Selasa, Mei 18, 2021

Mengenal Syekh Yusri dan Ajaran Tasawufnya (Bag. 2)

Bahaya Teori Konspirasi Vaksin di Tengah Pandemi

Kedatangan 2.400 vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok awal bulan ini (19/7) memberikan harapan bagi usaha pelambatan penularan COVID-19 di Indonesia, khususnya dalam proses pembuatan...

Pendukung Pemindahan Ibu Kota dari Data Statistika

Setelah saya mengikuti pelajaran Statistika, Membahas tentang penjelasan dan pengertian Statistika, Dan Apa saja yang punya hubungan dengan Statistika. Dengan metode ugal-ugalan para mahasiswa...

Medsos, Self Control, atau Dikontrol

Aktivitas dengan media sosial sudah menjadi hal umum yang dilakukan masyarakat di era ponsel pintar saat ini. Jumlah pengguna media sosial di dunia pun...

Pemilu Ditengah Kewarasan Publik

Riuh gemuruh menuju perhelatan pesta demokrasi sudah mulai terasa dan begitu membahana di ruang publik. Pemilu 2019 yang dilaksanan secara serentak untuk memilih Anggota...
Muhammad Nuruddin
Mahasiswa Dept. Akidah Filsafat, Universitas al-Azhar Kairo, Mesir | Alumnus Pondok Pesantren Babus Salam Tangerang | Peminat Kajian Sufisme, Filsafat dan Keislaman.

Membumikan Spirit Cinta dalam Beragama

Tulisan bagian pertama klik di sini. Di antara pahatan terpenting dalam bangunan ajaran Tasawuf Syekh Yusri—sebagaimana ajaran para sufi pada umumnya—ialah pesan agar senantiasa menanamkan spirit cinta dalam beragama. Tanpa adanya spirit cinta, agama akan sulit menemukan relevansinya dalam kehidupan nyata.

Rasa cinta itu, kata Syekh Yusri, pertama-tama harus kita tujukan kepada Allah Swt. Bukan saja karena Dia yang memilikinya segalanya, tetapi juga karena rasa cinta yang kita miliki itu tak akan pernah terpatri dan tertanam kecuali atas izin dan kehendak-Nya.

Tapi, kita tidak mungkin bisa mencintai Allah Swt kecuali setelah kita mampu mengenal dan juga mencintai kekasih-Nya, yakni Rasulullah Saw. Karena beliau, dalam istilah Syekh Yusri, adalah “manifestasi kesempurnaan Tuhan” (majla al-Kamalat al-Ilahiyyah) yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Rasulullah Saw adalah jalan. Karena itu, hanya melalui beliaulah kita bisa mengenal Tuhan.

Dalam setiap majlisnya, Syekh Yusri selalu menekankan pentingnya aspek ini dalam kehidupan beragama. Menurut beliau, cinta terhadap Rasulullah Saw itu merupakan keniscayaan mutlak bagi siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Semakin dekat kita dengan nabi kita, semakin dekat pula kita dengan Allah Swt. Orang yang tidak menjadikan Rasulullah Saw sebagai jalan, tidak akan pernah sampai kepada Tuhan walau beribadah siang dan malam.” Tuturnya dalam suatu majlis.

Di lain kesempatan, beliau juga pernah berpesan—dan pesan ini selalu saya ingat: “Harus kalian ingat, bahwa yang akan menjaga kalian dari kekufuran, kesesatan dan penyimpangan-penyimpangan itu bukan hafalan al-Quran, bukan pula amalan, melainkan ketergantungan dan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah Saw. Orang yang memiliki kedalaman cinta kepada Rasulullah Saw akan selamat dari fitnah, walau sebesar ombak di lautan.

Ajaran tasawuf Syekh Yusri senantiasa menekankan pentingnya memperteguh ikatan emosional dan spiritual kita dengan Rasulullah Saw. Karena hanya dengan memperteguh ikatan itulah kita bisa beragama dengan benar.

Ya, jasad beliau memang sudah berpindah ke alam baka. Namun, ruh dan spiritnya senantiasa menyertai kita. Keberadaan kita sendiri—kata Syekh Yusri—tak lepas dari adanya ruh Nabi Muhammad Saw. Tanpa kemuliaan ruh tersebut, niscaya kita semua tak akan tercipta.

Rasa cinta kepada nabi ini, tegasnya lebih jauh, pada akhirnya akan mampu memperbaiki akhlak dan budi pekerti kita dengan sesama hamba Tuhan. Semakin sering kita bersalawat, semakin sering kita membaca perjalanan hidupnya, akhlak kenabiaan pun secara perlahan lahan akan menyinari jiwa kita.

Orang yang mencintai nabi, misalnya, tidak mungkin menyakiti orang-orang non-muslim, karena dia pasti sadar bahwa nabi adalah rahmat. Bukan hanya untuk orang-orang Islam, tapi juga untuk orang-orang di luar Islam, bahkan seluruh alam. Selama mereka manusia, maka mereka adalah makhluk terhormat dan mulia. Karena mereka semua adalah manifestasi dari kebesaran Tuhan yang mahakuasa.

Besar kemungkinan, orang-orang yang sering terlibat dalam aksi-aksi terorisme, kekerasan dan pembunuhan atas nama agama itu adalah orang-orang kurang mampu dalam memupuk spirit cinta dalam beragama. Kecintaan kita pada Rasulullah Saw mestinya mampu menjadikan kita sebagai umat yang damai, tenang dan tak suka dengan kerusuhan.

Jika kita renungkan secara mendalam, semua problem kemanusiaan yang menghimpit dunia kita ini sejujurnya hanya berpulang pada satu sebab, yaitu cinta dunia. Persis seperti bunyi salah satu hadits yang menyebutkan, bahwa “cinta dunia itu merupakan pangkal dari seluruh kesalahan.” (hubb al-Dunya ra’s kulli khathiah)”

Dan rasa cinta kepada nabi itu, kata Syekh Yusri, dapat mengikis rasa cinta kepada dunia. Artinya, semakin dalam rasa cinta kepada beliau, dunia ini akan semakin terlihat kecil. Semakin kecil dunia di mata kita, semakin jauhlah kita dari fitnah dan hasutan setan yang senantiasa berusaha untuk menjerumuskan kita.

Dalam pandangan Syekh Yusri, inti dari bertasawuf itu adalah akhlak. Bertasawuf itu adalah upaya untuk memperbaiki akhlak. Baik akhlak terhadap sesama, maupun akhlak terhadap yang mahakuasa. Dan akhlak yang sempurna itu hanya bisa kita contoh dari Nabi Muhammad Saw.

Dengan memupuk rasa cinta kepada beliau, niscaya keindahan akhlak itu akan terpatri secara perlahan-perlahan. Jika akhlak kenabian itu sudah tertanam, niscaya hati kita akan dipenuhi oleh rahmat, seperti halnya nabi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Wa ma arsalnaka illa rahmatan lil alamin. Demikian, Allahu ‘alam bi al-Shawab.

Muhammad Nuruddin
Mahasiswa Dept. Akidah Filsafat, Universitas al-Azhar Kairo, Mesir | Alumnus Pondok Pesantren Babus Salam Tangerang | Peminat Kajian Sufisme, Filsafat dan Keislaman.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.