Sabtu, Mei 15, 2021

‘Merevolusi’ Revolusi Hijau

Membaca Gejala Kekuasaan Demoriter

Postulat penting diamandemennya Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), tidak lain adanya konsensus untuk mengatur Hak Asasi Manusia (HAM) secara komprehensif. Karenanya, kemudian bab mengenai...

Membincang Pram dan Sastra Kita

“Keindahan hanya bisa dilihat pada perjuangan untuk kemanusiaan dan pembebasan terhadap penindasan, bukan dalam mengutak-atik bahasa” -Pramoedya Ananta Toer-Kepada Pram dan Kemanusiaan yang Mana...

Ateis dan Agnostik Bagian dari Kehidupan Urban

Agama di antara kehidupan kaum urban begitu kompleks. Perubahan dan perkembangan terjadi secara cepat. Sikap beragama secara dinamis bisa berubah. Ada yang taat dan...

Apa Itu Gastro Diplomasi?

Kuliner, dalam dunia pariwisata mungkin bukan lagi menjadi suatu yang asing. Bahkan, kuliner telah menjadi media diplomasi untuk  memikat para wisatawan lokal ataupun asing...
Tyas Arumsari
Penulis lepas yang memiliki minat di pertanian dan isu sosial. Alumni Magister Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB.

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata sawah? Hijau, becek, padi, petani, atau panen. Ya, betul sekali, sawah memang tidak jauh dari itu semua. Bahkan mungkin dekat dengan kata ‘miskin’, ‘jorok’, dan berbagai hal tidak menyenangkan lainnya. Padahal ingatkah kalian kalau Indonesia pernah swasembada beras di zaman Presiden Soeharto?

Walau hari ini kuota impor terus merangkak naik, tapi tak bisa dipungkiri bahwa kita pernah swasembada. Terus konsep apakah yang membuat Indonesia swasembada kala itu? Ternyata kala itu Indonesia menerapkan konsep Panca Usaha Tani yang merupakan bagian dari agenda Revolusi Hijau Dunia. Konsep baru dalam tata cara bertani yang meliputi pemakaian benih unggul, pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian gulma, dan pengendalian hama penyakit ternyata menaikkan produksi padi secara nyata.

Agenda Revolusi Hijau ini digulirkan karena dunia saat itu menghadapi krisis pangan besar-besaran, sehingga yang dipikirkan para ilmuwan dan pemangku kebijakan adalah menyelamatkan nyawa manusia sebanyak-banyaknya. Sekian tahun agenda ini berjalan, produksi memang semakin naik dengan adanya varietas unggul jenis baru dan budidaya intensif.

Namun ternyata, mulai muncul beberapa permasalahan lingkungan seperti menurunnya kesuburan tanah dan resistansi hama penyakit. Hal ini membuat beberapa pihak mengkritik Revolusi Hijau membawa bencana untuk keberlanjutan alam. Tapi nyatanya tidak bisa disalahkan sepenuhnya bukan? Niatnya dulu untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kalaupun sekarang ada dampak negatifnya, maka harusnya dihadapi bersama.

Oleh karena itu, muncullah konsep baru untuk ‘merevolusi’ Revolusi Hijau atau yang dikenal dengan Revolusi Hijau Lestari. Konsepnya bisa bermacam-macam mulai dari Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), Low Input Sustainable Agriculture (LISA), sampai konsep Pertanian Organik. Semuanya dilakukan untuk menebus dampak negatif Revolusi Hijau.

Terus bagaimana praktiknya di masyarakat? Ternyata peninggalan Revolusi Hijau ini masih mengakar di masyarakat. Konsep Panca Usaha Tani seakan sudah mendarah daging di kehidupan petani. Petani merasa tidak puas jika tidak memupuk dengan Urea atau bahkan merasa kurang yakin jika tidak menyemprot dengan pestisida. Tidak mudah memang merubah apa yang sudah terpatri di alam bawah sadar

. Berkali-kali diberikan penyuluhan pun tetap butuh waktu. Belum lagi padi ini adalah komoditas pemerintah yang cukup panjang rantai pasoknya dan harga pun diatur. Maka wajar jika sawah dekat dengan kata miskin dan kotor, kecuali bagi para tuan tanah. Alih-alih berpikir mengatasi kerusakan lingkungan, urusan kesejahteraan petani saja masih menjadi PR bersama.

Tyas Arumsari
Penulis lepas yang memiliki minat di pertanian dan isu sosial. Alumni Magister Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Daud Sang Raja Kontroversial

Daud Bin Isai Raja kedua sekaligus paling terkenal dari Kerajaan Israel merupakan kombinasi yang unik antara hero dan anti hero. Dia dipuja sepanjang zaman...

OSINT, Jurnalisme Investigatif, dan Demokrasi

Pada Oktober 2020 lalu, NarasiTV mengunggah video berdurasi kurang lebih 10 menit yang menggemparkan media sosial. Video itu mencoba menguraikan kejadian pembakaran Halte Sarinah...

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Perjuangan Dibalik Sosok dalam Uang Pecahan Rp.10.000

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu menggunakan uang sebagai alat transaksi ketika belanja dan membeli barang di pasar.  Memang bukanlah suatu hal yang baru lagi...

Merambah Jalan Demokrasi

Iklim budaya di Indonesia menjadi cuaca yang sangat ekstream, kita tidak pernah menyangkal bahwa kita sedang mengalami kebinggungan besar bagaimana memutar kipas demokrasi ini....

ARTIKEL TERPOPULER

Inilah Pelanggaran EPI yang Banyak Kita Jumpai di Jalan

Iklan saat ini merupakan satu hal yang tidak bisa kita hindari dalam kedihupan sehari-hari. Periklanan sendiri sudah merupakan kegiatan pokok setiap orang yang ingin...

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.