Selasa, Mei 18, 2021

Membawa Ketakwaan Puasa Ramadhan di Luar Bulan Ramadhan

Refleksi Hari Buruh dan Gerakan Perlawanan

Momentum hari buruh hampir selalu diperingati dengan beragam aksi. Aksi buruh tidak hanya mengkritisi kebijakan mikro perusahaan tetapi juga regulasi ketenagakerjaan yang ada. Sekalipun...

Prabowo Berkhianat? Retak Sudah!

Saya menduga kuat bahwa 99,99 persen Prabowo Subianto (Gerindra) telah memutuskan untuk memilih AHY (Demokrat) sebagai cawapresnya. Kenapa Prabowo memilih AHY? Ada sejumlah alasan...

Memahami Perilaku Elektoral Pilpres 2019

Pemilu kali ini banyak menarik perhatian berbagai kalangan, tidak hanya pada tim pemenangan masing-masing calon, namun sudah merebak pada kaum elektoral secara umum. Masyarakat...

Memahami Lipatan Agama dan Budaya

Secara umum, dalam tipologi pemikiran Islam terdapat dua model pendekatan studi agama yaitu pendekatan tekstual dan kontekstual. Dua pendekatan ini tidak jarang menampakkan cara...
Hamli Syaifullah
Dosen dan Penulis Buku

Baru saja umat Islam melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Di mana, tingkat ketakwaan seseorang ketika beribadah puasa cukup tinggi. Berbagai macam ibadah dilaksanakan, seperti bersedekah, membaca al-quran, sholat tahajjud, dan lain sebagainya.
Hanya saja, selepas pelaksanaan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan, terkadang kita membiarkan diri kita masing-masing kembali kepada habitat sebelumnya. Dalam artian, kita tak mau membawa ketakwaan puasa di Bulan Ramadhan untuk diterapkan di luar Bulan Ramadhan.

Padahal, esensi dari puasa di bulan Ramadhan ialah, sebagai media latihan bagi umat manusia, agar manusia mau membawa ketakwaan puasa tersebut untuk diterapkan di luar Bulan Ramadhan.

Untuk membawa ketakwaan Puasa Ramadhan di luar Bulan Ramadhan, setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Sehingga setiap kedatangan Bulan Suci Ramadhan, akan mampu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Memahami Esensi Ramadhan
Salah satu esensi dari datangnya Bulan Suci Ramadhan ialah, Ramadhan bulan pendidikan bagi umat Muslim di dunia. Harapannya, selepas mengikuti pendidikan, seluruh peserta didik yang terdiri dari orang-orang bertakwa yang menjalankan puasa, mampu membawa nilai-nilai kebaikan selama mengikuti proses pendidikan di luar Bulan Suci Ramadhan.

Misalnya, ketika di Bulan Suci Ramadhan kita benar-benar mau menjaga lisan kita dari berdusta, berbohong, menggunjing dan lain sebagainya, maka di luar Bulan Suci Ramadhan harusnya juga bisa dilakukan.

Contoh lain, ketika di Bulan Suci Ramadhan kita rajin bersedekah, maka selepas puasa kebiasaan rajin bersedekah harus tetap dijalankan. Malahan, kita harus meningkatkannya.
Jika kita mampu memahami esensi dari kedatangan Bulan Suci Ramadhan, maka tentunya kita akan berusaha sekuat tenaga, untuk membawa ketakwaan yang telah kita perbuat di Bulan Suci Ramadhan untuk diterapkan di luar Bulan Suci Ramadhan.

Menjaga Nilai-Nilai Ramadhan
Setelah kita memahami bahwa esensi Bulan Suci Ramadhan ialah sebagai bulan pendidikan, maka selepas Bulan Suci Ramadhan tentunya kita akan berusaha menjaga nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadhan di sepanjang hidup kita.

Dalam artian, kita harus mampu memaksakan diri untuk tetap menjaga kontinuitas ibadah kita di luar bulan Ramadhan. Kemudian, setiap ibadah yang dikerjakan berusaha diaktualisasikan ke dalam kehidupan sehari-hari di sepanjang hidup kita di luar Bulan Suci Ramadhan.

Sebagai contoh, semasa Bulan Suci Ramadhan kita telah menjalankan ibadah puasa dari pagi sore hari. Hal yang dirasakan ketika berpuasa lapar dan dahaga. Maka selepas bulan puasa kita harus lebih memiliki sifat dermawan terhadap orang-orang yang tak mampu (fakir dan miskin).

Karena, orang fakir dan miskin akan identik dengan lapar dan dahaga. Sedangkan kita selama berpuasa sudah merasakan bagaimana perihnya lapar dan dahaga. Maka dari itu, sudah sepantasnya bagi kita untuk mau mengeluarkan sebagian harta kita membantu mereka yang lapar dan dahaga.

Penutup
Demikianlah dua hal yang dapat kita lakukan, untuk membawa ketakwaan puasa di Bulan Suci Ramadhan agar diterapkan di luar Bulan Suci Ramadhan. Sehingga, keberadaan puasa setiap tahunnya, mampu berdampak signifikan terhadap peningkatan ketakwaan umat Islam kepada Allah Swt.

Hamli Syaifullah
Dosen dan Penulis Buku
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.