Rabu, April 21, 2021

Menilai 3 Tahun kerja Puan Maharani, Luar Biasa!

Assassin dan Upaya Pembusukan Sejarah Islam

Game Assassin’s Creed memilik reputasi mendunia di kalangan para pecintanya. Permainan jenis Role Playing Game (RPG) besutan Ubisoft ini telah melahirkan banyak episode permainan selama...

Menimbang Kebijakan Titip Uang Negara ala Sri Mulyani

Ahli matematika dapat membuat perhitungan, begitu pula pakar epidemiologi. Menanggapi pandemi, berbagai kalangan berlomba untuk memprediksi kapan sekiranya pandemi yang sudah muncul sejak awal...

Pilgub Jabar: Prabowo Mengadu Langkah Jokowi

Memasuki tahun 2018 yang telah berjalan sekitar tiga bulan, tentu kita memasuki masa-masa tahun politik yang mulai intens. Pilkada 2018 telah memasuki tahapan kampanye....

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...
Indah Sastra D.
Pembaca, dan sesekali menulis saja...

Membaca judul ini, mungkin sebagian orang (terutama yang kurang banyak membaca berita) akan terkejut, heran, dan terkaget-kaget. Apalagi jika dalam pikirannya sudah ada “penilaian mutlak”, bahwa Puan Maharani tidak bekerja, titipan, dan tidak menggebrak. Tapi, judul ini dibuat berdasarkan fakta, angka yang berbicara. Setidaknya, itu lebih objektif dibandingkan dengan penilain subjektif, yang biasanya didasarkan pada kasus per kasus.

Karena Puan Maharani “membersamai” Jokowi-JK dan tergabung dalam Kabinet Kerja sejak pertama kali dibentuk, maka menilai Puan Maharani juga menjadi bagian dari penilaian tentang kerja Jokowi-JK.

Berdasarkan angka-angka, data, dan fakta yang telah ditelisik melalui penelitian yang bisa dipertanggung-jawabkan, ternyata selama 3 tahun Puan Maharani menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kabudayaan (Menko PMK) telah dihasilkan beberapa capaian yang luar biasa.

liputan6.com

Beberapa tugas penting yang diembankan kepadanya, berhasil dicapai dengan baik, meski nyaris tanpa pemberitaan yang “menggebrak” seperti Susi Pudjiastuti yang selalu “menjual” keberaniannya menenggelamkan kapal-kapal. Pada konteks ini, kerja Puan Maharani lebih mirip menteri dari kalangan profesional ketimbang menteri yang berasal dari dunia politik (partai). Fokus bekerja, mencapat target pembangunan yang ditentukan. Soal penilaian, belakangan!

“Secara makro, capaian di bidang PMK meliputi Indeks Pembangunan Manusia, yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Indeks Gini, dan Program Bantuan Sosial Pemerintah. Selama tiga tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Indeks Kesejahteraan Rakyat meningkat,” ujar Menko PMK saat dalam konferensi pers laporan kinerja capaian tiga tahun bidang PMK, Minggu (22/10) di Kantor Staf Presiden Jakarta (liputan6.com).

Jadi, mari kita mulai membiasakan diri untuk menilai sebuah kinerja berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi-subjektif belaka. Jika hal pertama yang menjadi pilihan, maka seharusnya tak perlu ada lagi keraguan untuk mengatakan, bahwa kinerja Puan Maharani selama 3 tahun menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang PMK adalah hebat dan luar biasa. Setidaknya jika berdasarkan pada beberapa fakta berikut ini:

liputan6.com

Pertama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus meningkat, dari 68.9 pada 2014 menjadi 70.1 pada 2016.

Kedua, kesejahteraan masyarakat meningkat. Puan Maharani menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan terjadi seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat dari 40 persen masyarakat terbawah. Sementara itu, Program Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra) diketahui bahwa kemampuan pengeluaran konsumsi penduduk miskin jangka pendek didukung oleh program Rastra dan BPNT yang menjangkau lebih dari 15,5 juta keluarga penerima manfaat (liputan6.com).

Ketiga, angka kemiskinan menurun.  Seperti diketahui, bahwa selama tiga tahun perjalanan pemerintahan, telah berhasil menekan angka kemiskinan, turun dari sekitar 11.25 persen di awal pemerintahan menjadi 10,64 persen di tahun 2017. Keberhasilan ini dicapai, menurut Puan Maharani, dengan meningkatkan cakupan program-program bansos, perbaikan ketepatan sasaran program melalui pemanfaatan data PBDT yang lebih baik.

Keempat, pemerintah telah berhasil menekan ketimpangan pendapatan masyarakat. Koefisien Gini turun dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada tahun 2017 dan terus turun ke angka 0,393 di Maret 2017.

Kelima, dalam konteks pendidikan, tercatat, Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah terdistribusi dengan tepat sasaran kepada lebih dari 17,9 juta siswa. Pemerintah juga telah merehabilitasi 67.253 unit ruang belajar, membangun 1.250 unit sekolah baru dan 27.982 unit ruang kelas baru. Menurut Puan Maharani program Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah yaitu meningkatkan penerima Beasiswa Bidik Misi terus meningkat menjadi 340 ribu mahasiswa (2017), merevitalisasi pendidikan vokasi, dimana sejak 2015, orientasi SMK diubah menjadi demand-driven (liputan6.com). Kurikulum dan silabus juga telah diselaraskan sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur serta penyusunan modul pembelajaran untuk 25 kompetensi keahlian.

Keenam, keberhasilan pemerintah yang telah mensertifikasi 395.394 tenaga kerja dan membangun 22 science and techno park sampai tahun 2017 ini. Sedangkan terkait pembangunan desa, Menko PMK menyatakan bahwa Pemerintah telah membangun sebanyak 21.811 unit BUMDes (liputan6.com).

liputan6.com

Semua penjelasan ini berdasarkan data, sebuah fakta, sebagai bagian dari membangun manusia dan kebudayaan Indonesia, yang telah dilakukan oleh Puan Maharani sebagai Kemenko PMK, bekerjasama secara koordinatif dengan Kementeri-kementerian yang ada di bawah garis koordinasinya. Lalu?

 Tak ada kesimpulan lain, bahwa ternyata Puan Maharani mempunyai kinerja dan etos kerja yang tinggi. Hal itu sudah terbukti, telah dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat di pelosok negeri.

Indah Sastra D.
Pembaca, dan sesekali menulis saja...
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

ARTIKEL TERPOPULER

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila

Bulan suci ramadhan tinggal menghitung hari. Pemerintah akan segera menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1440 H. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia...

Kartini Masa Kini

Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh bangsa Indonesia. Tanggal tersebut merupakan tanggal lahir R.A. Kartini pahlawan yang berjuang untuk emansipasi wanita....

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.