Selasa, Mei 18, 2021

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tanpa Bahas Maritim, Kemana Arah Debat Capres 2019?

Hampir dalam setiap seminar kebangsaan 4 tahun terakhir ini, isu maritime jadi kalimat pembuka dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sudah sejak dini kita disuguhi mengenai...

Menjelang Pemilu 2019, Majukah Akal Budi Kita?

Menjelang Pemilu serentak 2019 mendatang berbagai macam persiapan dilakukan oleh banyak partai politik (Parpol) dalam usaha memenangkan pertandingan final menuju kursi kekuasaan sebagai Presiden...

Farouq Gouida: Wajah Lain Nizar Qabbani

Membincang Nizar Qabbani di abad ini, tak ubahnya mengenang album foto yang telah lapuk dimakan usia. Kepenyairan Nizar Qabbani, yang pada akhir-akhir ini begitu...

Mudah Bertemu Tuhan – Susah Bertemu Pendeta

Mudah Bertemu Tuhan - Susah Bertemu Pendeta Prolog Inilah sedikit dari cirri-ciri Ular didalam Gereja yg menggunakan Protokolerisme untuk berjumpa pdt "Besar" Top nan terkenal,...
Eugenius Purba
Halo. Kenalin aku Eugenius Purba. Sekarang saya menempuh kuliah di salah satu Universitas negeri di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak, kecuali makan, nangis, dan buang air. Tapi hal tersebut tampaknya tidak berlaku bagi si kecil Covid-19. Meski Covid-19 di Indonesia baru akan merayakan ulang tahun pertamanya Maret mendatang, jutaan nyawa telah berhasil ia hantarkan ke peristirahatan terakhir.

Di usianya yang masih sangat muda, kita tidak diketahui secara pasti Covid-19 terdaftar di catatan sipil mana. Akta kelahirannya pun banyak dipertanyakan. Namun satu hal yang pasti, Covid-19 sudah berkeliaran di Tiongkok sana sejak November 2019. Hal tersebut dibuktikan dengan terkonfirmasi positifnya seorang penduduk Hubei yang berusia 55 tahun.

Semenjak kasus tersebut, laporan sejumlah kasus positif Covid-19 setiap harinya mulai berdatangan oleh otoritas Tiongkok. Hingga pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok menyampaikan laporan kepada organisasi kesehatan dunia, yakni WHO, mengenai sejumlah kasus Pneumonia baru di Wuhan. Dari sinilah masyarakat mencatat Covid-19 merupakan putra daerah Wuhan.

Seiring berjalannya waktu, Covid-19 tampaknya mulai akrab dengan kerumunan orang. Pakar memperkirakan momentum persebaran Covid-19 dimulai ketika libur atau mudik pada saat tahun baru Imlek. Pada momen tahun baru Imlek tersebut, ribuan bahkan jutaan warga Tiongkok banyak melakukan perjalanan ke luar daerah hingga ke luar negeri. Covid-19 pun tampaknya tidak mau ketinggalan untuk ikut bertamasya menuju ke berbagai negara. Akhirnya, satu demi satu negara menyampaikan bahwa sejumlah warganya terpapar virus Covid-19.

Di Indonesia, kasus Covid-19 pertama kali menimpa 2 warga Depok, Jawa Barat, seusai melakukan kontak dengan warga negara Jepang. Perlahan persebaran virus ini mulai merangsek ke sejumlah wilayah kepulauan Nusantara. Tidak peduli orang-orang tersebut warga kota, warga desa, pejabat negara, orang dewasa, lansia, hingga remaja memiliki potensi yang sama terpapar Covid-19. Terdapat sejumlah hal menarik seputar perjalanan Covid-19 di Indonesia. Inilah hal-hal menarik semenjak kedatangan Covid-19 di Indonesia.

Disambut gelak tawa pemerintah Indonesia

Masih sangat segar dalam benak kita celotehan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang mengatakan bahwa virus Covid-19 akan sulit masuk ke Indonesia karena proses untuk perizinannya susah. Saya masih tidak bisa menangkap dimana letak kelucuan pernyataan tersebut. Kalimat tersebut justru terdengar seperti satire bagi birokrasi pemerintahan. Dalam kesempatan tersebut sebenarnya Pak Bahlil tidak sedang menyoroti perkembangan kasus Covid-19 di dunia, tetapi sulitnya investor asing untuk masuk ke Indonesia.

Selain celotehan Kepala BKPM tersebut, ternyata sejumlah pejabat negara juga memiliki selera humor yang sangat payah. Sebut saja salah satunya Luhut Binsar Pandjaitan, yang ketika ditanyai seputar virus Covid-19, eh malah jawabnya ke mobil Corolla. Begitu juga Airlangga Hartarto (Menteri Perekonomian) yang lagi-lagi mengatakan kalau virus ini sulit masuk tanah air karena izinnya susah.

Tetapi justru alurnya nya tetap ada pada Menteri Perhubungan kita, Budi Karya Sumadi, beliau mengatakan bahwa Covid-19 nggak bakal masuk ke Indonesia karena masyarakat Indonesia yang kerap menyantap nasi kucing.namun nahas, justru Menhub Budi Karya divonis positif Covid-19. Untungnya beliau sudah sembuh sekarang.

Pesta demokrasi saat pandemi

Pro dan kontra seputar pemilihan kepala daerah di tengah pandemi juga menjadi topik pembicaraan yang sangat menarik untuk kita ikuti. Bagi mereka yang pro, dengan adanya pilkada diharapkan dapat menekan laju persebaran Covid-19 di tiap daerah. Bagi mereka yang kontra, dengan adanya pilkada serta kampanye jelas akan memunculkan persebaran baru Covid-19. Namun, sepertinya pemerintah tetap akan melaksanakan pilkada serentak di sejumlah daerah. Meski sudah diperingatkan oleh sejumlah pihak maupun masyarakat.

Sebenarnya sangat disayangkan keputusan melanjutkan pilkada yang terkesan memaksa di masa pandemi ini. Akan lebih efektif apabila anggaran pilkada yang besar tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19, mulai dari pencegahan hingga pengobatan. Namun sekali lagi, pilkada itu prioritas!

Bagaimanapun, di tengah usia yang hampir menginjak 1 tahun, selalu teriring doa bagimu, Covid-19. Bukan lagu Selamat Ulang Tahun dari yang kami dendangkan, namun lagu Sayonara yang sering diputar di kafe untuk “mengusir” pelanggan. Bukan kado boneka yang dibungkus kotak dengan dibalut kertas kado yang akan kami berikan, tetapi vaksin dari sejumlah peneliti yang sudah teruji. Bukan pula doa semoga panjang umur yang akan kami atur, tapi doa agar engkau cepat musnah dari muka bumi.

Eugenius Purba
Halo. Kenalin aku Eugenius Purba. Sekarang saya menempuh kuliah di salah satu Universitas negeri di Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.