakat secara realtime. Untuk mendukung adanya interaksi antar individu secara virtual, metaverse menggabungkan beberapa aspek, seperti aspek sosial, game, virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mata uang digital.

Metaverse sendiri menjadi perbincangan hangat dalam masyarakat setelah Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mengubah nama induk perusahaan menjadi Meta Platforms Inc. Dengan adanya metaverse, pengguna media sosial tersebut dapat melakukan kegiatan apapun selayaknya dunia nyata, seperti bekerja, berolahraga, dan bermain.

Jika ditinjau berdasarkan maknanya, metaverse merupakan gabungan dari kata ‘meta’ yakni melampaui dan ‘verse’ yakni alam semesta. Sehingga apabila kedua kata ini digabung maka dapat disimpulkan bahwa metaverse merupakan sebuah ruang dimensi yang melampaui alam semesta.

Faktanya, istilah “metaverse” telah ada sejak tahun 1992 lalu. Istilah ini pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh Neal Stephenson dalam novelnya yang berjudul “Snow Crash”. Neal menjelaskan metaverse sebagai dunia virtual 3D yang berisikan avatar dari individu secara nyata. Sehingga dapat dikatakan bahwa istilah metaverse yang sekarang ini muncul dalam masyarakat hanyalah pengembangan dari metaverse yang telah ada sebelumnya.

Munculnya metaverse ini sekaligus menandakan adanya perubahan era dalam masyarakat yang semakin canggih. Banyak perubahan yang telah terjadi sejak dikenalkannya metaverse kepada khalayak umum. Tak sedikit pula perusahaan dan investor yang berlomba-lomba untuk berinvestasi dalam teknologi ini.

Adanya perubahan era yang semakin canggih ini tentu dapat memberi kemudahan akses bagi masyarakat untuk menjalani kegiatan mereka, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung saat ini. Dengan adanya metaverse, masyarakat dapat bergabung bersama dalam sebuah kantor virtual, sehingga mereka dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif, selayaknya mereka saat bekerja di kantor secara offline. Hal ini tentu merupakan terobosan yang lebih baik jika dibandingkan dengan konferensi atau meeting dengan menggunakan panggilan video, seperti Zoom.

Salah satu pemain utama dalam metaverse adalah platform game Roblox. Game Roblox telah melakukan kolaborasi dengan merek-merek ternama, seperti Gucci untuk meluncurkan aksesoris digital. Banyaknya perusahaan yang berpartisipasi dalam metaverse ini tentu menggambarkan adanya permasalahan yang lebih kompleks atau makro, sehingga membutuhkan adanya pengembangan yang lebih tinggi dalam pendekatan sistemik terintegrasi nya. Hal ini dapat tergambarkan dengan sistem terintegrasi yang terdapat dalam pendekatan global dan informasi yang terdapat dalam lingkup teknik industri.

Pengembangan ini didasarkan pula adanya persaingan ketat yang telah berubah dari persaingan antar produk hingga akhirnya ke persaingan antar jaringan. Digitalisasi yang kian berkembang tentu dapat memicu semakin cepatnya revolusi industri. Selain itu, hal ini dapat pula memicu adanya peralihan revolusi industri 4.0 ke industri 5.0. Sebab dengan adanya metaverse, teknologi akan semakin berkembang pesat, terutama dalam bidang hardware, infrastruktur jaringan, visualisasi, dan juga Artificial Intelligence (AI).

Kecanggihan dari metaverse ini tentu perlu disertai dengan adanya sumber daya manusia yang semakin berkualitas pula. Dengan adanya kecanggihan metaverse ini, bukan tidak mungkin jika di masa yang akan datang terdapat pertambahan syarat kualifikasi diri dalam dunia kerja. Hal ini tentu dilakukan dalam rangka untuk mengoptimalisasi output dari perusahaan itu sendiri. Dalam dunia kerja, para pengusaha juga perlu membuat terobosan baru untuk mengikuti era yang semakin canggih ini agar usaha tersebut dapat tetap berjalan.

Satu hal yang dapat disimpulkan dari pemaparan ini adalah meskipun metaverse membawa kita terhadap terobosan baru yang semakin canggih, namun terdapat pula sisi negatif yang ditimbulkan.

Perkembangan teknologi tentu perlu disertai dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai untuk dapat mengendalikan sistem dari teknologi itu sendiri. Sebab tentu permasalahan yang timbul akan semakin kompleks, sehingga akan membutuhkan banyak model baru dalam pemecahan masalah tersebut. Dengan adanya dunia virtual ini, masyarakat harus mampu untuk menguasai teknologi yang ada, sehingga mereka dapat memenuhi kualifikasi sumber daya manusia yang diinginkan oleh industri.

Maisie Gunawan
Looking for inspiration
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.