Perayaan Idul Fitri 1446 H di Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan sekadar momentum keagamaan bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi ajang refleksi tentang harmoni sosial yang telah lama terjalin di daerah ini.
Kehadiran Bupati Michael Thungari, SE.MM, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari serta jajaran TP PKK di Kecamatan Tabukan Utara pada Rabu (2/4/2025) menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan di tengah keberagaman.
Bupati Thungari, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada umat Muslim, seraya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi. “Atas nama pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H kepada seluruh umat Muslim. Mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya. Pernyataan ini bukan sekadar ucapan formalitas, melainkan juga sebuah pesan penting bahwa pemerintah daerah berkomitmen terhadap kebersamaan dan keberagaman.
Kabupaten Kepulauan Sangihe telah lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang sering kali memicu perpecahan di berbagai daerah, Sangihe tetap menjadi contoh bagaimana perbedaan keyakinan tidak harus menjadi penghalang bagi persatuan.
Bupati Thungari menekankan bahwa semangat Idul Fitri seharusnya tidak hanya sebatas perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahim dan menumbuhkan rasa saling menghormati.
Dalam konteks yang lebih luas, perayaan keagamaan di Indonesia sering kali menjadi barometer bagi kondisi toleransi di suatu daerah. Jika di banyak tempat masih ditemukan gesekan akibat perbedaan keyakinan, maka Sangihe justru menunjukkan bahwa harmoni dapat terwujud melalui kepedulian lintas agama. Hadirnya pemimpin daerah dalam perayaan Idul Fitri ini adalah bukti bahwa semangat kebersamaan bukan hanya slogan, tetapi benar-benar dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa toleransi tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat harus terus membangun komunikasi dan kerja sama untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga.
Dalam konteks global, ketika banyak negara menghadapi tantangan intoleransi dan perpecahan, Sangihe dapat menjadi contoh bahwa keberagaman justru bisa menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.
Maka dari itu, perayaan Idul Fitri 1446 H di Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga perwujudan nyata dari semangat persaudaraan yang telah diwariskan turun-temurun.
Harapan Bupati Thungari agar Idul Fitri memperkuat tali silaturahim dan menumbuhkan semangat kebaikan harus terus kita jaga, tidak hanya pada hari raya, tetapi dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat.